• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Minyak Melemah ke US, Pasar Tunggu Perundingan AS-Iran

Harga Minyak Melemah ke US$94, Pasar Tunggu Perundingan AS-Iran

April 21, 2026
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

October 22, 2026
Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

October 22, 2026
Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

October 22, 2026
MSCI Mau Turunkan Status RI, Kemlu Siapkan Jurus Ini

MSCI Mau Turunkan Status RI, Kemlu Siapkan Jurus Ini

October 22, 2026
Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia Boncos US Miliar

Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia Boncos US$30 Miliar

October 22, 2026
Aksi Borong Besar-Besaran, Belasan Saham BUMN Menguat

Aksi Borong Besar-Besaran, Belasan Saham BUMN Menguat

October 22, 2026
Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

October 22, 2026
Danantara Bidik Investasi USD 30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026

Danantara Bidik Investasi USD 30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026

October 22, 2026
Saham-Saham BUMN Diborong, Kawal IHSG Parkir di Zona Hijau

Saham-Saham BUMN Diborong, Kawal IHSG Parkir di Zona Hijau

October 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 22, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Harga Minyak Melemah ke US$94, Pasar Tunggu Perundingan AS-Iran

6 months ago
in Lifestyle
Harga Minyak Melemah ke US, Pasar Tunggu Perundingan AS-Iran
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Selasa pagi (21/4/2026), setelah reli tajam sehari sebelumnya. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke peluang perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diperkirakan berlangsung pekan ini, di tengah gangguan pasokan dari Selat Hormuz yang belum sepenuhnya reda.

Berdasarkan Refinitiv hingga pukul 09.30 WIB, kontrak Brent berada di US$94,92 per barel, turun dari penutupan sebelumnya US$95,48 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$88,50 per barel, lebih rendah dari posisi Senin di US$89,61 per barel.



Meski terkoreksi pagi ini, level harga minyak masih bertahan tinggi. Dalam delapan hari perdagangan terakhir, Brent telah melonjak dari US$94,75 pada 8 April ke US$94,92 hari ini, sempat menyentuh area US$99 pada 13 April dan 16 April. WTI bahkan bergerak jauh lebih volatil, dari US$94,41 pada 8 April, melonjak ke US$99,08 pada 13 April, lalu anjlok ke kisaran US$83,85 pada 17 April sebelum kembali naik ke US$88,50 pagi ini.

Melansir Ruters, pergerakan liar tersebut lahir dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Reuters melaporkan Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Senin, jalur laut vital yang dilewati sekitar seperlima suplai minyak dunia. Di saat yang sama, Amerika Serikat menyita kapal kargo Iran sebagai bagian dari blokade pelabuhan negara tersebut.

Namun reli harga mulai mendingin karena pasar melihat peluang gencatan senjata diperpanjang, atau bahkan lahir kesepakatan baru dalam pembicaraan pekan ini. Seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran masih mempertimbangkan kehadiran dalam perundingan damai di Pakistan, yang diinisiasi Islamabad untuk meredakan konflik.

Artinya, pasar kini berada di dua kutub besar: ancaman pasokan yang nyata, dan harapan diplomasi yang belum pasti. Selama dua faktor ini bertarung, harga minyak rawan bergerak cepat ke dua arah dalam waktu singkat.

Citigroup memperkirakan bila gangguan di Selat Hormuz berlangsung satu bulan lagi, total kehilangan pasokan global dapat mencapai 1,3 miliar barel, dengan harga minyak berpotensi mendekati US$110 per barel pada kuartal II-2026. Skenario ini cukup masuk akal mengingat jalur tersebut merupakan nadi ekspor minyak Teluk Persia.

Dampak lonjakan harga sudah mulai terasa di sisi konsumsi. Societe Generale memperkirakan permintaan minyak global sejauh ini turun sekitar 3% akibat harga energi yang terlalu tinggi. Saat harga melonjak tajam, industri dan konsumen biasanya mulai menahan penggunaan bahan bakar.

Kuwait bahkan telah menyatakan force majeure atas pengiriman minyak karena blokade Hormuz. Jika negara-negara produsen Teluk mulai terganggu ekspornya, tekanan harga dapat bertahan lebih lama dari perkiraan awal.

Untuk saat ini, level US$95 Brent menjadi area psikologis penting. Bila negosiasi damai berjalan mulus, harga bisa terkoreksi lebih dalam menuju kisaran US$90. Namun jika pembicaraan gagal dan Selat Hormuz tetap tersendat, pasar berpeluang kembali menyerang area US$100 hingga US$110 per barel.

CNBC Indonesia

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .