• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Uni Eropa Kasih Sanksi ke Rusia, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Uni Eropa Kasih Sanksi ke Rusia, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

July 22, 2025
Dituduh PHK Sepihak, Bank Maybank Indonesia (BNII) Buka Suara

Dituduh PHK Sepihak, Bank Maybank Indonesia (BNII) Buka Suara

September 25, 2026
OJK Cabut Izin Usaha BPRS Musyawarah Ummat Indonesia

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Musyawarah Ummat Indonesia

September 25, 2026
OJK Siapkan Aturan Dapen Boleh Investasi di Luar Negeri, Ini Alasannya

OJK Siapkan Aturan Dapen Boleh Investasi di Luar Negeri, Ini Alasannya

September 25, 2026
Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, OJK Buka Suara

Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, OJK Buka Suara

September 25, 2026
Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Regulataor Buka Suara

Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Regulataor Buka Suara

September 25, 2026
Aturan Pelaporan Insidential di Pasar Modal Terbit, Berlaku 1 Oktober

Aturan Pelaporan Insidential di Pasar Modal Terbit, Berlaku 1 Oktober

September 25, 2026
Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?

Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?

September 25, 2026
Jelang Akhir Pekan IHSG Melemah 0,82% ke 6.247, Saham Bank Jadi Beban

Jelang Akhir Pekan IHSG Melemah 0,82% ke 6.247, Saham Bank Jadi Beban

September 25, 2026
Suku Bunga The Fed Diramal Naik 2x Lagi, Ini Efeknya ke Rupiah

Suku Bunga The Fed Diramal Naik 2x Lagi, Ini Efeknya ke Rupiah

September 25, 2026
Ram Jethmal Punjabi Borong Saham RAAM 918.300 Lembar

Ram Jethmal Punjabi Borong Saham RAAM 918.300 Lembar

September 25, 2026
Breaking, IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% lebih Jelang Pasar Tutup

Breaking, IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% lebih Jelang Pasar Tutup

September 25, 2026
Jelang Akhir Sesi II, IHSG Anjlok 1% ke Level 6.232

Jelang Akhir Sesi II, IHSG Anjlok 1% ke Level 6.232

September 25, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, September 25, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Uni Eropa Kasih Sanksi ke Rusia, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

1 year ago
in Market
Uni Eropa Kasih Sanksi ke Rusia, Harga Minyak Dunia Turun Tipis
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia- Harga minyak dunia kembali merosot pada perdagangan Selasa pagi pukul 9:10 WIB (22/7/2025), seiring minimnya dampak sanksi Uni Eropa (UE) terhadap Rusia.

Melansir dari Refinitiv, kontrak minyak Brent (LCOc1) untuk pengiriman September 2025 berada di level US$68,64 per barel, melemah dibanding saat penutupan sehari sebelumnya yang berada di US$69,21 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) berada di US$66,7 per barel, turun dari posisi US$67,2 per barel.

Penurunan harga minyak ini mencerminkan pasar yang tidak terkejut dengan paket sanksi ke-18 UE terhadap Rusia, meski langkah tersebut menargetkan eksportir produk olahan seperti Nayara Energy. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan Rusia telah memiliki “kekebalan” terhadap tekanan ekonomi Barat, sehingga pasokan energi Rusia ke pasar global belum terganggu secara signifikan.

Penurunan harga ini relatif tipis, mengindikasikan pasar masih melihat fundamental pasokan global stabil.

Walaupun paket sanksi terbaru UE sempat memicu kekhawatiran pasokan, kenyataannya Rusia masih dapat mengalihkan ekspor minyak ke pasar Asia, sehingga tidak terjadi gangguan besar.

Reuters melaporkan, Amerika Serikat juga tengah mempertimbangkan sanksi tambahan bagi pembeli minyak Rusia jika Moskow tidak menyepakati gencatan senjata dalam 50 hari. Namun pasar menilai langkah ini belum memberikan efek langsung, sehingga harga tetap bergerak dalam rentang sempit.

Tekanan harga juga dipengaruhi oleh proyeksi permintaan global yang moderat. Investor menunggu rilis data stok minyak mentah AS pekan ini untuk melihat arah permintaan di musim panas. Jika stok turun signifikan, harga berpotensi rebound. Namun, jika pasokan tetap melimpah, tren koreksi masih bisa berlanjut.

Dengan pasar yang masih dipengaruhi geopolitik Rusia-Ukraina dan potensi sanksi baru AS, volatilitas harga minyak diperkirakan tetap terjaga dalam jangka pendek. Investor kini fokus pada data makroekonomi dan kebijakan OPEC+ sebagai penentu arah berikutnya.

CNBC Indonesia

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Efek Tarif Trump, Harga Minyak Dunia Rontok




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Dituduh PHK Sepihak, Bank Maybank Indonesia (BNII) Buka Suara

Dituduh PHK Sepihak, Bank Maybank Indonesia (BNII) Buka Suara

September 25, 2026
OJK Cabut Izin Usaha BPRS Musyawarah Ummat Indonesia

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Musyawarah Ummat Indonesia

September 25, 2026
OJK Siapkan Aturan Dapen Boleh Investasi di Luar Negeri, Ini Alasannya

OJK Siapkan Aturan Dapen Boleh Investasi di Luar Negeri, Ini Alasannya

September 25, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .