• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Iseng Baca Arsip, Bule Ini Dapat 100 Batang Emas di Laut RI

Iseng Baca Arsip, Bule Ini Dapat 100 Batang Emas di Laut RI

May 28, 2026
Saham Ini Melesat Tajam, Trader Malah Pasang Taruhan Bakal Longsor

Saham Ini Melesat Tajam, Trader Malah Pasang Taruhan Bakal Longsor

May 28, 2026
Saham Anjlok Usai Umumkan Harga EV Pertama, Ini Pembelaan Bos Ferrari

Saham Anjlok Usai Umumkan Harga EV Pertama, Ini Pembelaan Bos Ferrari

May 28, 2026
AS Gempur Iran, Harga Minyak Meroket ke US

AS Gempur Iran, Harga Minyak Meroket ke US$96

May 28, 2026
Emiten Haji Isam (PGUN) Buka Suara Usai Prabowo Bentuk BUMN Ekspor

Emiten Haji Isam (PGUN) Buka Suara Usai Prabowo Bentuk BUMN Ekspor

May 28, 2026
Harga BBM Naik, Alat Berat Listrik Jadi Solusi Bisnis Tambang?

Harga BBM Naik, Alat Berat Listrik Jadi Solusi Bisnis Tambang?

May 28, 2026
Gunung Emas 53 Juta Ton Ditemukan di Kalimantan, Ternyata…

Gunung Emas 53 Juta Ton Ditemukan di Kalimantan, Ternyata…

May 28, 2026
Kredit Bank Dalam Negeri Mahal, Pengusaha Kapal Niaga Mengeluh

Kredit Bank Dalam Negeri Mahal, Pengusaha Kapal Niaga Mengeluh

May 28, 2026
6 Rahasia Menabung Orang Jepang yang Bikin Cepat Kaya

6 Rahasia Menabung Orang Jepang yang Bikin Cepat Kaya

May 28, 2026
Sosok Peramal Gunung Kawi di Balik Kesuksesan Bisnis Salim

Sosok Peramal Gunung Kawi di Balik Kesuksesan Bisnis Salim

May 28, 2026
Yuan Marak Dipakai di RI, BI Permudah Transaksinya di Perbankan

Yuan Marak Dipakai di RI, BI Permudah Transaksinya di Perbankan

May 28, 2026
LUX Property Group Accelerates Bali Expansion as Resort K Prepares for Stage 1 Opening in July

LUX Property Group Accelerates Bali Expansion as Resort K Prepares for Stage 1 Opening in July

May 28, 2026
Harga Minyak Mentah Dunia Ambruk, Turun Lebih dari 5%

Harga Minyak Mentah Dunia Ambruk, Turun Lebih dari 5%

May 28, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, May 28, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Iseng Baca Arsip, Bule Ini Dapat 100 Batang Emas di Laut RI

8 hours ago
in News
Iseng Baca Arsip, Bule Ini Dapat 100 Batang Emas di Laut RI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harta karun yang tersebar di Indonesia selalu memancing rasa penasaran banyak orang. Tak sedikit pula yang berhasil meraih kekayaan besar dari aktivitas berburu harta karun. Salah satu pemburu harta karun paling fenomenal adalah pria asal Inggris bernama Michael Hatcher.

Pria kelahiran 1940 ini menjalani profesi yang mungkin dianggap ketinggalan zaman, yakni penjelajah lautan. Meski dianggap sebelah mata, profesi inilah yang kemudian melambungkan nama dan berhasil mempertebal dompetnya.

Awal mula Hatcher terjun sebagai pemburu harta karun bermula pada tahun 1975. Suatu hari di gedung Arsip Nasional Belanda, dia membaca arsip Belanda tentang kapal karam masa VOC dan pemerintah Hindia Belanda. Dia sadar kalau karamnya kapal tidak hanya meninggalkan kerangka, tetapi juga barang berharga yang dibawanya di dasar laut.

Sebut saja seperti batangan emas, guci-guci berharga, hingga perak. Barang tersebut jika berhasil diangkat dan dijual pasti harganya mahal. Sejak saat itu dia memetakan wilayah di Indonesia yang jadi kemungkinan kandasnya kapal.

Pada sisi lain, tak mudah untuk mengambil harta karun. Untuk mengambilnya Hatcher perlu turun ke dasar laut sedalam lebih dari 50 meter. Semakin dalam semakin bahaya. Jarak pandang kian pendek dan arus semakin kencang.

Akan tetapi, pada 1986, Hacther berhasil melakukannya. Ia menemukan kapal VOC, Geldermalsen, yang tenggelam di perairan Karang Heliputan, Riau. Dia berhasil mendapatkan 100 emas batang dan 20.000 porselin China (sumber lain menyebut 225 emas batang dan 160.000 keramik) dari Dinasti Ming dan Qing.

Tentu usaha ini dilakukan secara ilegal dan diam-diam agar tidak diketahui pemerintah.

“Seluruh barang itu dilelang di Balai Lelang Christie, Amsterdam. Laku terjual seharga 15 juta dollar AS [Setara Rp 210 miliar],” tulis Widiati dalam Keramik Kuna Dari Dasar Laut Perairan Indonesia.

Dia berpendapat bahwa usaha ini seharusnya tak bermasalah dan dirinya mendapat izin pemerintah Belanda. Pemerintah Belanda pun menurutnya mendapat bagian 10% dari penjualan.

“Belanda malah mengatakan pada pemerintah Indonesia bahwa harta dari kapal yang kami cara terdapat di perairan internasional. Karena itu pulalah, tak ada bantahan dari Holland (red, Belanda). […] Dan sebenarnya pemerintah Belanda yang meminta kami mencari harta karun itu,” katanya kepada Tempo (18 Oktober 1986).

Keberhasilan Hatcher mencari harta karun dan cuan US$15 juta memantik semangat orang Indonesia melakukan hal serupa, baik individu atau kelompok. Pada sisi lain, kabar ini membuat pemerintah geram.

Presiden Soeharto yang tak mengetahui ada potensi harta karun besar di dasar laut merasa kecolongan. Pada tahun 1980-an, angka Rp210 Miliar jelas tidak sedikit. Jika biaya pembangunan TMII sebesar Rp10 Miliar, maka Orde Baru mampu membangun 20 TMII di seluruh Indonesia.

Akhirnya, Soeharto mengeluarkan Keppres No. 43 Tahun 1989 tentang Panitia Nasional Pengangkatan Dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal Yang Tenggelam. Lewat aturan itu, Soeharto membentuk suatu tim yang diketuai Menko Politik, Hukum, dan Keamanan untuk berburu harta karun. Aturan itu masih eksis sampai sekarang.

Balik lagi ke Hatcher. Kesuksesannya tak hanya sampai di situ. Pada 1999, dia berhasil mengeksplorasi kapal asal Cina, Tek Sing, di perairan Bangka. Dalam kondisi utuh, kapal ini berukuran 42×10 meter dan berbobot 900 ton.

“Sebelum karam pada Februari 1822, kapal itu tercatat membawa 350.000 keramik Cina, ribuan meriam besi, kuningan, perunggu, dan sebagainya. Seluruhnya berasal dari abad ke-19 yang diproduksi dari Fujian,” tulis Trigangga dalam Eksplorasi Kapal-Kapal Karam di Indonesia.

Barang-barang inilah yang ditemukan Hatcher untuk diangkut ke pelelangan Stuttgart, Jerman, pada November 2000. Harta karun itu ditaksir senilai Rp 500 miliar. Menjadikannya sebagai penemuan harta karun terbesar dari kapal karam sepanjang sejarah.

Berdasarkan arsip Detik.com (30 April 2010), pria yang dijuluki ‘The Wreck Salvage King’ ini mencoba lagi berburu harta karun. Dia dikabarkan terdeteksi di Perairan Subang untuk mengeruk harta karun dari Dinasti Ming senilai US$ 200 juta. Namun, kali ini pemerintah berhasil mencegahnya.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Saham Ini Melesat Tajam, Trader Malah Pasang Taruhan Bakal Longsor

Saham Ini Melesat Tajam, Trader Malah Pasang Taruhan Bakal Longsor

May 28, 2026
Saham Anjlok Usai Umumkan Harga EV Pertama, Ini Pembelaan Bos Ferrari

Saham Anjlok Usai Umumkan Harga EV Pertama, Ini Pembelaan Bos Ferrari

May 28, 2026
AS Gempur Iran, Harga Minyak Meroket ke US

AS Gempur Iran, Harga Minyak Meroket ke US$96

May 28, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .