Jakarta, CNBC Indonesia- Perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat dan sekutunya Israel memberi dampak cukup besar bagi ekonomi dan pasar keuangan global. Kondisi ini sejalan dengan penutupan Selat Hormuz yang mengganggu rantai pasok energi dan pangan nasional hingga inflasi terancam melonjak dan suku bunga bisa ikut dinaikkan.
Direktur Ashmore Asset Management, Steven Satya Yudha memandang jika perang Timur Tengah berlangsung makin lama maka harga minyak berpotensi akan terus naik sehingga dapat mengerek angka inflasi.
Di tengah ancaman eskalasi perang yang meluas, investor fokus pada “kualitas dan likuiditas” dalam mencari sektor dan instrumen investasi pasar modal. Saat ini aliran dana ke Dolar AS masih tinggi karena masih menjadi “safe haven” meski imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan.
Seperti apa dampak perang ke arah investasi investor jumbo? Selengkapnya simak ulasan Syarifah Rahma dengan Direktur Ashmore Asset Management, Steven Satya Yudha dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Rabu, 01/04/2026)



















