• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Sempat Balik Arah, Ini Penyebab IHSG Gagal Tutup di Zona Hijau

Sempat Balik Arah, Ini Penyebab IHSG Gagal Tutup di Zona Hijau

April 16, 2026
Bos BI Bagikan 3 Kuncian Ketahanan Ekonomi RI ke Investor AS

Bos BI Bagikan 3 Kuncian Ketahanan Ekonomi RI ke Investor AS

April 16, 2026
S&P Pertahankan Rating Indonesia BBB & Outlook Stabil

S&P Pertahankan Rating Indonesia BBB & Outlook Stabil

April 16, 2026
Dua Hari ARA, Emiten Ini Ternyata Ganti Pengendali

Dua Hari ARA, Emiten Ini Ternyata Ganti Pengendali

April 16, 2026
Video: Peta Cuan Emiten Consumer Goods: Unilever Melejit, GGRM Bangkit

Video: Peta Cuan Emiten Consumer Goods: Unilever Melejit, GGRM Bangkit

April 16, 2026
Saham Big Caps & Energi Dilego Hingga IHSG Anjlok Ke Zona Merah

Saham Big Caps & Energi Dilego Hingga IHSG Anjlok Ke Zona Merah

April 16, 2026
Mau Caplok Anak Usaha Emiten Prajogo, SINI Rights Issue Rp3,6 Triliun

Mau Caplok Anak Usaha Emiten Prajogo, SINI Rights Issue Rp3,6 Triliun

April 16, 2026
Bank Woori Saudara Umumkan Presiden Direktur Baru Han Chang Sik

Bank Woori Saudara Umumkan Presiden Direktur Baru Han Chang Sik

April 16, 2026
Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Jadi Rp 17.125

Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Jadi Rp 17.125

April 16, 2026
Kelas Cuan Siap Kupas Potensi Batu Bara Bareng Pelaku Industri

Kelas Cuan Siap Kupas Potensi Batu Bara Bareng Pelaku Industri

April 16, 2026
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Jadi Rp 17.125

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Jadi Rp 17.125

April 16, 2026
Aset Investasi Pilihan Dana Pensiun di Tengah Sentimen Perang

Aset Investasi Pilihan Dana Pensiun di Tengah Sentimen Perang

April 16, 2026
Serbu! Ada Lowongan Manager Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN

Serbu! Ada Lowongan Manager Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN

April 16, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, April 16, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Sempat Balik Arah, Ini Penyebab IHSG Gagal Tutup di Zona Hijau

8 hours ago
in ENTREPRENEUR
Sempat Balik Arah, Ini Penyebab IHSG Gagal Tutup di Zona Hijau
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis (16/4/2026), setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari.

IHSG ditutup di level 7.621,38, turun 2,21 poin atau 0,03%. Sejak pembukaan, IHSG sebenarnya sempat bergerak di zona hijau dan menyentuh level tertinggi di kisaran 7.705, tetapi tekanan jual mulai meningkat menjelang siang hingga indeks sempat terperosok ke area 7.575.

Pada sesi II,IHSG mencoba rebound namun akhirnya kembali ditutup tipis di zona merah. Sebanyak 385 saham naik, 326 saham turun, dan 248 saham stagnan.

Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat cukup ramai dengan total sekitar Rp17,88 triliun dan volume mencapai 37,19 miliar saham, dengan frekuensi transaksi sekitar 2,58 juta kali.

Kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp13.584 triliun.

Adapun mengutip Refinitiv, IHSG ditopang Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) menjadi penopang utama dengan kontribusi 8,64 indeks poin. Saham emiten rumah sakit milik Dato Sri Tahir ini melesat 15,27% ke level 15.100 hari ini. 

Akan tetapi kinerja SRAJ tidak mampu membendung koreksi IHSG yang disebabkan oleh merosotnya saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan Barito Pacific (BRPT). DSSA yang turun 2,09% dan BRPT -4,62% masing-masing menyeret IHSG sebesar 7,94 poin dan 6,75 poin. 

Sementara itu, bursa Asia mayoritas di zona hijau hari ini. Nikkei naik 2,38%, Kospi naik 2,21%, dan HSI 1,72%. 

Hal itu seiring dengan kondisi geopolitik yang mendapatkan angin segar. Pemerintahan Trump menyampaikan optimisme pada Rabu mengenai peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran, sembari memperingatkan tekanan ekonomi yang semakin besar terhadap Teheran jika tetap bersikap keras kepala.

Trump mengatakan perang yang dilancarkannya bersama Israel sejak akhir Februari hampir berakhir, meskipun blokade pelayaran yang diumumkannya mulai berlaku dan lalu lintas melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah tingkat normal.

Amerika Serikat memperingatkan bahwa mereka dapat menambah sanksi sekunder terhadap pembeli minyak Iran sebagai upaya meningkatkan posisi tawar menjelang negosiasi lanjutan, hanya beberapa pekan setelah Washington melonggarkan penegakan sebagian sanksi energi terhadap Iran.

Pejabat AS dan Iran sedang mempertimbangkan kembali ke Pakistan untuk pembicaraan lanjutan secepat akhir pekan ini, setelah negosiasi pada Minggu berakhir tanpa terobosan. Panglima militer Pakistan tiba di Teheran pada Rabu untuk mencoba mencegah pecahnya kembali konflik.

Militer Pakistan mengonfirmasi bahwa Field Marshal Asim Munir telah tiba di Teheran. Sumber senior Iran kepada Reuters mengatakan Munir, yang memediasi putaran pembicaraan terakhir, akan berupaya “memperkecil perbedaan” antara kedua pihak. Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menulis di X menyambut Munir dan mengatakan Iran berkomitmen “mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan.”

Pembicaraan akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan untuk mengakhiri perang, yang dimulai Trump bersama Israel pada 28 Februari, memicu serangan Iran ke negara-negara Teluk dan kembali memanaskan konflik antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.

Dalam perkembangan lain, di World Economic Outlook edisi April 2026, IMF merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1% pada 2026 dan 3,2% pada 2027. Angka ini merupakan laju pertumbuhan terlemah dalam dua dekade terakhir. IMF turut memaparkan skenario terburuk jika konflik di Timur Tengah meluas dan merusak infrastruktur energi.

Dalam skenario berat tersebut, pertumbuhan global diproyeksikan anjlok hingga ke level 2%, dengan tingkat inflasi global melonjak melebihi 6% pada tahun 2027.

Di tengah bayang-bayang pesimisme global, perekonomian Indonesia dinilai memiliki daya tahan yang solid. IMF memproyeksikan Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% pada tahun 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi China di level 4,4% dan Filipina di 4,1%, meski masih di bawah India yang diproyeksikan tumbuh 6,5%. Inflasi domestik juga diperkirakan terkendali di kisaran 3% untuk tahun ini.

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,0% pada 2026, dari 5,1% pada proyeksi sebelumnya.

Kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia semakin kuat. Dalam pertemuan di sela-sela IMF Spring Meetings, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyebut Indonesia sebagai “titik terang” di tengah perekonomian dunia.

Predikat ini didasarkan pada konsistensi pemerintah menjaga defisit fiskal di bawah 3% dari PDB, serta bauran kebijakan Bank Indonesia yang adaptif dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan likuiditas makroekonomi.

(mkh/mkh)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos BI Bagikan 3 Kuncian Ketahanan Ekonomi RI ke Investor AS

Bos BI Bagikan 3 Kuncian Ketahanan Ekonomi RI ke Investor AS

April 16, 2026
S&P Pertahankan Rating Indonesia BBB & Outlook Stabil

S&P Pertahankan Rating Indonesia BBB & Outlook Stabil

April 16, 2026
Dua Hari ARA, Emiten Ini Ternyata Ganti Pengendali

Dua Hari ARA, Emiten Ini Ternyata Ganti Pengendali

April 16, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .