• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Perang IranBikin Harga Pistachio Tembus Rekor

Perang IranBikin Harga Pistachio Tembus Rekor

April 28, 2026
Putuskan Berhenti Jadi Polisi, Pria Ini Raup Rp216 Miliar Berkat ATM

Putuskan Berhenti Jadi Polisi, Pria Ini Raup Rp216 Miliar Berkat ATM

July 5, 2026
Terbukti Korupsi, Menteri RI Divonis Mati dan Hartanya Ludes Disita

Terbukti Korupsi, Menteri RI Divonis Mati dan Hartanya Ludes Disita

July 5, 2026
Aturan Baru Berlaku, Bank-Bank Ini Terancam Setop Operasi

Aturan Baru Berlaku, Bank-Bank Ini Terancam Setop Operasi

July 4, 2026
Pakar Ingatkan Jangan Timbun Uang Tunai, Cek Aturan Saldo Minimum Bank

Pakar Ingatkan Jangan Timbun Uang Tunai, Cek Aturan Saldo Minimum Bank

July 4, 2026
BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

July 4, 2026
Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

July 4, 2026
Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

July 4, 2026
Jurus Bisnis Karoseri Ekspansi ke Luar Negeri & Sambut Era EV

Jurus Bisnis Karoseri Ekspansi ke Luar Negeri & Sambut Era EV

July 4, 2026
Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

July 4, 2026
Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,88 Miliar Sebulan

Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,88 Miliar Sebulan

July 4, 2026
Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Balik Modal

Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Balik Modal

July 4, 2026
Tantangan RI Perkuat Ekosistem AI Untuk Perkuat Daya Saing

Tantangan RI Perkuat Ekosistem AI Untuk Perkuat Daya Saing

July 4, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, July 5, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Perang IranBikin Harga Pistachio Tembus Rekor

2 months ago
in ENTREPRENEUR
Perang IranBikin Harga Pistachio Tembus Rekor
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Perang di Iran telah mendorong harga pistachio ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Perang yang terjadi sejak akhir Februari itu telah mengganggu pasokan pistachio di saat selera konsumen terhadap makanan berbahan kacang hijau tersebut-seperti cokelat Dubai-melonjak tajam.

Konflik yang memengaruhi jalur pelayaran dan perdagangan regional itu memperumit ekspor dari Iran salah satu produsen pistachio terbesar dunia-serta menekan pasar yang sudah ketat.

“Ini seperti bertaruh – kami tidak tahu harus menjual di harga berapa,” kata Behnam Heydaripour, chief executive wholesaler asal London, Borna Foods, kepada Financial Times, dikutip Senin (27/4/2026).

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), Iran menyumbang sekitar seperlima produksi pistachio global dan dalam beberapa tahun mencapai 25% hingga 30% ekspor dunia. Namun para pedagang mengatakan pengiriman hasil panen negara itu menjadi semakin sulit karena perang AS-Israel terhadap Iran mengganggu logistik di seluruh Timur Tengah.

“Perang ini memperbesar hambatan yang sudah ada, bukan menciptakan masalah baru dari nol,” kata Nick Moss, analis di Expana, seraya menambahkan bahwa berbagai persoalan kini “bertumpuk satu sama lain”.

Expana mencatat harga pistachio naik menjadi sekitar US$4,57 per pon pada Maret, level tertinggi sejak 2018. Permintaan sebagian didorong oleh demam global cokelat Dubai-batangan cokelat berisi krim pistachio dan pastry parut yang viral secara online pada 2023. Tren itu kemudian memicu lonjakan produk rasa pistachio secara lebih luas.

Namun pasokan sebenarnya sudah tertekan bahkan sebelum konflik pecah. Panen 2025 di berbagai produsen utama, termasuk AS, Turki, dan Iran, berada di bawah ekspektasi, dengan hasil panen Iran terpukul oleh kekeringan.

Ekspor Iran juga terhambat oleh sanksi dan gejolak domestik. Pemutusan komunikasi secara berkala tahun ini membuat eksportir lebih sulit berkoordinasi dengan pembeli internasional, memperlambat arus barang bahkan sebelum pertempuran dimulai.

“Sulit berbicara dengan pemasok di Iran karena internet mereka dimatikan. Mereka tidak bisa membalas email,” kata Heydaripour.

Perang memperparah masalah tersebut. Perusahaan pelayaran membatalkan atau mengalihkan layanan, menyebabkan keterlambatan kargo dan kenaikan biaya. Pengiriman pistachio ke pasar utama, termasuk Timur Tengah dan India, mengalami gangguan.

Masalah ini “masih bisa dikelola untuk saat ini,” kata Moss, tetapi sudah memberikan “dampak material terhadap waktu dan biaya”.

Behrooz Agah, anggota dewan Iran Pistachio Association, mengatakan perang telah sangat mengganggu jalur ekspor utama melalui Pelabuhan Bandar Abbas di Selat Hormuz, meskipun ekspor masih berlanjut melalui jalur darat dengan biaya tambahan dan keterlambatan.

“Saat ini, jalur alternatif untuk mengirim pistachio ke pasar India adalah melalui Pelabuhan Mersin di Turki dan Terusan Suez, yang jauh lebih mahal dan memakan waktu,” katanya.

“Untuk pengiriman ke pasar China, jalur kereta tersedia, meskipun itu juga mahal dan rumit.”

Administrasi bea cukai mengatakan ekspor Iran turun 30% dalam dua bulan terakhir dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Gencatan senjata memang menghentikan pertempuran untuk sementara, tetapi baik AS maupun Iran masih melakukan blokade di Selat Hormuz yang vital, menghambat sebagian besar lalu lintas komersial serta menekan pasokan energi global dan perdagangan lainnya.

Timur Tengah memainkan peran sentral dalam perdagangan pistachio, bukan hanya sebagai konsumen utama tetapi juga sebagai hub transit. Volume besar pistachio Iran biasanya dikirim melalui negara-negara seperti Uni Emirat Arab dan Turki sebelum mencapai pembeli global.

“Ada ketidakpastian yang lebih tinggi mengenai seberapa besar produk Iran yang benar-benar bisa mencapai pasar global jika konflik terus berlanjut,” kata Moss.

Borna Foods, yang sekitar 95% pendapatannya berasal dari pistachio, mengimpor kacang tersebut dari California, Spanyol, Turki, dan Iran, lalu memasoknya ke produsen makanan untuk digunakan dalam produk seperti selai kacang dan es krim.

Heydaripour menyebut harga impor ke Inggris telah naik tajam dari sekitar £16 per kilogram sebelum perang menjadi sekitar £18,50. Ia menilai gangguan ini datang pada saat yang krusial.

“Kami semakin dekat ke musim panas, dan di musim panas kami secara tradisional menjual banyak karena es krim,” katanya.

Pembeli kini beralih ke pemasok alternatif, terutama AS, yang menyumbang sekitar 40% produksi global. Namun eksportir AS sudah menjual sebagian besar pasokan yang tersedia.

Tetapi, Heydaripour mengatakan pistachio Iran mengandung kadar minyak yang tinggi dibandingkan asal lainnya. Itu membuat perbedaan besar dalam rasa. Salah satu pelanggannya adalah produsen baklava besar di Inggris.

“Dia tidak bisa mengganti pistachio Iran dengan Amerika karena ketika dimasukkan ke oven, hasilnya akan menjadi kering dan gosong.”

Pencarian alternatif ini mulai mendorong harga naik. Para pedagang melaporkan lonjakan harga di beberapa pasar spot di Timur Tengah dan India.

“Jika produk Iran tetap tidak dapat diakses dalam periode panjang, harga bisa terus menghadapi tekanan naik,” kata Moss.

Meski begitu, Heydaripour tetap optimistis produk Iran akan kembali mendominasi.

“Orang Iran selalu menemukan jalan,” katanya.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Putuskan Berhenti Jadi Polisi, Pria Ini Raup Rp216 Miliar Berkat ATM

Putuskan Berhenti Jadi Polisi, Pria Ini Raup Rp216 Miliar Berkat ATM

July 5, 2026
Terbukti Korupsi, Menteri RI Divonis Mati dan Hartanya Ludes Disita

Terbukti Korupsi, Menteri RI Divonis Mati dan Hartanya Ludes Disita

July 5, 2026
Aturan Baru Berlaku, Bank-Bank Ini Terancam Setop Operasi

Aturan Baru Berlaku, Bank-Bank Ini Terancam Setop Operasi

July 4, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .