• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Level Rp16.735/US$

Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Level Rp16.735/US$

January 5, 2026
10-15 Tahun Lagi Anak Muda Hadapi Krisis Lapangan Kerja

10-15 Tahun Lagi Anak Muda Hadapi Krisis Lapangan Kerja

October 26, 2026
Tak Lagi Andalkan UMA, BEI Ubah Strategi Pengawasan Saham

Tak Lagi Andalkan UMA, BEI Ubah Strategi Pengawasan Saham

October 26, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 1%

Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 1%

October 26, 2026
Huru-hara MSCI, Tekanan Jual Emiten Perbankan Terus Berlanjut?

Huru-hara MSCI, Tekanan Jual Emiten Perbankan Terus Berlanjut?

October 26, 2026
BEI Rombak Komite HSC, Gandeng Eks Wamenkeu Hingga Chapman Taylor

BEI Rombak Komite HSC, Gandeng Eks Wamenkeu Hingga Chapman Taylor

October 26, 2026
Video: IHSG Melemah Lebih Dari 1%

Video: IHSG Melemah Lebih Dari 1%

October 26, 2026
Video: IHSG Melemah Lebih Dari 1%

Video: IHSG Melemah Lebih Dari 1%

October 26, 2026
BEI Bawa Kabar Baik dari FTSE Russell, Status RI Aman

BEI Bawa Kabar Baik dari FTSE Russell, Status RI Aman

October 26, 2026
Nasib IHSG & Rupiah Jika Suku Bunga The Fed Ditahan Vs Naik

Nasib IHSG & Rupiah Jika Suku Bunga The Fed Ditahan Vs Naik

October 26, 2026
Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Sekarang Sudah Rp18.120

Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Sekarang Sudah Rp18.120

October 26, 2026
BTN Mau Akuisisi Kredit Pensiunan Lagi, Bidik Rampung Kuartal I 2027

BTN Mau Akuisisi Kredit Pensiunan Lagi, Bidik Rampung Kuartal I 2027

October 26, 2026
Saham HSC Bakal Dikeluarkan, IHSG Bakal Terdilusi? Ini Penjelasan BEI

Saham HSC Bakal Dikeluarkan, IHSG Bakal Terdilusi? Ini Penjelasan BEI

October 26, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Level Rp16.735/US$

10 months ago
in Lifestyle
Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Level Rp16.735/US$
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah berbalik melemah dalam melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan pertama pekan ini, Senin (5/1/2026), seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat serangan militer AS ke Venezuela pada akhir pekan lalu.

Melansir data Refinitiv, rupiah Garuda bertengger di level Rp16.735/US$ atau melemah 0,12% pada penutupan perdagangan sore ini. Hal ini sekaligus membalikan posisi rupiah ketika berhasil dibuka pada level Rp16.700/US$ atau menguat 0,09% di pembukaan pagi nya.

Selama perdagangan hari ini, rupiah bergerak di rentang level Rp16.700 – Rp16.760/US$.

Pelemahan rupiah hari ini, seiring dengan posisi indeks dolar AS (DXY) yang pada pukul 15.00 WIB terpantau tengah mengalami penguatan sebesar 0,28% atau naik ke level 98,695.


Penguatan dolar AS di pasar global terjadi seiring meningkatnya selera investor terhadap aset safe haven, setelah eskalasi geopolitik memanas akibat serangan militer AS ke Venezuela pada Sabtu (3/1/2025) yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Ketidakpastian geopolitik ini mendorong pelaku pasar mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk mata uang emerging market seperti rupiah. Namun di saat yang sama, pelaku pasar global juga mulai mengalihkan fokus ke rangkaian data ekonomi penting AS yang akan dirilis sepanjang pekan ini.

Rilis tersebut dimulai dari data ISM manufaktur pada awal pekan, dan akan berpuncak pada publikasi laporan tenaga kerja non-farm payrolls (NFP) pada akhir pekan.

Hasil data tersebut dipandang akan menjadi penentu penting arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed). Saat ini, pasar masih memperkirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed sepanjang tahun ini, berdasarkan proyeksi pasar berjangka.

Selain itu, investor juga menanti pengumuman Presiden Donald Trump terkait kandidat Ketua The Fed yang baru, menggantikan Jerome Powell yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Mei mendatang.

Trump sebelumnya menyatakan akan memilih sosok yang lebih mendukung suku bunga rendah, sehingga keputusan ini dipandang pasar sebagai salah satu faktor risiko kebijakan yang perlu dicermati.

Dari dalam negeri, rilis data inflasi terbaru turut menjadi perhatian pelaku pasar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Desember 2025 sebesar 0,64% secara bulanan (mtm) dan 2,92% secara tahunan (yoy). Yang sekaligus menjadi data inflasi untuk 2025.

BPS mencatat bahwa kelompok makanan menjadi kontributor utama inflasi sepanjang 2025, dengan tingkat inflasi 1,66% dan andil sebesar 0,48%. Meskipun masih berada dalam kisaran sasaran inflasi Bank Indonesia, perkembangan inflasi ini dinilai pasar dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter dan ruang stabilisasi nilai tukar ke depan.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
10-15 Tahun Lagi Anak Muda Hadapi Krisis Lapangan Kerja

10-15 Tahun Lagi Anak Muda Hadapi Krisis Lapangan Kerja

October 26, 2026
Tak Lagi Andalkan UMA, BEI Ubah Strategi Pengawasan Saham

Tak Lagi Andalkan UMA, BEI Ubah Strategi Pengawasan Saham

October 26, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 1%

Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 1%

October 26, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .