• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Ditutup Melemah 0,18%, Dolar AS Tembus Level Rp16.800

Rupiah Ditutup Melemah 0,18%, Dolar AS Tembus Level Rp16.800

January 12, 2026
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS

BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS

September 23, 2026
BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026

BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026

September 23, 2026
Jadi Menteri Keuangan, Suahasil Lepas Kursi Wakil Komisaris PLN

Jadi Menteri Keuangan, Suahasil Lepas Kursi Wakil Komisaris PLN

September 23, 2026
Petinggi Bayan Ini Jual saham Lagi dengan Nilai Fantastis

Petinggi Bayan Ini Jual saham Lagi dengan Nilai Fantastis

September 23, 2026
BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank

BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank

September 23, 2026
Volume Transaksi Digital RI Tembus Angka 6 Miliar, QRIS Jadi Andalan!

Volume Transaksi Digital RI Tembus Angka 6 Miliar, QRIS Jadi Andalan!

September 23, 2026
Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!

Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!

September 23, 2026
Dolar AS Kini Rp17.855, BI Beri Penjelasan & Ramal Situasi ke Depan

Dolar AS Kini Rp17.855, BI Beri Penjelasan & Ramal Situasi ke Depan

September 23, 2026
Breaking News! BI Rate Tetap 5,75%

Breaking News! BI Rate Tetap 5,75%

September 23, 2026
Bos Sekuritas Ungkap Efek BEI Hapus Batas Harga Saham Rp 50

Bos Sekuritas Ungkap Efek BEI Hapus Batas Harga Saham Rp 50

September 23, 2026
Investor Dunia Serbu RI, Inflow US$ 400 Juta 21 September 2026

Investor Dunia Serbu RI, Inflow US$ 400 Juta 21 September 2026

September 23, 2026
Bos BI Ramal Fed Fund Rate Bakal Naik Lagi

Bos BI Ramal Fed Fund Rate Bakal Naik Lagi

September 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Ditutup Melemah 0,18%, Dolar AS Tembus Level Rp16.800

8 months ago
in Market
Rupiah Ditutup Melemah 0,18%, Dolar AS Tembus Level Rp16.800
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah mengalami tekanan dari dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan pertama pekan ini, Senin (12/1/2026).

Melansir data Refinitiv, kurs rupiah berada di level Rp16.825/US$ atau mengalami pelemahan sebesar 0,18% pada penutupan perdagangan sore ini. Level penutupan ini sekaligus menjadi level penutupan rupiah di atas level psikologis Rp16.800/US$ yang terakhir kali tercatat pada 28 April 2025.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 15.00 WIB terpantau tengah mengalami pelemahan 0,31% di level 98,826.


Pergerakan rupiah hari ini sebetulnya mendapatkan dorongan dari pelemahan dolar AS di pasar global. DXY yang melemah menandakan adanya pelaku pasar keluar dari aset berdenominasi dolar dan bisa mendorong penguatan mata uang negara berkembang termasuk rupiah. Tapi sayangnya rupiah masih belum mampu memanfaatkkanya.

Pelemahan dolar AS di pasar global terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan di Amerika Serikat, khususnya terkait eskalasi konflik antara Presiden AS Donald Trump dan bank sentral AS (The Federal Reserve).

Pasar bereaksi terhadap kabar bahwa pemerintahan Trump disebut mengancam akan menjerat Ketua The Fed Jerome Powell terkait kesaksian di Kongres mengenai proyek renovasi gedung The Fed. Powell menilai isu tersebut sebagai dalih untuk meningkatkan tekanan politik terhadap independensi bank sentral dan arah kebijakan moneter.

Di sisi lain, sentimen geopolitik global juga tetap membayangi pasar. Meningkatnya ketegangan di Iran, yang menurut kelompok HAM telah menewaskan lebih dari 500 orang, menambah kompleksitas risiko global di awal tahun 2026 dan menjaga minat terhadap aset aman tetap tinggi.

Pelaku pasar saat ini masih menanti kejelasan mengenai arah kebijakan suku bunga AS ke depan, terutama terkait nasib independensi The Fed dan siapa sosok yang akan memimpin bank sentral setelah masa jabatan Powell berakhir pada Mei mendatang.

Ekspektasi akan suku bunga AS hingga kini masih mencerminkan ekspektasi dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS

BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS

September 23, 2026
BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026

BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026

September 23, 2026
Jadi Menteri Keuangan, Suahasil Lepas Kursi Wakil Komisaris PLN

Jadi Menteri Keuangan, Suahasil Lepas Kursi Wakil Komisaris PLN

September 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .