• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Menguat Tipis 0,12% ke Level 7.080

IHSG Menguat Tipis 0,12% ke Level 7.080

April 29, 2026
Tak Ada yang Diganti, Ini Susunan Komisaris & Direksi Bank Mandiri

Tak Ada yang Diganti, Ini Susunan Komisaris & Direksi Bank Mandiri

April 29, 2026
Sah! Ini Susunan Komisaris dan Direksi Bank Mandiri (BMRI) Terbaru

Sah! Ini Susunan Komisaris dan Direksi Bank Mandiri (BMRI) Terbaru

April 29, 2026
Bos Antam (ANTM) Ungkap Rencana Pembagian Dividen, Ini Bocorannya

Bos Antam (ANTM) Ungkap Rencana Pembagian Dividen, Ini Bocorannya

April 29, 2026
Tren Pertumbuhan Lanjut, ANTAM Cetak Laba Rp3,66 T di Kuartal I-2026

Tren Pertumbuhan Lanjut, ANTAM Cetak Laba Rp3,66 T di Kuartal I-2026

April 29, 2026
Antam (ANTM) Bukukan Kinerja Fantastis, Ternyata Ini Alasannya

Antam (ANTM) Bukukan Kinerja Fantastis, Ternyata Ini Alasannya

April 29, 2026
MR.D.I.Y. Indonesia Cetak Pertumbuhan Laba 35,5% di Kuartal I-2026

MR.D.I.Y. Indonesia Cetak Pertumbuhan Laba 35,5% di Kuartal I-2026

April 29, 2026
Antam (ANTM) Bukukan Kinerja Fantantis, Ternyata Ini Alasannya

Antam (ANTM) Bukukan Kinerja Fantantis, Ternyata Ini Alasannya

April 29, 2026
Fundamental Kuat, BNI Optimis Genjot Kinerja 2026

Fundamental Kuat, BNI Optimis Genjot Kinerja 2026

April 29, 2026
Rusia Atur Cadangan Valas Perbankan Wajib Pakai Yuan

Rusia Atur Cadangan Valas Perbankan Wajib Pakai Yuan

April 29, 2026
Catat! Bank Mandiri (BMRI) Mau Buyback Saham Rp1,16 Triliun

Catat! Bank Mandiri (BMRI) Mau Buyback Saham Rp1,16 Triliun

April 29, 2026
IHSG Sesi 2 Ditutup Menguat 0,41% ke Level 7.101

IHSG Sesi 2 Ditutup Menguat 0,41% ke Level 7.101

April 29, 2026
Tok! Bank Mandiri (BMRI) Sepakat Tebar Dividen Rp44 Triliun

Tok! Bank Mandiri (BMRI) Sepakat Tebar Dividen Rp44 Triliun

April 29, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, April 29, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

IHSG Menguat Tipis 0,12% ke Level 7.080

7 hours ago
in News
IHSG Menguat Tipis 0,12% ke Level 7.080
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau hari ini, Rabu (29/4/2026). IHSG naik 8,24 poin atau 0,12% ke level 7.080,63. Sebanyak 362 saham naik, 303 turun, dan 147 belum bergerak.

Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 8,41 triliun, melibatkan 26,88 juta saham dalam 1,47 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 12.620 triliun.

Sektor konsumer primer, industri dan keuangan mencatatkan kenaikan terbesar, sedangkan sektor kesehatan, barang baku dan energi terkoreksi paling dalam.

Sejumlah saham yang menjadi penggerak kinerja IHSG termasuk IMPC, GOTO, APIC, TLKM dan BMRI.

Memasuki perdagangan Rabu (29/4/2026), pelaku pasar keuangan Tanah Air akan mencermati sejumlah sentimen penting dari luar negeri. Fokus utama pasar hari ini tertuju pada perkembangan terbaru negosiasi Amerika Serikat (AS)-Iran, arah harga minyak dunia, keputusan Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ), serta keputusan suku bunga The Federal Reserve.

Presiden AS Donald Trump disebut tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung sekitar dua bulan.

Proposal terbaru Iran disebut ingin menunda pembahasan soal program nuklir hingga perang berakhir dan persoalan jalur pelayaran di Teluk diselesaikan terlebih dahulu. Namun, posisi ini sulit diterima Washington karena AS ingin isu nuklir Iran dibahas sejak awal proses negosiasi.

Seorang pejabat AS mengatakan Trump tidak senang dengan proposal tersebut karena pembahasan program nuklir justru ingin dikesampingkan lebih dulu oleh Iran. Sementara itu, Gedung Putih menegaskan tidak akan bernegosiasi melalui media dan menyebut AS sudah jelas mengenai garis merahnya.

Sentimen besar berikutnya datang dari bank sentral Amerika Serikat. The Federal Reserve menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari, yakni Selasa-Rabu (28-29 April 2026).

Keputusan suku bunga The Fed akan diumumkan pada Rabu malam waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Agenda ini menjadi salah satu sentimen paling penting bagi pasar global karena akan menentukan arah dolar AS, yield obligasi AS, hingga selera risiko investor terhadap aset negara berkembang.

Berdasarkan pantauan CME FedWatch Tool, pelaku pasar sepenuhnya memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga acuannya. Probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga di level saat ini, yakni 3,50%-3,75%, tercatat mencapai 100% untuk FOMC April ini.

Ekspektasi tersebut muncul karena inflasi AS masih berada di atas target The Fed. Di sisi lain, lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah membuat bank sentral AS sulit bergerak terlalu cepat untuk melonggarkan kebijakan.

Sementara itu, UEA resmi keluar dari OPEC pada Selasa, mengguncang kelompok produsen minyak dunia di tengah krisis energi akibat perang Iran. Langkah ini dinilai melemahkan pengaruh OPEC sekaligus memperlebar jarak antara Abu Dhabi dan Arab Saudi sebagai pemimpin de facto kartel minyak.

Keluarnya UEA membuka peluang negara itu menaikkan produksi saat jalur ekspor Teluk kembali normal, karena tak lagi terikat kuota OPEC. Menteri Energi UEA Suhail Al Mazrouei menyebut keputusan tersebut diambil usai meninjau strategi energi nasional dan kebutuhan energi global ke depan.

Analis menilai langkah ini berpotensi menekan harga minyak dalam jangka menengah karena UEA memiliki kapasitas produksi cadangan besar, salah satu yang terbesar setelah Saudi. Jika UEA memompa lebih banyak minyak, dominasi Riyadh dalam menjaga keseimbangan pasar bisa mulai terganggu.

Keputusan ini juga menegaskan rivalitas UEA dan Saudi yang makin terbuka, mulai dari kebijakan minyak hingga perebutan investasi dan pengaruh di kawasan Teluk.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Tak Ada yang Diganti, Ini Susunan Komisaris & Direksi Bank Mandiri

Tak Ada yang Diganti, Ini Susunan Komisaris & Direksi Bank Mandiri

April 29, 2026
Sah! Ini Susunan Komisaris dan Direksi Bank Mandiri (BMRI) Terbaru

Sah! Ini Susunan Komisaris dan Direksi Bank Mandiri (BMRI) Terbaru

April 29, 2026
Bos Antam (ANTM) Ungkap Rencana Pembagian Dividen, Ini Bocorannya

Bos Antam (ANTM) Ungkap Rencana Pembagian Dividen, Ini Bocorannya

April 29, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .