• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bos BI & OJK Beberkan Prestasi Ekonomi Syariah RI

Bos BI & OJK Beberkan Prestasi Ekonomi Syariah RI

February 15, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

October 23, 2026
Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

October 23, 2026
BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

October 23, 2026
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

October 23, 2026
BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

October 23, 2026
Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

October 23, 2026
OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

October 23, 2026
74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

October 23, 2026
Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

October 23, 2026
BMRI Ungkap 3 Fokus Prioritas Perusahaan di Sisa 2026

BMRI Ungkap 3 Fokus Prioritas Perusahaan di Sisa 2026

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Bos BI & OJK Beberkan Prestasi Ekonomi Syariah RI

8 months ago
in News
Bos BI & OJK Beberkan Prestasi Ekonomi Syariah RI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menyampaikan bahwa sektor ekonomi dan keuangan syariah tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global.

Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional 2025 sebesar 5,11% (yoy), sektor HVC tumbuh 6,2% (yoy), ditopang kinerja makanan dan minuman halal, pariwisata ramah muslim, serta modest fashion. Kontribusi HVC terhadap PDB meningkat 155 basis poin, dari 25,45% pada 2024 menjadi 27% pada 2025.

Di sektor keuangan, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,66% (yoy) pada akhir 2025, didukung insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Syariah sebesar Rp35 triliun, atau mencapai 4,49% dari batas 5,5%, per Desember 2025. Selain itu, kinerja pembiayaan syariah juga didukung oleh berbagai program akselerasi, termasuk Bulan Pembiayaan Syariah yang pada 2025 mencatat realisasi Rp939 miliar atau 60% di atas target Rp589 miliar.

“Capaian ini menunjukkan daya tahan dan kontribusi nyata sektor syariah terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Destry dalam penyelenggaraan seminar Sharia Economic and Financial Outlook (ShEFO) 2026 di Bank Indonesia, pada Jumat lalu (13/2/2026).

Kinerja positif juga tercermin dari peningkatan pemanfaatan instrumen lindung nilai syariah yang tumbuh 86,5% (yoy) menjadi US$466 juta. Di sektor keuangan sosial, penyaluran ZIS melalui BAZNAS hingga Triwulan II-2025 mencapai Rp52,5 triliun, meningkat 43% (ytd) dibandingkan 2024 sebesar Rp36,8 triliun. Inovasi blended finance melalui Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) juga tumbuh 22% (yoy) dengan outstanding akhir 2025 sebesar Rp1,4triliun.

Destry menuturkan peningkatan kinerja tersebut turut ditopang oleh penguatan literasi ekonomi dan keuangan syariah yang kini mencapai 50,18%, hampir dua kali lipat dibandingkan 2023.

“Melalui implementasi Blueprint Eksyar 2030 yang berfokus pada penguatan rantai nilai halal, optimalisasi pembiayaan, serta perluasan literasi dan inklusi, BI bersama OJK dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mempercepat transformasi sektor syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan,” paparnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa industri perbankan syariah mencatat kinerja membanggakan sepanjang 2025. Total aset mencapai all time high atau tertinggi sepanjang masa pada posisi Rp1.067,73 triliun atau tumbuh 8,92% (yoy). Sisi pembiayaan juga menunjukkan kinerja baik dengan nilai pembiayaan mencapai Rp705,22 triliun atau tumbuh 9,58% yoy.

Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp892,99 triliun atau tumbuh 10,14% yoy. OJK optimis tren positif ini berlanjut pada 2026, seiring prospek pertumbuhan ekonomi nasional, dengan tetap mencermati risiko geopolitik dan ketidakpastian global.

“Momentum ini menjadi modal penting untuk membangun industri perbankan syariah yang semakin resilient dan sustain,” kata Dian.

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia juga meluncurkan Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2026 sebagai wadah kolaborasi strategis lintas kementerian, lembaga, dan industri keuangan syariah untuk memperkuat akses pembiayaan sektor riil.

Kick-Off BPS 2026 ditandai dengan penandatanganan komitmen sinergi bersama 10 kementerian/lembaga, yaitu Bank Indonesia, KNEKS, OJK, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian ATR/BPN. Tahun ini, BPS diperkuat untuk menjangkau UMKM, start-up, dan industri halal melalui pelibatan perbankan syariah, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah, serta sektor keuangan sosial syariah, didukung optimalisasi platform digital business matching.

BI berharap BPS dapat memperkuat keterhubungan antara sektor riil dengan pembiayaan komersial dan sosial syariah guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berdaya saing.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

October 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .