• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Minyak Terpeleset, Bayang-bayang Venezuela Kembali Menghantui

Harga Minyak Terpeleset, Bayang-bayang Venezuela Kembali Menghantui

January 15, 2026
BEI Upayakan Emiten RI Kembali Masuk Indeks Bergengsi Global

BEI Upayakan Emiten RI Kembali Masuk Indeks Bergengsi Global

May 25, 2026
Dicecar Terkait Kepemilikan Saham BAPA, Belvin Tannadi Buka Suara

Dicecar Terkait Kepemilikan Saham BAPA, Belvin Tannadi Buka Suara

May 25, 2026
Nilai Tukar Rupiah Rekor Terendah Baru, Dolar AS Tembus Rp17.730

Nilai Tukar Rupiah Rekor Terendah Baru, Dolar AS Tembus Rp17.730

May 25, 2026
Ada Isu Kebocoran Data Nasabah, BCA Buka Suara

Ada Isu Kebocoran Data Nasabah, BCA Buka Suara

May 25, 2026
Revisi UU P2SK Segera Rampung di Juni

Revisi UU P2SK Segera Rampung di Juni

May 25, 2026
IHSG Lanjutkan Penguatan, Ditutup Naik 0,72% ke Level 6.206

IHSG Lanjutkan Penguatan, Ditutup Naik 0,72% ke Level 6.206

May 25, 2026
BUMN PT INTI Mau Ditutup, Danantara: Tak Ada PHK Karyawan

BUMN PT INTI Mau Ditutup, Danantara: Tak Ada PHK Karyawan

May 25, 2026
PT INTI Mau Ditutup, Danantara: Tak Ada PHK Karyawan

PT INTI Mau Ditutup, Danantara: Tak Ada PHK Karyawan

May 25, 2026
Airlangga Beberkan Histori Depresiasi Rupiah dari Krisis ke Krisis

Airlangga Beberkan Histori Depresiasi Rupiah dari Krisis ke Krisis

May 25, 2026
Indeks Saham Jepang Nikkei 225 Lagi-Lagi Cetak Rekor ATH Baru

Indeks Saham Jepang Nikkei 225 Lagi-Lagi Cetak Rekor ATH Baru

May 25, 2026
BTN Buka Alasan Akusisi Kredit Pensiunan Rp19,9 T Milik SMBC

BTN Buka Alasan Akusisi Kredit Pensiunan Rp19,9 T Milik SMBC

May 25, 2026
A Fractured World May Be Humanity’s Saving Grace

A Fractured World May Be Humanity’s Saving Grace

May 25, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, May 25, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Harga Minyak Terpeleset, Bayang-bayang Venezuela Kembali Menghantui

4 months ago
in Lifestyle
Harga Minyak Terpeleset, Bayang-bayang Venezuela Kembali Menghantui
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Kamis pagi (15/1/2026) seiring pasar merespons dinamika geopolitik baru dari Venezuela yang kini berada di bawah pengaruh langsung Amerika Serikat.

Melansir Refinitiv, pada pukul 09.20 WIB, Brent berada di US$64,67 per barel, turun tajam dari posisi sehari sebelumnya di US$66,52. WTI juga terkoreksi ke US$60,26 per barel dari US$62,02.

Tekanan jual ini memperpanjang koreksi yang sudah terjadi dua hari terakhir. Dalam dua sesi, Brent telah turun hampir US$2, sementara WTI kehilangan lebih dari US$1,7. Padahal, secara mingguan harga minyak masih jauh di atas posisi awal Januari, saat Brent masih berkisar US$60 dan WTI di US$56. Artinya, pasar sedang berada dalam fase repricing setelah reli cepat pekan lalu.



Pemicu utama perubahan sentimen datang dari Washington. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ia melihat Venezuela akan “lebih baik” jika tetap berada di dalam OPEC, meski ia mengakui belum yakin apakah itu menguntungkan bagi Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul setelah AS mengklaim telah mengambil alih kendali atas industri minyak Venezuela pasca operasi militer yang menyingkirkan Nicolas Maduro. Bagi pasar, ini bukan sekadar isu politik, melainkan potensi perubahan besar dalam arsitektur pasokan global.

Venezuela adalah anggota pendiri OPEC dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Jika di bawah pengaruh AS negara itu tetap berada di dalam kartel, maka secara teori Caracas akan tetap terikat kuota produksi. Namun, jika Washington mendorong peningkatan produksi untuk mengalirkan minyak ke pasar global, maka Venezuela berpotensi menjadi sumber konflik internal di OPEC, terutama dengan Arab Saudi yang selama ini menjadi penjaga disiplin pasokan.

Di saat yang sama, gangguan nyata terhadap ekspor Venezuela sudah mulai terasa di Asia. Blokade AS sejak Desember membuat arus minyak Venezuela ke China, pembeli terbesar yang menyerap 75% ekspor Venezuela pada 2025 terjun bebas.

Dari rata-rata 642 ribu barel per hari, aliran yang diperkirakan tiba di China dalam beberapa bulan ke depan kini tinggal sekitar 166 ribu barel per hari. Secara fisik ini adalah faktor bullish, karena berarti pasokan berat seperti Merey dan fuel oil semakin langka.

Namun pasar justru fokus pada sisi lain, China tidak sedang kekurangan minyak. Data pelacakan menunjukkan puluhan juta barel minyak Venezuela masih berada di laut dan China sudah menimbun stok besar sejak akhir 2025. Artinya, meski aliran baru terhambat, kilang China tidak perlu buru-buru mencari pengganti. Dampaknya, potensi lonjakan harga dari sisi kekurangan pasokan tertahan.

Lebih jauh lagi, rencana AS untuk mengalihkan sebagian minyak Venezuela ke pasar domestik dan mendorong perusahaan-perusahaan AS berinvestasi di sana menciptakan persepsi bahwa dalam beberapa bulan ke depan pasokan global justru bisa bertambah. Bagi trader minyak, ini jauh lebih relevan dibandingkan gangguan jangka pendek ke China.

Kombinasi antara ketidakpastian posisi Venezuela di dalam OPEC, potensi peningkatan produksi di bawah pengaruh AS, dan stok China yang masih penuh membuat pasar memilih mengunci profit setelah reli cepat awal tahun.

CNBC Indonesia

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BEI Upayakan Emiten RI Kembali Masuk Indeks Bergengsi Global

BEI Upayakan Emiten RI Kembali Masuk Indeks Bergengsi Global

May 25, 2026
Dicecar Terkait Kepemilikan Saham BAPA, Belvin Tannadi Buka Suara

Dicecar Terkait Kepemilikan Saham BAPA, Belvin Tannadi Buka Suara

May 25, 2026
Nilai Tukar Rupiah Rekor Terendah Baru, Dolar AS Tembus Rp17.730

Nilai Tukar Rupiah Rekor Terendah Baru, Dolar AS Tembus Rp17.730

May 25, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .