• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Cerita Bursa Raksasa Tetangga RI Mau Kolaps, Diselamatkan Investor Ini

Cerita Bursa Raksasa Tetangga RI Mau Kolaps, Diselamatkan Investor Ini

May 20, 2026
Breaking News! Jelang Pidato Prabowo, IHSG Balik Arah dan Melesat 1%

Breaking News! Jelang Pidato Prabowo, IHSG Balik Arah dan Melesat 1%

May 20, 2026
Manuver Purbaya Borong SBN Rp 2,2 T Demi Rupiah

Manuver Purbaya Borong SBN Rp 2,2 T Demi Rupiah

May 20, 2026
Ada Emiten Prajogo Pangestu & Haji Isam, BEI Pantau Ketat 5 Saham Ini

Ada Emiten Prajogo Pangestu & Haji Isam, BEI Pantau Ketat 5 Saham Ini

May 20, 2026
Tensi Geopolitik Timur Tengah Kembali Memanas, Bursa Asia Merah

Tensi Geopolitik Timur Tengah Kembali Memanas, Bursa Asia Merah

May 20, 2026
Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,35% Jelang Keputusan Suku Bunga BI

Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,35% Jelang Keputusan Suku Bunga BI

May 20, 2026
Breaking News! Jelang Pengumuman BI-Rate, Dolar Tembus Rp17.730

Breaking News! Jelang Pengumuman BI-Rate, Dolar Tembus Rp17.730

May 20, 2026
Ada Saham Prajogo Pangestu & Haji Isam, BEI Pantau Ketat 5 Saham Ini

Ada Saham Prajogo Pangestu & Haji Isam, BEI Pantau Ketat 5 Saham Ini

May 20, 2026
IHSG Masih Tertekan, Ini Rekomendasi Saham yang Menarik Buat Dilirik

IHSG Masih Tertekan, Ini Rekomendasi Saham yang Menarik Buat Dilirik

May 20, 2026
Dasco Beri Kode Soal Pasar Saham RI: Lihat Setelah 29 Mei!

Dasco Beri Kode Soal Pasar Saham RI: Lihat Setelah 29 Mei!

May 20, 2026
Asing Serok Saham-Saham Tambang Saat IHSG Ambruk ke Level Terendah

Asing Serok Saham-Saham Tambang Saat IHSG Ambruk ke Level Terendah

May 20, 2026
Purbaya Vs Analisa S&P Soal Utang RI

Purbaya Vs Analisa S&P Soal Utang RI

May 20, 2026
Perusahaan Taipan RI Akusisi Tambang Batubara Australia US,9 Miliar

Perusahaan Taipan RI Akusisi Tambang Batubara Australia US$3,9 Miliar

May 20, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, May 20, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Cerita Bursa Raksasa Tetangga RI Mau Kolaps, Diselamatkan Investor Ini

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Cerita Bursa Raksasa Tetangga RI Mau Kolaps, Diselamatkan Investor Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar saham India berhasil menghindari kejatuhan total alias freefall setelah investor domestik mengambil peran krusial dengan menyuntikkan dana besar-besaran untuk menahan aksi jual masif dari investor asing sepanjang tahun lalu. Langkah penyelamatan ini menjadi titik balik penting bagi stabilitas pasar modal India di tengah tingginya tekanan makroekonomi global yang dipicu oleh konflik geopolitik.

Mengutip laporan dari CNBC’s “Squawk Box Asia” pada Selasa (20/05/2026), keterlibatan investor ritel dan institusi lokal kini menjadi penopang utama bagi ketahanan ekonomi domestik di negara tersebut. Kepala Eksekutif pasar saham tertua di India mengungkapkan bahwa tren pertumbuhan partisipasi masyarakat lokal ke dalam instrumen pasar modal saat ini terus mengalami lonjakan yang sangat masif dan berada dalam jalur yang positif.

“India sedang berkembang, dan sejumlah besar populasi masih belum masuk ke pasar modal,” kata Direktur Utama Bombay Stock Exchange (BSE) Sundararaman Ramamurthy kepada CNBC.

Sundararaman Ramamurthy menambahkan bahwa sebanyak 35 juta investor India baru telah terdaftar melalui bursa BSE sepanjang tahun lalu saja.

Kondisi tersebut secara langsung mengubah struktur kepemilikan saham di pasar modal India secara dramatis dibandingkan periode-periode sebelumnya. Berdasarkan data pergerakan modal terbaru, dominasi kepemilikan investor luar negeri kini sudah berhasil dipatahkan oleh kekuatan modal dari dalam negeri sendiri.

“Kepemilikan partisipan asing di pasar saham India dulunya lebih tinggi daripada institusi domestik, tetapi hari ini hal itu berbalik,” ujar Ramamurthy.

Ramamurthy menambahkan bahwa investor institusi India telah menginvestasikan dana bersih sebesar US$ 91 miliar (Rp 1.610,70 triliun) di pasar ekuitas sepanjang tahun lalu. Skala intervensi domestik tersebut terbukti sangat masif dan melampaui agresivitas penarikan modal yang dilakukan oleh para pengelola dana global.

Pada periode yang sama, investor asing tercatat menarik dana keluar dari pasar ekuitas India sebesar US$ 35 miliar (Rp 619,50 triliun).

Meskipun terjadi arus modal keluar yang sangat besar dari eksternal, indeks saham utama India mampu bertahan dari guncangan ekstrem berkat aliran likuiditas domestik yang solid tersebut. Ramamurthy memaparkan hal ini di sela-sela acara Motilal Oswal India Corporate Day 2026 yang berlangsung di Singapura.

“Ini tidak hanya mengatasi arus keluar modal asing, tetapi juga memperkuat indeks Sensex dalam skala besar, dan telah mencegahnya dari kejatuhan total,” tutur Ramamurthy.

Hingga saat ini, para pelaku pasar asing dilaporkan masih terus bersikap bearish terhadap prospek pasar ekuitas India akibat kinerja laba emiten yang dinilai lemah. Sentimen negatif eksternal ini diperparah oleh memburuknya dampak ekonomi akibat lonjakan harga minyak mentah global di tengah eskalasi konflik bersenjata yang sedang berkecamuk di Timur Tengah.

Faktor lain yang ikut menekan minat investor global adalah absennya raksasa teknologi baru di sektor kecerdasan buatan. Meskipun dikenal secara luas sebagai pemimpin global di bidang teknologi informasi (TI), India dinilai belum memiliki perusahaan ekosistem kecerdasan buatan (AI) berskala besar, yang pada akhirnya kian meredupkan daya tarik investasi asing.

Mengutip laporan berkala dari HSBC Research pada hari Selasa, absennya narasi pertumbuhan berbasis AI membuat kinerja pasar saham India tertinggal cukup jauh jika dihitung dalam denominasi mata uang dolar. Secara keseluruhan, pasar saham India tercatat mengalami penurunan sekitar 10% dalam valuasi mata uang dolar AS.

“Saham-saham Asia sebagian besar didorong oleh sentimen positif seputar AI,” demikian tertulis dalam laporan HSBC Research tersebut.

Laporan HSBC Research menambahkan bahwa berbeda terbalik dengan kondisi India, pasar saham yang berfokus pada ekosistem AI seperti Korea Selatan dan Taiwan justru sukses mencatatkan lonjakan masing-masing sekitar 80% dan 40% sejak awal tahun.

Kendati demikian, situasi tersebut ternyata sama sekali tidak menyurutkan minat masyarakat lokal untuk terus mengalirkan modal mereka ke instrumen ekuitas domestik. Berdasarkan laporan dari media lokal di India, total arus modal masuk ke dalam reksa dana saham domestik melonjak tajam hingga menyentuh angka 384,4 miliar rupee atau mendekati US$ 4 miliar (Rp 70,80 triliun) pada bulan April, yang mencerminkan kenaikan sebesar 58% jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan data komprehensif dari LSEG, indeks acuan pasar modal India yaitu BSE Sensex saat ini tercatat mengalami penurunan sebesar 11% secara year-to-date. Rapor merah tersebut menempatkan bursa saham India ke dalam jajaran pasar dengan kinerja paling buruk di kawasan Asia sepanjang tahun ini.

(tps/tps)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Breaking News! Jelang Pidato Prabowo, IHSG Balik Arah dan Melesat 1%

Breaking News! Jelang Pidato Prabowo, IHSG Balik Arah dan Melesat 1%

May 20, 2026
Manuver Purbaya Borong SBN Rp 2,2 T Demi Rupiah

Manuver Purbaya Borong SBN Rp 2,2 T Demi Rupiah

May 20, 2026
Ada Emiten Prajogo Pangestu & Haji Isam, BEI Pantau Ketat 5 Saham Ini

Ada Emiten Prajogo Pangestu & Haji Isam, BEI Pantau Ketat 5 Saham Ini

May 20, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .