• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ini Penyebab IHSG Galau, Pagi Hijau Siang Merah

Ini Penyebab IHSG Galau, Pagi Hijau Siang Merah

April 20, 2026
Skandal Besar! Presiden RI dan Satu Dunia Kena Tipu

Skandal Besar! Presiden RI dan Satu Dunia Kena Tipu

July 5, 2026
KB Bank PHK Ratusan Karyawan, OJK Buka Suara

KB Bank PHK Ratusan Karyawan, OJK Buka Suara

July 5, 2026
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Bank Mandiri, BRI, BNI per Juli 2026

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Bank Mandiri, BRI, BNI per Juli 2026

July 5, 2026
Pria India Ubah Rp1 Juta Jadi Rp104 Triliun, Ini Rahasianya

Pria India Ubah Rp1 Juta Jadi Rp104 Triliun, Ini Rahasianya

July 5, 2026
Putuskan Berhenti Jadi Polisi, Pria Ini Raup Rp216 Miliar Berkat ATM

Putuskan Berhenti Jadi Polisi, Pria Ini Raup Rp216 Miliar Berkat ATM

July 5, 2026
Terbukti Korupsi, Menteri RI Divonis Mati dan Hartanya Ludes Disita

Terbukti Korupsi, Menteri RI Divonis Mati dan Hartanya Ludes Disita

July 5, 2026
Aturan Baru Berlaku, Bank-Bank Ini Terancam Setop Operasi

Aturan Baru Berlaku, Bank-Bank Ini Terancam Setop Operasi

July 4, 2026
Pakar Ingatkan Jangan Timbun Uang Tunai, Cek Aturan Saldo Minimum Bank

Pakar Ingatkan Jangan Timbun Uang Tunai, Cek Aturan Saldo Minimum Bank

July 4, 2026
BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

July 4, 2026
Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

July 4, 2026
Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

July 4, 2026
Jurus Bisnis Karoseri Ekspansi ke Luar Negeri & Sambut Era EV

Jurus Bisnis Karoseri Ekspansi ke Luar Negeri & Sambut Era EV

July 4, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, July 5, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Ini Penyebab IHSG Galau, Pagi Hijau Siang Merah

3 months ago
in ENTREPRENEUR
Ini Penyebab IHSG Galau, Pagi Hijau Siang Merah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi di zona merah, Senin (20/4/2026). Indeks parkir di level 7.621,58, turun 12,42 poin atau -0,16%. 

Sebanyak 387 saham turun, 305 naik, dan 267 stagnan. Nilai transaksi hingga siang ini mencapai Rp 9,36 triliun, melibatkan 23,1 miliar saham dalam 1,49 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merosot jadi Rp 13.571 triliun.

Dua saham perbankan tercatat menjadi saham yang paling banyak ditransaksikan. BBCA mencatat total transaksi Rp 1,17 triliun dan BBRI Rp 903,9 miliar. Selain itu emiten Bakrie, BRMS juga banyak ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 715,3 miliar. 

Mengutip Refinitiv, ketiga saham tersebut juga menjadi penopang IHSG agar tidak jatuh lebih dalam. Akan tetapi tidak cukup kuat untuk menahan koreksi emiten-emiten Prajogo Pangestu. 

BRPT yang merosot 4,93% ke level 2.120 mengikis IHSG sebesar 6,19 poin. Lalu BREN yang turun 2,26% menyeret IHSG sebesar 5,53 indeks poin. Emiten Prajogo lain yang juga masuk dalam daftar top laggards siang ini adalah CUAN (-2,2 indeks poin) dan TPIA (-2,07 indeks poin). 

Sebagai informasi, pagi tadi IHSG membuka perdagangan dengan kenaikan 0,39%. Kendati sempat merosot ke zona merah pada awal-awal perdagangan, tetapi IHSG berhasil kembali memantul ke atas. 

Akan tetapi menjelang akhir sesi 1, IHSG tidak mampu membendung tekanan dan berakhir di zona merah. 

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih volatile sepanjang pekan ini setelah Iran kembali memblokade Selat Hormuz setelah sempat menyampaikan gencatan senjata.

Di luar dinamika perang, pelaku pasar akan menyoroti keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diumumkan pada Rabu pekan ini.

Pengiriman melalui Selat Hormuz terhenti total pada Minggu setelah Iran kembali menegaskan kendali atas jalur perairan strategis yang menjadi kunci pasokan energi global, hanya beberapa hari sebelum gencatan senjata rapuh dengan Amerika Serikat dijadwalkan berakhir.

Negosiator utama Iran mengatakan pembicaraan terbaru dengan AS menunjukkan kemajuan, sementara Presiden Donald Trump menyebut ada “percakapan yang sangat baik” dengan Teheran.

Namun, kedua pihak tidak memberikan rincian spesifik. Kepala negosiator Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan kedua negara masih memiliki perbedaan besar terkait isu nuklir dan Selat Hormuz, dua hambatan utama dalam negosiasi.

Amerika Serikat menyatakan telah menyita kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade, sementara Iran mengancam akan membalas. Situasi ini memicu kekhawatiran gencatan senjata kedua negara bisa runtuh sebelum berakhir pekan ini.

Iran juga menolak putaran baru perundingan damai yang direncanakan AS di Islamabad, sehingga prospek perdamaian makin tidak pasti.

Ketegangan ini membuat harga minyak melonjak. Minyak Brent crude naik sekitar 7% ke US$96,85 per barel, sementara futures S&P 500 turun 0,9% di awal perdagangan Asia.

Perang yang kini memasuki pekan kedelapan disebut telah memicu guncangan pasokan energi global paling parah dalam sejarah, terutama akibat gangguan di Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Pada Sabtu, Iran yang sebelumnya mengumumkan akan mengizinkan kapal melintas di Hormuz, berbalik arah dengan menuduh Washington melanggar perjanjian gencatan senjata karena tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dari dalam negeri, agenda yang paling ditunggu oleh para pelaku pasar adalah pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Selasa dan Rabu pekan ini (21-22/4/2026). Pada pertemuan bulan sebelumnya, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%.

Langkah tersebut sejalan dengan fokus utama bank sentral untuk memitigasi dampak rambatan global dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Posisi Rupiah sebelumnya sempat mengalami tekanan hingga menyentuh Rp16.985 per dolar AS pada pertengahan Maret, yang dipicu oleh sentimen penghindaran risiko di pasar global.

BI juga akan mempertimbangkan dinamika laju inflasi domestik yang meningkat menjadi 4,76% secara tahunan pada Februari lalu. Mengingat realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2025 yang solid di level 5,39%, Bank Indonesia dinilai masih memiliki ruang kebijakan yang memadai untuk mengelola stabilitas moneter.

(mkh/mkh)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Skandal Besar! Presiden RI dan Satu Dunia Kena Tipu

Skandal Besar! Presiden RI dan Satu Dunia Kena Tipu

July 5, 2026
KB Bank PHK Ratusan Karyawan, OJK Buka Suara

KB Bank PHK Ratusan Karyawan, OJK Buka Suara

July 5, 2026
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Bank Mandiri, BRI, BNI per Juli 2026

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Bank Mandiri, BRI, BNI per Juli 2026

July 5, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .