• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Melesat 2,71% ke Level 5.900 Jadi yang Terbaik di Asia

IHSG Melesat 2,71% ke Level 5.900 Jadi yang Terbaik di Asia

June 10, 2026
Akulaku Finance Raih Rp500 M dari Danamon, Perluas Akses Pembiayaan

Akulaku Finance Raih Rp500 M dari Danamon, Perluas Akses Pembiayaan

June 10, 2026
Stabilkan Rupiah, BI Rate Bisa Naik Lagi Pekan Depan?

Stabilkan Rupiah, BI Rate Bisa Naik Lagi Pekan Depan?

June 10, 2026
Tok! Antam (ANTM) Sepakat Bagi Dividen Rp 5,04 Triliun

Tok! Antam (ANTM) Sepakat Bagi Dividen Rp 5,04 Triliun

June 10, 2026
Bos Bank Asing Blak-Blakan Saat Ini Waktu Terbaik Masuk Pasar RI

Bos Bank Asing Blak-Blakan Saat Ini Waktu Terbaik Masuk Pasar RI

June 10, 2026
Antam (ANTM) Rombak Direksi & Komisaris, Ini Susunan Terbaru

Antam (ANTM) Rombak Direksi & Komisaris, Ini Susunan Terbaru

June 10, 2026
Ambisi Semen Indonesia Kuasai 50% Market Share & Tebar Manfaat

Ambisi Semen Indonesia Kuasai 50% Market Share & Tebar Manfaat

June 10, 2026
Direktur Keuangan Diganti, Ini Susunan Baru Direksi Antam (ANTM)

Direktur Keuangan Diganti, Ini Susunan Baru Direksi Antam (ANTM)

June 10, 2026
3 Jurus Transformasi SIG Saat Bisnis Semen Hadapi Overcapacity

3 Jurus Transformasi SIG Saat Bisnis Semen Hadapi Overcapacity

June 10, 2026
IHSG & Rupiah Kompak Menguat Hingga Harga Emas Anjlok Lebih 2%

IHSG & Rupiah Kompak Menguat Hingga Harga Emas Anjlok Lebih 2%

June 10, 2026
Tok! Antan (ANTM) Sepakat Bagi Dividen Rp 5,04 Triliun

Tok! Antan (ANTM) Sepakat Bagi Dividen Rp 5,04 Triliun

June 10, 2026
Meski Nilai Tukar RI Lesu, OJK Sebut Intermediasi Perbankan Terjaga

Meski Nilai Tukar RI Lesu, OJK Sebut Intermediasi Perbankan Terjaga

June 10, 2026
OJK Sebut Pasar Modal RI Resilen, Ditopang Investor Ritel Domestik

OJK Sebut Pasar Modal RI Resilen, Ditopang Investor Ritel Domestik

June 10, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, June 10, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Melesat 2,71% ke Level 5.900 Jadi yang Terbaik di Asia

2 hours ago
in Lifestyle
IHSG Melesat 2,71% ke Level 5.900 Jadi yang Terbaik di Asia
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat pada perdagangan hari ini, Rabu (10/6/2026), melanjutkan reli usai kemarin berhasil bangkit dari tekanan jual yang menghantam pasar dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG sesi pertama melesat 2,71% atau naik 155 poin ke posisi 5.902,37. Sebanyak 571 saham naik, 148 turun dan 96 tidak bergerak.

Kenaikan indeks juga diiringi aktivitas transaksi yang ramai. Tercatat volume perdagangan mencapai sekitar 46,67 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 31,73 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 3,1 juta kali.

Adapun saham yang paling ramai ditransaksikan hari ini termasuk BBCA, TPIA, BBRI, BMRI dan DSSA.

Lonjakan IHSG menjadikan kinerja pasar saham domestik menjadi yang terbaik di Asia-Pasifik. Tercatat selain RI hanya Selandia Baru dan Australia yang positif di kawasan regional dengan masing-masing naik tipis kurang dari 0,6%. Sementara itu bursa utama lain seperti Nikkei Jepang, KOSPI Korea Selatan, Hang Seng Hong Kong dan bursa Singapura, India serta China tercatat kompak rontok.

Secara teknikal maupun psikologis, rebound tajam IHSG pekan ini mencerminkan aksi bargain hunting serta perubahan sentimen secara menyeluruh dengan pasar mengapresiasi sejumlah kebijakan dan pertemuan yang dilakukan para pemangku kepentingan.

Nyaris seluruh sektor perdagangan menguat dengan hanya kesehatan yang terkontraksi. Adapun sektor infrastruktur melesat 4,22%, energi menguat 3,9% dan sektor finansial terapresiasi 3,21%.

Emiten perbankan, blue chip kapitalisasi besar hingga saham-saham konglomerat kompak menjadi penggerak kinerja IHSG hari ini.

Bank Central Asia (BBCA) menjadi tulang punggung kenaikan IHSG hari ini dengan sumbangsih kenaikan 46,84 indeks poin. Lalu diikuti oleh Telkom Indonesia (TLKM) dengan sumbangan atas kenaikan 19,84 indeks poin.

Tiga emiten himpunan bank negara (Himbara) yang memperoleh sentimen positif akan opsi buyback hari ini juga kembali melesat. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) secara kumulatif menyumbang kenaikan 35 indeks poin.

Lalu ada sejumlah emiten konglo yang juga ikut mengangkat IHSG hari ini termasuk DSSA, DCII, BRPT dan BREN.

Pasar keuangan Indonesia pada hari ini masih akan dihadapkan dengan dinamika mulai dari perang hingga investor yang terus mencermati ketahanan fiskal dalam negeri maupun kelanjutan makroekonomi global.

Bursa Asia dibuka melemah pada perdagangan Rabu (10/6/2026) setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Di kawasan Asia, indeks Kospi Korea Selatan memimpin pelemahan dengan penurunan lebih dari 2%. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,71% dan indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bergerak sedikit lebih rendah.

Kontrak berjangka saham Amerika Serikat juga berada di zona merah pada Selasa malam waktu setempat. Futures S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun 0,3%, sedangkan futures Dow Jones Industrial Average melemah 161 poin atau sekitar 0,3%.

Tekanan di pasar muncul setelah militer AS melancarkan apa yang disebut sebagai “serangan untuk membela diri” terhadap Iran. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS sehari sebelumnya.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan dilakukan sebagai balasan atas insiden penembakan helikopter tersebut. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menuduh Iran bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter yang sedang berpatroli di Selat Hormuz.

Meski demikian, Iran belum mengakui secara langsung keterlibatannya dalam insiden tersebut. Perkembangan terbaru ini dinilai berpotensi mengganggu gencatan senjata yang masih rapuh antara kedua negara sekaligus menghambat upaya menuju kesepakatan damai.

Meningkatnya tensi geopolitik juga mendorong harga minyak dunia lebih tinggi. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terakhir tercatat naik sekitar 1% ke kisaran US$89 per barel.

Dari domestik, PT Pertamina resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai Rabu, 10 Juni 2026. Kenaikan ini hanya berselang 10 hari setelah pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi naik per 1 juni 2026.

Berdasarkan situs PT Pertamina Patra Niaga, Pertamina resmi menaikkan harga BBM Pertamax (RON 92) menjadi Rp 16.250 per liter mulai Rabu, 10 Juni 2026 untuk daerah DKI Jakarta dan sekitarnya. Harga BBM Pertamax ini naik Rp 3.950 per liter dari sebelumnya ditetapkan Rp 12.300 per liter pada 1 Juni 2026.

Ini merupakan kenaikan harga BBM Pertamax perdana setelah lonjakan harga minyak dunia akibat perang Israel-Iran pecah sejak 28 Februari 2026 lalu. Ketika harga BBM non subsidi lainnya sudah mengalami kenaikan harga sejak 18 April 2026 lalu, harga BBM Pertamax masih belum mengalami penyesuaian harga.

Selanjutnya pasar juga akan mencerna kabar terkait rencanan buybacjk saham oleh emiten bank BUMN.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyelenggarakan pertemuan koordinasi bersama jajaran direktur bank Himbara, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Rapat tertutup yang berlangsung di Gedung Nusantara III DPR RI ini secara spesifik membahas dinamika pasar saham yang tengah bergejolak, khususnya tren pelemahan nilai saham pada perbankan BUMN.

Dasco memaparkan bahwa perbankan pelat merah pada dasarnya memiliki landasan fundamental operasional dan rekam jejak kinerja yang sangat solid. Pelemahan yang terjadi lebih banyak didorong oleh sentimen negatif dari situasi pasar global yang kemudian berdampak sistemik pada bursa domestik.

Oleh karena itu, pertemuan ini ditujukan untuk mendiskusikan peluang dan momentum yang tepat bagi pihak perbankan guna melakukan aksi pembelian kembali atau buyback atas saham-saham mereka yang terkoreksi.

Rapat strategis ini turut dihadiri oleh pimpinan tertinggi institusi keuangan negara, termasuk Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Taspen, hingga Indonesia Investment Authority.

Baca artikel CNBC Indonesia “IHSG Sesi I Naik 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham-Saham Ini” selengkapnya di sini: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260610130333-17-741663/ihsg-sesi-i-naik-234-ke-level-5881-ditopang-saham-saham-ini

Download Apps CNBC Indonesia sekarang https://app.cnbcindonesia.com/

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Akulaku Finance Raih Rp500 M dari Danamon, Perluas Akses Pembiayaan

Akulaku Finance Raih Rp500 M dari Danamon, Perluas Akses Pembiayaan

June 10, 2026
Stabilkan Rupiah, BI Rate Bisa Naik Lagi Pekan Depan?

Stabilkan Rupiah, BI Rate Bisa Naik Lagi Pekan Depan?

June 10, 2026
Tok! Antam (ANTM) Sepakat Bagi Dividen Rp 5,04 Triliun

Tok! Antam (ANTM) Sepakat Bagi Dividen Rp 5,04 Triliun

June 10, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .