Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sepakat membagikan dividen tunai tahun buku sebesar Rp44,47 triliun. Keputusan ini diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Rabu (29/4/2026).
Jumlah itu setara dengan 79% dari laba bersih tahun buku 2025 yang sebesar Rp 56,3 triliun. Jumlah tersebut sudah termasuk dividen interim yang telah dibagikan kepada pemegang saham pada tanggal 14 Januari 2026 yaitu sejumlah Rp9,32 triliun. Lantas, sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayar kepada pemegang saham sebesar Rp35,15 triliun.
“Mempertimbangkan struktur permodalan perseroan yang cukup kuat dan untuk dapat memberikan return kepada pemegang saham,maka laba bersih konsolidasi perseroan setelah pajak sebesar Rp56.293.949.550.806 akan dialokasikan dalam bentuk dividen tunai sebesar 79%,” kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan dalam RUPST Bank Mandiri di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Pembagian dividen itu akan menggunakan laba bersih konsolidasi Rp 56,3 triliun sepanjang 2025. Sebelumnya, Bank Mandiri telah membagikan dividen interim pada awal tahun ini, dengan nilai Rp9,3 triliun atau setara Rp100 per saham.
Selain itu, RUPST juga menyetujui penggunaan Rp11,82 triliun atau setara 21% dari laba sebagai saldo laba ditahan.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, Bank Mandiri mencatatkan Net Profit Margin (NPM) di level 34,2%, sebuah indikator efisiensi yang cukup tinggi di industri perbankan nasional.
Selain itu, rasio Return on Equity (ROE) perseroan berada di angka 17,19%, menegaskan kemampuan manajemen dalam mengelola modal pemegang saham untuk menghasilkan laba.
Mengingat posisi permodalan yang kuat dengan total ekuitas mencapai Rp 327,4 triliun dan kas internal yang melimpah, ekspektasi pasar terhadap dividend payout ratio Bank Mandiri tetap tinggi.
(fsd/fsd)
Add
as a preferred
source on Google
















