• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Indeks LQ45 Dulu Dihuni Saham-Saham BUMN, Kini Jadi Lapak Saham Konglo

Indeks LQ45 Dulu Dihuni Saham-Saham BUMN, Kini Jadi Lapak Saham Konglo

December 3, 2025
Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

October 23, 2026
BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

October 23, 2026
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

October 23, 2026
BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

October 23, 2026
Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

October 23, 2026
OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

October 23, 2026
74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

October 23, 2026
Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

October 23, 2026
BMRI Ungkap 3 Fokus Prioritas Perusahaan di Sisa 2026

BMRI Ungkap 3 Fokus Prioritas Perusahaan di Sisa 2026

October 23, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,95% ke Level 5.439

IHSG Ditutup Menguat 0,95% ke Level 5.439

October 23, 2026
Laba Bank Mandiri Meroket 20,7% Tembus Rp 45,5 Triliun di Kuartal III

Laba Bank Mandiri Meroket 20,7% Tembus Rp 45,5 Triliun di Kuartal III

October 23, 2026
Kredit Bank Mandiri Kuartal III Tumbuh 16% Jadi Rp 1.605 Triliun

Kredit Bank Mandiri Kuartal III Tumbuh 16% Jadi Rp 1.605 Triliun

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Indeks LQ45 Dulu Dihuni Saham-Saham BUMN, Kini Jadi Lapak Saham Konglo

11 months ago
in News
Indeks LQ45 Dulu Dihuni Saham-Saham BUMN, Kini Jadi Lapak Saham Konglo
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indoenesia (BEI) mengungkapkan, komposisi pada saham LQ45 berubah dari yang sebelumnya diisi oleh perusahaan BUMN menjadi perusahaan swasta konglomerasi besar.

Sebagai indormasi, indeks LQ45 adalah salah satu indeks saham utama di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdiri dari 45 saham pilihan dengan likuiditas tinggi. Saham-saham yang masuk dalam indeks ini dipilih berdasarkan kriteria tertentu seperti kapitalisasi pasar, frekuensi perdagangan, dan nilai transaksi.

“Jadi kalau kita lihat pak di 5 tahun terakhir, itu sebagian besar adalah BUMN dan perusahaan-perusahaan di bawah swasta pak berubah kepada perusahaan konglo,” kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam rapat kerja bersama Komisi XI di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (3/12).

Namun, saat ini transaksi perdagangan saham sudah lebih merata. Tidak hanya 80 saham-saham teraktif yang masuk dalam indeks IDX80, tetapi juga saham-saham yang berada di luar indeks tersebut.

“Yang menarik adalah bahwa ternyata peningkatan hari ini pak terhadap transaksi kita, itu terjadi karena juga saham-saham yang lebih merata pak. Tidak hanya 80 saham kita teraktif, tapi di luar 80 teraktif juga sudah sangat signifikan,” ungkapnya.

Sepanjang tahun ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai rekor tertinggi atau all time high sebanyak 22 kali. Iman memandang, persepsi investor terhadap perekonomian nasional cukup baik. Hal itu tecermin dari arus modal yang masuk ke pasar modal Indonesia.

“Jadi kita bisa bayangkan bagaimana dampak daripada persepsi investor terhadap ekonomi kita ini. Dan ini juga terlihat pak menarik adalah cash flow pak,” ucapnya.

Iman menjabarkan, arus modal keluar pun mereda dari sebelumnya mencapai Rp 50 triliun, kini turun menjadi Rp 30 triliun. “Dan terlihat bahwa 3 bulan terakhir ini capital inflow yang masuk,” imbuhnya.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

October 23, 2026
BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

October 23, 2026
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

October 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .