• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Pengumuman MSCI Terbaru Bikin Investor Waspada, Sorot Hal Ini

Pengumuman MSCI Terbaru Bikin Investor Waspada, Sorot Hal Ini

April 22, 2026
Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

October 24, 2026
Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

October 24, 2026
Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

October 24, 2026
2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

October 24, 2026
Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

October 24, 2026
Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

October 24, 2026
Ungkap Efek Penilaian MSCI ke Minat Investasi & IPO Saham

Ungkap Efek Penilaian MSCI ke Minat Investasi & IPO Saham

October 24, 2026
2 Pengusaha Properti Bangkrut Rampok Bank Rp157 M, Ditangkap-Diampuni

2 Pengusaha Properti Bangkrut Rampok Bank Rp157 M, Ditangkap-Diampuni

October 24, 2026
Ekspansi Panas Bumi 1 GW, Geo Dipa Energi Bakal Rilis Obligasi

Ekspansi Panas Bumi 1 GW, Geo Dipa Energi Bakal Rilis Obligasi

October 24, 2026
700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

October 24, 2026
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, October 24, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Pengumuman MSCI Terbaru Bikin Investor Waspada, Sorot Hal Ini

6 months ago
in Market
Pengumuman MSCI Terbaru Bikin Investor Waspada, Sorot Hal Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Para investor saat ini sedang mengambil sikap hati-hati atau wait and see dalam keputusan berinvestasi di pasar modal. Sebab, pengumuman dari Morgan Stanley Composite Indeks (MSCI) kali ini dianggap bukan sekedar pengumuman biasa.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pengumuman MSCI kali ini cenderung berdampak negatif jangka pendek karena tidak ada penambahan saham atau kenaikan bobot, sementara isu utama seperti free float dan transparansi masih tetap disorot.

“Sehingga dana asing yang biasanya masuk saat rebalancing menjadi tertahan, dan beberapa saham berpotensi mengalami tekanan jual, sehingga IHSG ikut melemah,” ujarnya saat dihubungi oleh CNBC Indonesia, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, ada perbedaan yang kontras pada sikap investor asing dan domestik. Investor asing melihatnya sebagai sinyal kehati-hatian pada kualitas dan aksesibilitas pasar Indonesia, bukan sekadar perubahan indeks biasa.

“Fokus asing adalah pada likuiditas, transparansi, dan governance, sehingga mereka cenderung menahan diri atau bersikap underweight sampai ada kejelasan perbaikan,” sebutnya.

Sebaliknya, investor domestik baik institusi maupun ritel lebih melihat ini sebagai peluang dan tidak sepenuhnya negatif.

Meskipun demikian, Ia menambahkan, pelemahan IHSG yang bergerak di sekitar 7.500 an tidak separah sebelumnya karena telah diperkirakan sebelumnya oleh para pelaku pasar.

“Pasar sudah priced in, dan tidak ada downgrade status yang lebih serius. Selain itu, investor domestik cukup berperan menahan tekanan, sehingga dampaknya lebih terbatas,” imbuhnya.

Sementara Analis MNC Sekuritas Herditya mengatakan, pengumuman MSCI ini merupakan lanjutan dari perkembangan permintaan MSCI terhadap pasar saham Indonesia beberapa waktu lalu, yang saat ini sudah mulai dipenuhi oleh regulator pasar modal.

Menurutnya, mulai ada pemenuhan syarat dan reformasi pasar modal yang dilakukan oleh regulator, sehingga investor tidak terlalu panik dan masih memantau perkembangan selanjutnya.

Meskipun demikian, Ia menambahkan, kategori kerangka kerja High Shareholding Concentration (HSC) memang menjadi cermatan dari MSCI, sehingga pada pengumuman kemarin emiten-emiten tersebut terdapat potensi dikeluarkan dari konstituen.

“Hal tersebut berarti, diperkirakan akan ada tekanan jual bagi emiten-emiten yang masuk list HSC dalam konstituen MSCI ke depannya,” tutupnya.

Sebagai informasi? Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang telah memberikan pengumuman yang menilai reformasi pasar modal Indonesia pada 20 April 2026. Pengumuman ini merupakan tindak lanjut dari rilis sebelumnya pada 27 Januari 2026, saat pembekuan rebalancingnya atas indeks Indonesia.

Dalam tinjauan indeks Mei 2026, MSCI memutuskan mempertahankan kebijakan sementara yang telah berlaku untuk sekuritas Indonesia. Kebijakan tersebut mencakup pembekuan peningkatan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak menambahkan saham baru ke indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI).

Selain itu, salah satu langkah MSCI yang konsisten dengan perlakuannya terhadap sekuritas yang diidentifikasi serupa di pasar lain adalah menghapus sekuritas yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka kerja High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.

Keputusan MSCI untuk mengeksekusi penghapusan emiten HSC pada Mei mendatang akan memicu restrukturisasi portofolio asing yang terukur. Penghapusan saham seperti BREN dan DSSA diproyeksikan akan memaksa likuidasi dana pasif sekitar Rp25,5 triliun.

Dengan posisi IHSG yang saat ini berada di level 7.500, ketiadaan pembeli di pasar negosiasi dapat memaksa harga kedua saham terkoreksi signifikan untuk menemukan titik ekuilibrium baru.

(ayh/ayh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

October 24, 2026
Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

October 24, 2026
Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

October 24, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .