• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Mobil Bawa Duit Natal Rp166 M Dirampok, 170 Ribu Polisi Turun Tangan

Mobil Bawa Duit Natal Rp166 M Dirampok, 170 Ribu Polisi Turun Tangan

December 10, 2025
Minat Nabung Valas Naik Tinggi, CIMB Niaga Catat Pertumbuhan 20%

Minat Nabung Valas Naik Tinggi, CIMB Niaga Catat Pertumbuhan 20%

August 26, 2026
Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik

Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik

August 26, 2026
Efek Kartu Kredit Indonesia Meluncur & Biaya Transaksi QRIS 0%

Efek Kartu Kredit Indonesia Meluncur & Biaya Transaksi QRIS 0%

August 26, 2026
BNI Dukung Pagi Sore Perkuat Layanan dan Pengalaman Pelanggan

BNI Dukung Pagi Sore Perkuat Layanan dan Pengalaman Pelanggan

August 26, 2026
CIMB Niaga Ungkap 3 Skenario IHSG 2026, Tertinggi Tembus 8.000

CIMB Niaga Ungkap 3 Skenario IHSG 2026, Tertinggi Tembus 8.000

August 26, 2026
Hasil Tes Destry-Aida Diumumkan Esok, Penetapan Paripurna 1 September

Hasil Tes Destry-Aida Diumumkan Esok, Penetapan Paripurna 1 September

August 26, 2026
Calon Deputi Gubernur Senior Aida Ungkap Ujian Berat Rupiah di 2026

Calon Deputi Gubernur Senior Aida Ungkap Ujian Berat Rupiah di 2026

August 26, 2026
IHSG Anjlok 1,48% Hari Ini, Tinggalkan Level 6.500!

IHSG Anjlok 1,48% Hari Ini, Tinggalkan Level 6.500!

August 26, 2026
Bank Mandiri akan Pulihkan Kembali Rekening Warga Pati Botok

Bank Mandiri akan Pulihkan Kembali Rekening Warga Pati Botok

August 26, 2026
Siap-Siap, RI Bakal Punya Perusahaan Asset Management Berskala Global

Siap-Siap, RI Bakal Punya Perusahaan Asset Management Berskala Global

August 26, 2026
Kontrak Wika Gedung (WEGE) Naik 568%, Mayoritas Penugasan Pemerintah

Kontrak Wika Gedung (WEGE) Naik 568%, Mayoritas Penugasan Pemerintah

August 26, 2026
Destry Gandeng PT DSI Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Devisa

Destry Gandeng PT DSI Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Devisa

August 26, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, August 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Mobil Bawa Duit Natal Rp166 M Dirampok, 170 Ribu Polisi Turun Tangan

9 months ago
in ENTREPRENEUR
Mobil Bawa Duit Natal Rp166 M Dirampok, 170 Ribu Polisi Turun Tangan
Share on FacebookShare on Twitter




Naskah ini bagian dari CNBC Insight, menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Periode akhir tahun selalu menjadi momen tersibuk bagi industri perbankan. Permintaan uang tunai melonjak drastis untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat dan pembayaran bonus natal dan akhir tahun perusahaan. Tak jarang, bank harus memobilisasi uang tunai dalam jumlah fantastis ke berbagai nasabah perusahaan.

Kesibukan dan tingginya perputaran uang inilah yang menjadi celah bagi salah satu aksi kriminal paling legendaris di Jepang. Peristiwa itu terjadi tepat pada tanggal 10 Desember 1968, tepat hari ini 57 tahun lalu.

Hari itu, Bank Nihon Shintaku tengah berpacu dengan waktu. Semua pegawai sibuk menghitung dan mempersiapkan pengiriman uang tunai ke beberapa nasabah, termasuk pabrik Toshiba di Fuchu, pinggiran kota Tokyo.

Uang tersebut adalah bonus akhir tahun dan natal bagi para karyawan pabrik yang tak bisa ditunda pembayarannya. Jumlahnya tidak main-main, yakni 300 juta yen. Jika dikonversi ke nilai masa kini, angka tersebut diperkirakan setara dengan US$ 10 juta atau sekitar Rp166 miliar.

Dikutip dari South China Morning Post, pada dini hari, uang pun dimuat ke dalam mobil pengangkut dengan pengawalan petugas. Mobil melaju membelah jalanan Tokyo. Namun, baru beberapa kilometer berjalan, sepeda motor polisi memepet kendaraan mereka. Sang pengendara yang mengenakan seragam polisi lengkap memberikan isyarat agar mobil berhenti.

Tanpa curiga, petugas bank menepikan kendaraan. Polisi tersebut lantas mendekat dengan wajah panik. Dia menyampaikan kabar mengejutkan. Rumah manajer cabang bank mereka baru saja diledakkan. Diduga kuat, pelaku memasang bom di mobil tersebut. Kepanikan seketika melanda. Seluruh petugas bank dan sopir langsung berhamburan keluar menjauhi mobil.

Si polisi kemudian merangkak ke kolong mobil, berpura-pura mencari bom. Tiba-tiba, asap dan api menyembur dari bawah kendaraan. Melihat itu, para petugas bank yang sudah ketakutan semakin berlari menjauh mencari tempat perlindungan. Mereka mengira mobil akan meledak sewaktu-waktu.

Namun, ledakan yang ditunggu tak kunjung terjadi. Saat asap mulai menipis, para petugas bank menengok kembali ke jalan. Betapa terkejutnya mereka, mobil berisi uang ratusan miliar rupiah itu telah lenyap. Sang polisi ternyata bukan menyelamatkan mobil dari ledakan, melainkan membawanya kabur dengan tenang.

Pada saat itulah para pegawai sadar baru saja menjadi korban pencurian. Saat matahari terbit, polisi mulai menyelidiki. Kebingungan langsung terjadi. Dalam laporan Japan Times, Di lokasi kejadian, bertebaran berbagai barang yang tampaknya sengaja ditinggalkan pelaku untuk mengacaukan investigasi. Sebuah motor juga ditemukan, tetapi seluruh identitasnya sudah dicopot.

Identitas pelaku pun tak kalah samar. Polisi kesulitan menentukan apakah sosok yang terlihat adalah polisi sungguhan atau penyamar. Wajahnya tertutup helm, hanya menyisakan bagian mata dan hidung, dan tubuhnya tertutup jaket. Para korban hanya bisa menggambarkan bentuk badan yang sialnya mirip dengan postur orang Jepang pada umumnya, sehingga tak membantu sama sekali.

Jejak sidik jari yang ditemukan di motor pun minim. Polisi mencocokkannya dengan enam juta data sidik jari, tetapi tidak ada satu pun yang cocok. Sketsa wajah pelaku juga sudah disebar hingga 780 ribu lembar ke seluruh Jepang. Sebanyak 170 ribu polisi dikerahkan. 

Namun bertahun-tahun berlalu tanpa hasil. Polisi sempat menginterogasi dan menahan beberapa orang, tapi semuanya memiliki alibi kuat. Begitu juga para polisi di sekitar lokasi yang sama-sama punya alibi pada waktu kejadian. Begitu juga terkait penyimpanan uang. Tak ada lonjakan transaksi oleh warga Jepang senilai uang hilang selama beberapa minggu.

Akhirnya, hingga hari ini atau 57 tahun berlalu, kasus perampokan itu tetap menjadi misteri tanpa titik terang.

(mfa/șef)

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Minat Nabung Valas Naik Tinggi, CIMB Niaga Catat Pertumbuhan 20%

Minat Nabung Valas Naik Tinggi, CIMB Niaga Catat Pertumbuhan 20%

August 26, 2026
Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik

Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik

August 26, 2026
Efek Kartu Kredit Indonesia Meluncur & Biaya Transaksi QRIS 0%

Efek Kartu Kredit Indonesia Meluncur & Biaya Transaksi QRIS 0%

August 26, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .