• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.850

Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.850

June 2, 2026
WBSA hingga TCPI Masuk, Ini Daftar Saham HSC Terbaru

WBSA hingga TCPI Masuk, Ini Daftar Saham HSC Terbaru

June 2, 2026
Video: Nasib IHSG & Rupiah Awal Juni 2026 Hadapi Isu MSCI

Video: Nasib IHSG & Rupiah Awal Juni 2026 Hadapi Isu MSCI

June 2, 2026
Ada Tiga Saham Masuk Radar UMA Terbaru, Ini Daftarnya

Ada Tiga Saham Masuk Radar UMA Terbaru, Ini Daftarnya

June 2, 2026
Harga Minyak Menguat Lagi, Pasar Pantau Perkembangan Selat Hormuz

Harga Minyak Menguat Lagi, Pasar Pantau Perkembangan Selat Hormuz

June 2, 2026
Ini Penyebab IHSG Dibuka Melesat 2%

Ini Penyebab IHSG Dibuka Melesat 2%

June 2, 2026
Breaking! IHSG Melesat 2%, Saham Konglo Kompak Bangkit

Breaking! IHSG Melesat 2%, Saham Konglo Kompak Bangkit

June 2, 2026
IHSG Dibuka Melesat 1,35% ke Level 6.210

IHSG Dibuka Melesat 1,35% ke Level 6.210

June 2, 2026
Bursa Asia Dibuka Keok Dibayangi Alotnya Negosiasi AS-Iran

Bursa Asia Dibuka Keok Dibayangi Alotnya Negosiasi AS-Iran

June 2, 2026
IHSG Masih Tertekan, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

IHSG Masih Tertekan, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

June 2, 2026
Muhammad Yusuf Ateh Sebagai Komisaris Baru Telkomsel

Muhammad Yusuf Ateh Sebagai Komisaris Baru Telkomsel

June 2, 2026
Asing Diam-Diam Serok 10 Saham Ini Sebelum Long Weekend

Asing Diam-Diam Serok 10 Saham Ini Sebelum Long Weekend

June 2, 2026
Tak Lulus Kuliah, Orang Ini Justru Untung 1.000% di Saham Bioteknologi

Tak Lulus Kuliah, Orang Ini Justru Untung 1.000% di Saham Bioteknologi

June 2, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, June 2, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.850

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.850
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan perdana Juni, Selasa (2/6/2026), setelah libur panjang akhir pekan lalu.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengawali perdagangan di zona hijau dengan penguatan 0,08% ke level Rp17.850/US$.

Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan terakhir sebelumnya, Jumat (29/5/2026), rupiah terkoreksi tajam 0,51% ke level Rp17.865/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau bergerak stabil. Per pukul 09.00 WIB, DXY berada di level 99,201, setelah pada perdagangan Senin kemarin ditutup menguat 0,30%.


Pergerakan rupiah hari ini masih akan dipengaruhi oleh sentimen dari dalam dan luar negeri.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) terus mengkalibrasi instrumen kebijakan di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Melalui Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 7 Tahun 2026, BI resmi menurunkan batas transaksi pembelian dolar AS tanpa dokumen underlying dari sebelumnya US$100.000 menjadi US$50.000 per April 2026. Batas tersebut kembali dipersempit menjadi US$25.000 per pelaku per bulan, yang berlaku mulai awal Juni 2026.

Kebijakan pengetatan pencatatan dasar transaksi di pasar tunai ini juga dibarengi dengan perluasan relaksasi di pasar derivatif. Untuk instrumen seperti forward jual dan swap, batas transaksi tanpa underlying ditingkatkan menjadi US$10 juta per transaksi.

Selain itu, pelaku pasar juga terus didorong untuk memanfaatkan skema Local Currency Transaction dalam perdagangan bilateral. Hingga April 2026, volume transaksi LCT telah mencapai US$22,61 miliar.

Dari eksternal, pergerakan dolar AS masih perlu di cermati. Dolar AS menguat pada perdagangan tadi malam setelah mencatat pelemahan tipis secara mingguan di pekan sebelumnya. Kondisi ini terjadi seiring pasar yang masih mencermati perkembangan terbaru perundingan damai di Timur Tengah.

Sebelumnya, indeks dolar AS sempat melemah pada pekan lalu karena ekspektasi bahwa kesepakatan antara AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz semakin dekat. Penutupan jalur minyak utama tersebut telah mendorong harga minyak naik dan memperburuk prospek inflasi, sehingga memunculkan ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini.

Namun, dolar AS kembali menguat setelah muncul laporan bahwa tim negosiasi Iran menghentikan pertukaran pesan dengan AS melalui mediator akibat serangan di Lebanon. Setelah itu, Presiden AS Donald Trump menyebut telah berbicara dengan kelompok milisi Lebanon yang berafiliasi dengan Iran, Hezbollah, melalui perantara dan mendapatkan komitmen agar kelompok tersebut tidak menyerang Israel. Pernyataan itu kemudian memangkas sebagian penguatan dolar AS.

Menguatnya dolar AS di pasar global pada akhirnya dapat menekan ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
WBSA hingga TCPI Masuk, Ini Daftar Saham HSC Terbaru

WBSA hingga TCPI Masuk, Ini Daftar Saham HSC Terbaru

June 2, 2026
Video: Nasib IHSG & Rupiah Awal Juni 2026 Hadapi Isu MSCI

Video: Nasib IHSG & Rupiah Awal Juni 2026 Hadapi Isu MSCI

June 2, 2026
Ada Tiga Saham Masuk Radar UMA Terbaru, Ini Daftarnya

Ada Tiga Saham Masuk Radar UMA Terbaru, Ini Daftarnya

June 2, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .