• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Singapura Ditinggal Gerombolan Crazy Rich China, Ada Apa?

Singapura Ditinggal Gerombolan Crazy Rich China, Ada Apa?

January 3, 2026
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

October 23, 2026
Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

October 23, 2026
BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

October 23, 2026
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

October 23, 2026
BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

October 23, 2026
Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

October 23, 2026
OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

October 23, 2026
74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

October 23, 2026
Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, October 24, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Singapura Ditinggal Gerombolan Crazy Rich China, Ada Apa?

10 months ago
in Market
Singapura Ditinggal Gerombolan Crazy Rich China, Ada Apa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Keluarga kaya China tak lagi menjadikan Singapura sebagai tujuan yang aman. Kondisi ini agak berbeda beberapa tahun lalu.

CNBC Internasional melaporkan daya tarik Singapura untuk orang kaya China melonjak 2019. Saat itu gelombang protes pro-demokrasi di Hong Kong tengah bergejolak dan disusul pengetatan Beijing dengan penerapan UU Keamanan Nasional setahun berikutnya.

Singapura dipilih karena memiliki stabilitas politik, sistem hukum independen, rezim family office yang mendukung, dan penggunaan bahasa Mandarin.

Namun kemudian keadaan berbalik. Sebab kasus pencucian uang senilai SG$3 miliar tahun 2023 atau Fujian Case yang membuat otoritas memperketat aturan dan menyeleksi ulang klien-kliennya.

“Ketika kasus Fujian mencuat, banyak orang kaya asal China hengkang. Hampir semuanya pindah ke Hong Kong, Timur Tengah, maupun Jepang,” ujar Ryan Lin, Direktur Bayfront Law di Singapura.

Regulasi pemeriksaan latar belakang dan regulasi baru yang makin ketat berdampak pada pengajuan aplikasi family office. Lin menyebutkan penurunannya sebanyak 50% dibandingkan 2022.

Otoritas Moneter Singapura (MAS) juga melakukan pengetatan aturan soal aset kripto. Platform yang menawarkan produk kripto hingga tokenized equities ke luar negeri wajib memiliki lisensi mulai 2025 lalu.

Lisensi itu memiliki syarat modal minimum SG$250 ribu dan kepatuhan AML serta manajemen risiko teknologi.

Sementara itu pendiri lembaga jasa korporasi bagi klien China bernama Jenga, Iri Xu kasus Fujian dan masalah pada Three Arrows serta FTX membuat adanya pembersihan agresif oleh perbankan. Bank melakukan uji tuntas ulang, menutup rekening hingga menolak pengajuan family office.

Akses yang sulit didapatkan itu membuat para klien habis kesabarannya. Pada akhirnya memindahkan dananya ke negara lain.

“Hal ini menghancurkan kesabaran dan kepercayaan klien,” kata Xu. “Kalau tidak diberi rekening, di mana mereka bisa berbisnis? Akhirnya dana mereka dipindahkan ke Jepang, Hong Kong, dan Dubai.”

Selain itu, orang kaya China juga harus menghadapi masalah di imigrasi. Pemonon permanent residence dan family office harus melakukan pemeriksaan mendalam, termasuk mengungkap detil keluarga yang terlalu invasif.

Pendiri Click Ventures, Carman Chan mengatakan masalah terkait hal ini bersumber dari kewajiban perekrutan tenaga kerja lokal dan lamanya proses KYC. Misalnya family office harus memperkerjakan satu tenaga lokal untuk kantor berisi dua orang saja.

“Kalau tidak ada pekerja lokal yang cukup, itu menjadi bottleneck. Anda tidak bisa serta-merta memindahkan staf dari luar negeri ke Singapura,” jelas Chan.

(npb/wur)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .