Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas tiga mulai Jumat, (29/5/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.
Ketiga saham tersebut adalah PT Surya Fajar Capital Tbk. (SFAN), PT Kota Satu Properti Tbk. (SATU), dan PT Aman Agrindo Tbk. (GULA).
Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham ketiga emiten tersebut.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.
Informasi terakhir mengenai SFAN yang merupakan emiten keuangan ini adalah informasi tanggal 22 Mei 2026 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPS.
“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham SFAN tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulisnya.
Mengutip data pasar, saham SFAN bergerak turun 0,26% ke harga Rp1.955 per saham pada perdagangan hari ini, Selasa, (2/6/2026). Di sisi lain, saham SFAN naik 0,26% selama satu bulan. Sementara dalam year to date naik 0,15%.
Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sama halnya dengan SFAN, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham SATU karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar. Adapun keterangan terakhir soal SATU tertuang pada keterbukaan informasi tanggal 19 Mei 2026 perihal penyampaian bukti iklanpengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026.
Selama perdagangan hari ini, saham perusahaan properti ini naik 0,78% di level Rp260. Adapun saham SATU terpantau turun 1,52% dalam periode bulanan, dan telah stagnan selama year to date (YTD).
Di sisi lain, perusahaan GULA juga dipelototi BEI akibat transaksinya yang tidak wajar. Padahal, sebelumnya, perseroan telah mempublikasikan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 26 Mei 2026.
Sepanjang perdagangan hari ini, emiten perdagangan tebu ini bergerak turun 3,67% di level Rp525 per saham. Adapun sebulan ke belakang sahamnya telah naik 41,89% dan secara year to date naik 100,38%.
(mkh/mkh)
Add
as a preferred
source on Google


















