• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Saham di Luar Nalar, Investor Kok Tetap Serbu Saham CASA?

Harga Saham di Luar Nalar, Investor Kok Tetap Serbu Saham CASA?

April 22, 2026
Pendapatan Tembus US6,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

Pendapatan Tembus US$116,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

April 30, 2026
Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Video:AS Tolak Proposal Iran,IHSG Melemah 2% & Rupiah ke Rp 17.300/USD

Video:AS Tolak Proposal Iran,IHSG Melemah 2% & Rupiah ke Rp 17.300/USD

April 30, 2026
Laba Bumi Resources (BUMI) Naik 35% Jadi US,14 Juta

Laba Bumi Resources (BUMI) Naik 35% Jadi US$24,14 Juta

April 30, 2026
Cetak Kinerja Positif, Begini Rapor CIMB Niaga di Kuartal I-2026

Cetak Kinerja Positif, Begini Rapor CIMB Niaga di Kuartal I-2026

April 30, 2026
IHSG Anjlok Imbas Sentimen Global, Harga Minyak & Pelemahan Rupiah

IHSG Anjlok Imbas Sentimen Global, Harga Minyak & Pelemahan Rupiah

April 30, 2026
Laba Bersih Kimia Farma (KAEF) Kuartal I-2026 Rp123,6 Miliar

Laba Bersih Kimia Farma (KAEF) Kuartal I-2026 Rp123,6 Miliar

April 30, 2026
Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 80%, Ada Apa?

Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 80%, Ada Apa?

April 30, 2026
BRI Tak Revisi RBB, Ekonomi Domestik Masih Kuat

BRI Tak Revisi RBB, Ekonomi Domestik Masih Kuat

April 30, 2026
Rupiah Tutup di Level Terendah Sepanjang Masa, Rp17.305/US$

Rupiah Tutup di Level Terendah Sepanjang Masa, Rp17.305/US$

April 30, 2026
Ada Transaksi Jumbo Rp1,76 T di Saham MORA, Siapa Pelakunya?

Ada Transaksi Jumbo Rp1,76 T di Saham MORA, Siapa Pelakunya?

April 30, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, April 30, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Harga Saham di Luar Nalar, Investor Kok Tetap Serbu Saham CASA?

1 week ago
in ENTREPRENEUR
Harga Saham di Luar Nalar, Investor Kok Tetap Serbu Saham CASA?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Saham PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA) saat ini masuk dalam 10 besar emiten keuangan dari sisi kapitalisasi pasar. Saham ini tercatat telah naik 69% dalam setahun terakhir dan melesat 234% dalam lima tahun terakhir.

Namun, jika ditelisik lebih jauh saham emiten ini ternyata sangat mahal secara valuasi jika dibandingkan dengan kinerja fundamentalnya.

Tercatat kapitalisasi pasar CASA saat ini sekitar Rp67 triliun, sementara laba bersih perusahaan dalam 12 bulan terakhir hanya sekitar Rp130 miliar. Kondisi ini membuat rasio price to earnings (PER) CASA melonjak hingga sekitar 515 kali, yang tergolong sangat tinggi dibandingkan saham bank-bank lainnya.

Adapun PER adalah rasio valuasi untuk melihat mahal atau murahnya sebuah saham berdasarkan laba perusahaan, semakin tingginya rasio tersebut maka semakin mahal harga sahamnya. Dalam konteks CASA, berarti investor membayar Rp515 untuk Rp1 laba atau dengan kata lain perlu 515 tahun bagi investor CASA memperoleh kembali uangnya dalam bentuk dividen, dengan asumsi seluruh laba perusahaan dibayarkan sebagai dividen.

Sebagai perbandingan, bank besar seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memiliki PER 13,93 kali, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) 8,72 kali, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BBRI) 7,88 kali. Padahal kapitalisasi pasar para big banks RI itu mencapai ratusan triliun, jauh melampaui CASA.

Bahkan beberapa bank papan tengah dengan laba triliunan rupiah masih memiliki kapitalisasi pasar di bawah CASA. Contohnya, PT Bank Mega Tbk. (MEGA) dengan PER 19,12 kali, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) 9,48 kali, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) 6,98 kali.

Hal ini menunjukkan bahwa valuasi CASA saat ini tidak sejalan dengan fundamental laba yang dihasilkan perusahaan.

Perusahaan keuangan tersebut juga tidak mencatatkan pertumbuhan laba yang cukup impresif dalam satu atau dua tahun terakhir sebagai justifikasi harga saham yang sangat tinggi. Sepanjang tahun 2023 laba CASA tercatat Rp 83 miliar, kemudian naik 33% di 2024 menjadi Rp 111 miliar dan pertumbuhannya melambat menjadi 17% pada 2025 menjadi Rp 110 miliar.

Selain itu, CASA tidak pernah membagikan dividen kepada pemegang saham sejak awal perusahaan melantai di bursa pada Juli 2016.

Tercatat pada sesi II perdagangan hari ini, CASA berada di posisi 1.235, terkoreksi 3,14%. Dalam setahun terakhir, saham ini telah bergerak 64,67%.

Sebagai informasi, pemegang manfaat akhir saham CASA adalah Danny Nogroho. Dia menguasai CASA melalui PT Capital Strategic Invesco yang menggenggam 36,53 miliar saham atau 67,06% per 30 September 2025.

CASA tercatat sebagai perusahaan jasa keuangan dan induk dari sejumlah perusahaan finansial. Satu di antaranya adalah PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA). Melalui PT Capital Global Investama, CASA mengendalikan 64,7% saham BACA per 30 September 2025.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pendapatan Tembus US6,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

Pendapatan Tembus US$116,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

April 30, 2026
Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .