• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Penyebab IHSG Rebound, Naik Nyaris 2% Hari Ini

Penyebab IHSG Rebound, Naik Nyaris 2% Hari Ini

April 1, 2026
Sejumlah Perusahaan Asuransi Kompak Telah Kasih Lapkeu, Ada Apa?

Sejumlah Perusahaan Asuransi Kompak Telah Kasih Lapkeu, Ada Apa?

April 1, 2026
Tegas! OJK Bakal Buka Nama-Nama Emiten & Pelaku Goreng Saham

Tegas! OJK Bakal Buka Nama-Nama Emiten & Pelaku Goreng Saham

April 1, 2026
Rencana Pungutan Bea Keluar Batu Bara, Emiten Mana Paling Terpukul?

Rencana Pungutan Bea Keluar Batu Bara, Emiten Mana Paling Terpukul?

April 1, 2026
OJK Ungkap Syarat Bisa Ajukan Paket Direksi Bursa Efek Indonesia

OJK Ungkap Syarat Bisa Ajukan Paket Direksi Bursa Efek Indonesia

April 1, 2026
MBG Sudah Serap Rp 1,21 Triliun Pembiayaan dari Lembaga Keuangan

MBG Sudah Serap Rp 1,21 Triliun Pembiayaan dari Lembaga Keuangan

April 1, 2026
Trump Kasih Sinyal Setop Perang, IHSG & Rupiah Ditutup Menguat

Trump Kasih Sinyal Setop Perang, IHSG & Rupiah Ditutup Menguat

April 1, 2026
Nah Loh, Menteri Trump Ketahuan Cawe-Cawe Saham di Perang Iran

Nah Loh, Menteri Trump Ketahuan Cawe-Cawe Saham di Perang Iran

April 1, 2026
Construction Before Permits? New Allegations Add Pressure on Adrian Campbell and Kinnara

Construction Before Permits? New Allegations Add Pressure on Adrian Campbell and Kinnara

April 1, 2026
Bank Danamon (BDMN) Sepakat Tebar Dividen Rp1,4 T dan Ganti Dirut

Bank Danamon (BDMN) Sepakat Tebar Dividen Rp1,4 T dan Ganti Dirut

April 1, 2026
Strategi Investor Jumbo Saat Perang Iran Vs AS Berlangsung Lama

Strategi Investor Jumbo Saat Perang Iran Vs AS Berlangsung Lama

April 1, 2026
Perang Iran-AS Bikin Industri Semen RI Makin Berat

Perang Iran-AS Bikin Industri Semen RI Makin Berat

April 1, 2026
Penyebab Rupiah Melemah & Merosot ke Rp 17.000 Per Dolar AS

Penyebab Rupiah Melemah & Merosot ke Rp 17.000 Per Dolar AS

April 1, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, April 1, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Penyebab IHSG Rebound, Naik Nyaris 2% Hari Ini

12 hours ago
in Market
Penyebab IHSG Rebound, Naik Nyaris 2% Hari Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang hari ini, Rabu (1/4/2026). IHSG ditutup naik nyaris 2% atau 136,22 poin ke level 7.184,44. 

Sebanyak 494 saham naik, 224 turun, dan 240 tidak bergerak. Nilai transaksi hari ini mulai ramai, meskipun masih belum menyamai rata-rata nilai transaksi harian pada awal tahun. 

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 16,44 triliun, melibatkan 29,99 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar terkerek menjadi Rp 12.650 triliun. 

Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona hijau. Utilitas, bahan baku, dan konsumer non-primer memimpin penguatan, dengan masing-masing naik 4%, 3,66%, dan 3,09%.

Sejumlah saham konglomerat menopang IHSG. Impack Pratama (IMPC) yang naik 21,6% dan berkontribusi 10,17 poin menjadi saham dengan bobot terbesar. 

Kemudian diikuti oleh Telkom (TLKM) yang menyumbang 9,48 poin, Barito Renewables Energy (BREN) 9,26 poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 8,95 poin, dan Bumi Resources Minerals (BRMS) 7,48 poin. 

Di kawasan, bursa Asia-Pasifik juga kompak menguat. Kospi di Korea Selatan terbang 8,44% dan Nikkei di Jepang melesat 5,24%. Kemudian ASX200 di Australia naik 2,24% dan Hang Seng naik 2,04%. 

Tekanan pasar hari ini mereda seiring dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan pada Selasa waktu setempat bahwa perang dengan Iran mungkin akan berakhir dalam dua atau tiga minggu. Ia pun mengatakan menjadi tanggung jawab negara lain untuk mengamankan jalur pelayaran minyak Selat Hormuz yang vital.

Trump yang berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, mengatakan Amerika akan meninggalkan Iran “segera”, mungkin dalam “dua minggu, mungkin tiga minggu”. “Tapi kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini,” tegasnya.

“Kami ingin menghancurkan setiap hal yang mereka miliki,” kata Trump sebelum menambahkan bahwa “ada kemungkinan kita akan membuat kesepakatan sebelum itu”.

Selain itu, Gedung Putih juga mengumumkan bahwa Trump akan berpidato kepada bangsa pada pukul 21.00 hari Rabu “untuk memberikan pembaruan penting tentang Iran”.

Akan tetapi perlu diketahui bahwa Trump sebelumnya telah berubah-ubah pendirian mengenai apakah Washington berencana untuk meningkatkan perang yang telah mengacaukan ekonomi dunia, dengan menyebut mungkin mengerahkan pasukan darat Amerika atau mencoba mengakhirinya melalui negosiasi dengan Teheran.

Dalam perkembangan terbaru, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bertukar pesan dengan Amerika Serikat (AS), baik secara langsung maupun melalui negara-negara di kawasan, di tengah perang AS-Israel yang terus berlangsung terhadap Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera pada Rabu, (01/04/2026), Araghchi menegaskan bahwa adanya kontak dengan AS tersebut bukan berarti Teheran sedang melakukan negosiasi formal dengan Washington.

“Saya menerima pesan dari utusan khusus AS Steve Witkoff secara langsung, seperti sebelumnya, dan ini tidak berarti kami sedang dalam negosiasi,” kata Araghchi.

Dari dalam negeri, pemerintah telah mengumumkan kebijakan untuk mengantisipasi dampak rambatan konflik di Timur Tengah. Sebagaimana diketahui perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah membuat gejolak harga energi dunia.

Di antaranya adalah pemberlakuan work from home atau WFH satu kali dalam sepekan untuk ASN, yakni hari Jumat, penghematan BBM, refocusing anggaran serta perubahan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan delapan poin kebijakan ini merupakan langkah mitigasi terhadap dinamika global sekaligus momentum langkah transformasi dan perubahan.

“Program kebijakan ini disebut dengan 8 Butir Kebijakan Transformasi Budaya Kerja Nasional dan Kebijakan Energi Pemerintah,” ucap Airlangga saat konferensi pers secara live dari Seoul pada Selasa (30/3/2026).

Kendati demikian, pasar juga masih dibayangi tantangan dari sektor energi. Pemerintah memang memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi belum naik per 1 April 2026 dan pasokan energi domestik tetap aman, tetapi gejolak harga energi global akibat perang di Timur Tengah tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Selasa (31/3/2026) menegaskan bahwa pemerintah belum akan menaikkan harga BBM non-subsidi per 1 April 2026.

“Terkait dengan urusan BBM Pertadex atau solar kualitas tinggi belum ada penyesuaian harga dan apa yang disampaikan Mensesneg itu sama tidak kurang dan tidak lebih. Tentu dengan fluktuasi harga dunia kami juga akan kaji sesuai perkembangan dunia,” kata Bahlil dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga memastikan pasokan energi domestik masih dalam kondisi aman. Dia menyebut cadangan BBM, baik solar, bensin, avtur, maupun LPG, saat ini berada di atas standar minimum nasional.

(mkh/mkh)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Sejumlah Perusahaan Asuransi Kompak Telah Kasih Lapkeu, Ada Apa?

Sejumlah Perusahaan Asuransi Kompak Telah Kasih Lapkeu, Ada Apa?

April 1, 2026
Tegas! OJK Bakal Buka Nama-Nama Emiten & Pelaku Goreng Saham

Tegas! OJK Bakal Buka Nama-Nama Emiten & Pelaku Goreng Saham

April 1, 2026
Rencana Pungutan Bea Keluar Batu Bara, Emiten Mana Paling Terpukul?

Rencana Pungutan Bea Keluar Batu Bara, Emiten Mana Paling Terpukul?

April 1, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .