• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
2 ‘Raja’ Penagih Utang di RI Bangun Bisnis bak Dinasti

2 ‘Raja’ Penagih Utang di RI Bangun Bisnis bak Dinasti

July 20, 2025
Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

July 26, 2026
Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

July 26, 2026
Upaya Mantri BRI Hadirkan Akses Perbankan di Pegunungan Toraja Utara

Upaya Mantri BRI Hadirkan Akses Perbankan di Pegunungan Toraja Utara

July 26, 2026
Video Viral Lubuk Pakam Jadi Pengingat, Ini Cara Aktivasi Rekening PIP

Video Viral Lubuk Pakam Jadi Pengingat, Ini Cara Aktivasi Rekening PIP

July 26, 2026
Bos Perusahaan Efek Yakin RI Pertahankan Posisi Emerging Market

Bos Perusahaan Efek Yakin RI Pertahankan Posisi Emerging Market

July 26, 2026
Pejabat RI Jadi Sopir Truk Angkut Beras, Warga Kaget Sampai Pingsan

Pejabat RI Jadi Sopir Truk Angkut Beras, Warga Kaget Sampai Pingsan

July 26, 2026
IPO Terheboh Sampai Pecah Rekor, Sekarang Sahamnya Dibuang Investor

IPO Terheboh Sampai Pecah Rekor, Sekarang Sahamnya Dibuang Investor

July 26, 2026
Utilitas Rendah, Pengusaha Elektronik Incar Pasar Ekspor Baru

Utilitas Rendah, Pengusaha Elektronik Incar Pasar Ekspor Baru

July 26, 2026
UMKM Teriak, Bisnis Makin Susah Gara-Gara Ulah Presiden

UMKM Teriak, Bisnis Makin Susah Gara-Gara Ulah Presiden

July 26, 2026
Bos Pusat Gadai Ungkap Strategi Bisnis Gadai Untuk Anak Muda

Bos Pusat Gadai Ungkap Strategi Bisnis Gadai Untuk Anak Muda

July 26, 2026
Video: Tekan Kredit Macet di Pindar – Pegadaian, Bos OJK Pesan Begini

Video: Tekan Kredit Macet di Pindar – Pegadaian, Bos OJK Pesan Begini

July 26, 2026
Allianz Akuisisi Unit Asuransi HSBC di Negeri Singa Senilai Rp 37,5 T

Allianz Akuisisi Unit Asuransi HSBC di Negeri Singa Senilai Rp 37,5 T

July 25, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, July 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

2 ‘Raja’ Penagih Utang di RI Bangun Bisnis bak Dinasti

1 year ago
in Lifestyle
2 ‘Raja’ Penagih Utang di RI Bangun Bisnis bak Dinasti
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Debt Collector makin dikenal bersama bertumbuhnya industri pinjaman online. Siapa sangka, Debt collector atau penagihan utang ternyata bisa juga menjadi ladang mata pencaharian yang digeluti oleh beberapa orang.

Tentunya, profesi ini tidak sembarang orang dapat melakukannya. Di Indonesia, ada beberapa orang kuat yang menguasai bisnis ini. Bila berbicara soal bisnis tagih-menagih ini, ada sejumlah sosok pendatang dari Indonesia Timur yang sangat populer. Antara lain John Kei, Hercules, dan Basri Sangaji.

John Kei tiba di Jakarta pada 1992. Jakarta menjadi tempat kabur John Kei yang terancam dipenjara oleh polisi Maluku dan Surabaya. Sedangkan Basri Sangaji pergi ke Jakarta murni untuk mengadu nasib. Lalu, Hercules tiba di ibukota dibawa oleh tentara karena dia pernah menjadi Tenaga Bantuan Operasi (TBO) Kopassus di Timor Timur.

Mereka bertiga punya kesamaan, yakni tidak memiliki keahlian apa pun untuk bertahan hidup di Jakarta, selain keberanian. Maka, mereka akhirnya memilih menjadi gelandangan dan preman. Hercules, misalnya, dia dikenal pada masa orde baru sebagai preman ternama. Ke mana-mana selalu membawa golok atau senjata tajam.

Menurut Ian Douglas Wilson dalam Politik Jatah Preman (2018), awalnya jasa mereka digunakan oleh para kelompok masyarakat untuk menjaga “ketertiban” suatu wilayah. Mulanya mereka hanya seorang diri, tetapi perlahan membentuk kelompok tersendiri.

Kelompok tersebut berisi orang-orang dari kampung halamannya masing-masing yang pergi merantau ke Jakarta. Jika dari Ambon, mereka berada di bawah kelompok John Kei dan Basri Sangaji. Kei sendiri berasal dari Pulau Kei dan Basri dari Pulau Haruku. Lalu, jika dari Timor, mereka di bawah Hercules.

Bagi para pendatang, ketiganya sosok kharismatik yang bisa diandalkan. Maka, tak jarang para pendatang itu mengikuti jejak serupa, yakni menjadi preman. Kelompok yang dipimpin mereka kerap ribut di Jakarta pada era 1990-an dan menyebabkan banyak orang terbunuh.

Masih mengutip Ian Douglas Wilson, mereka bekerja layaknya mafia yang sangat identik dengan dunia gelap. Perlahan mereka pun tak lagi menjadi preman penjaga ketertiban, tetapi melakukan aktivitas penagihan utang dan makelar tanah sejak tahun 1990.

Melansir Vice, tumbuhnya sektor keuangan dan perbankan swasta membuat anggota kelompok pimpinan John Kei dan lainnya menjadi debt collector atau penagih utang.

Hal ini kian marak ketika terjadi krisis ekonomi yang membuat banyak bank pailit dan meninggalkan kredit macet. Kredit macet itulah yang kemudian akan dikejar oleh para preman ke nasabah.

Selain itu, jasa mereka juga digunakan untuk menjaga tanah di Jakarta. Saat itu, lahan di Jakarta masih semrawut. Banyak kepemilikan ganda atas lahan di Jakarta. Akibatnya banyak penduduk yang memanfaatkan jasa dari orang Timur untuk menjaga lahannya.

Maraknya penggunaan kelompok mereka oleh perusahaan-perusahaan besar membuat nama ketiganya kian jaya dan kesohor. Sejak saat itulah mereka kemudian dikenal sebagai ‘Raja’ debt collector RI.

Bahkan, besarnya nama ketiganya bisa menciptakan gurita bisnis. Memang, bisnis penagihan utang tak selamanya formal, tetapi berkat ajaran ketiga raja tersebut, banyak anak buahnya yang mendirikan bisnis serupa.

Tak jarang pula ketiganya bersaing untuk memperebutkan wilayah kekuasaan.

Geng Hercules pernah terlibat perkelahian dan bentrokan dengan pemerintah termasuk kelompok dari Geng Basri Sangaji Pada 2002. Bahkan Hercules pernah menjadi tersangka pembunuhan Basri. Begitu pula John Kei yang juga pernah didakwa pembunuhan.

Meski para bosnya sudah tiada dan dipenjara, perselisihan antara kelompok mereka dengan etnis lain berakar kuat. Begitu juga dengan profesi debt collector yang makin identik dengan kelompok dari Indonesia Timur. Kebesaran nama mereka di bisnis penagihan utang tak tergantikan hingga kini.

Saat ini, John Kei sedang berada di balik jeruji besi untuk kesekian kalinya dalam kasus penyerangan terhadap saudaranya di Tangerang. Sementara, Hercules dikabarkan taubat dan menjalani hidup sebagai pengusaha biasa.

 

(luc/luc)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Raja Debt Collector RI Rintis Kejayaan dari Nol hingga Ditakuti Orang




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

July 26, 2026
Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

July 26, 2026
Upaya Mantri BRI Hadirkan Akses Perbankan di Pegunungan Toraja Utara

Upaya Mantri BRI Hadirkan Akses Perbankan di Pegunungan Toraja Utara

July 26, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .