• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Usai Bagi Dividen Jumbo, Analis Ungkap Prospek Bisnis Antam

Usai Bagi Dividen Jumbo, Analis Ungkap Prospek Bisnis Antam

June 12, 2026
Bank Dunia Soroti Isu MSCI di Pasar Modal RI, Ini Penjelasannya

Bank Dunia Soroti Isu MSCI di Pasar Modal RI, Ini Penjelasannya

June 12, 2026
PT Timah Jajaki Kerja Sama dengan ‘Raksasa dari China’

PT Timah Jajaki Kerja Sama dengan ‘Raksasa dari China’

June 12, 2026
Cadangan Menipis, PT Timah Bakal Nambang hingga Kedalaman 80 Meter

Cadangan Menipis, PT Timah Bakal Nambang hingga Kedalaman 80 Meter

June 12, 2026
Phapros (PEHA) Bidik Laba Double Digit 2026, Bos Besar Ungkap Jurusnya

Phapros (PEHA) Bidik Laba Double Digit 2026, Bos Besar Ungkap Jurusnya

June 12, 2026
Meski Pendapatan Turun, Laba Emiten Grup Bakrie (BNBR) Melonjak 49,6%

Meski Pendapatan Turun, Laba Emiten Grup Bakrie (BNBR) Melonjak 49,6%

June 12, 2026
ACES Bagi Dividen Tunai Rp548,2 M, Cek Jadwalnya!

ACES Bagi Dividen Tunai Rp548,2 M, Cek Jadwalnya!

June 12, 2026
Direktur Pengembangan Usaha Diganti, Ini Susunan Terbaru Pengurus TINS

Direktur Pengembangan Usaha Diganti, Ini Susunan Terbaru Pengurus TINS

June 12, 2026
Warga Lansia Bertambah, Prospek Bisnis Senior Living Meningkat

Warga Lansia Bertambah, Prospek Bisnis Senior Living Meningkat

June 12, 2026
Direktur Pengembangan Usaha Diganti, Ini Susunan TerbaruPengurus TINS

Direktur Pengembangan Usaha Diganti, Ini Susunan TerbaruPengurus TINS

June 12, 2026
Tok! PT Timah (TINS) Sepakat Bagi Dividen Rp 656,8 Miliar

Tok! PT Timah (TINS) Sepakat Bagi Dividen Rp 656,8 Miliar

June 12, 2026
BI Catat Aliran Modal Asing Masuk Rp19,02 T dalam 2 Hari Terakhir

BI Catat Aliran Modal Asing Masuk Rp19,02 T dalam 2 Hari Terakhir

June 12, 2026
Rupiah Ditutup Strong di Rp 17.865/US$, Bos BI Ungkap Pemicunya

Rupiah Ditutup Strong di Rp 17.865/US$, Bos BI Ungkap Pemicunya

June 12, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, June 12, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Usai Bagi Dividen Jumbo, Analis Ungkap Prospek Bisnis Antam

11 hours ago
in News
Usai Bagi Dividen Jumbo, Analis Ungkap Prospek Bisnis Antam
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam telah memutuskan untuk membagikan dividen jumbo senilai Rp 5,04 triliun atau setara Rp 210 per saham dari laba tahun buku 2025. Hal ini telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada Rabu (10/6/2026).

Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menuturkan, secara fundamental, Antam masih memiliki posisi keuangan yang solid. Hal ini didukung oleh struktur neraca yang sehat dan likuiditas yang kuat.

Di samping itu, konsistensi Antam dalam membagikan dividen mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham. Aksi korporasi ini pun menunjukkan sisi arus kas (cash flow) operasional perusahaan berada dalam kondisi yang tangguh.

“Ke depannya, profitabilitas Antam akan tetap terjaga berkat efisiensi biaya operasional yang terus dilakukan serta optimalisasi volume produksi pada komoditas inti mereka,” ungkap dia kepada CNBC Indonesia, Jumat (12/6/2026).

Selanjutnya, dia menilai bahwa prospek Antam masih cerah pada masa mendatang. Hal ini dipengaruhi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi yang memicu kenaikan harga emas dunia.

Tak hanya itu, kebijakan suku bunga acuan dari The Fed nanti diharapkan mampu menjaga daya tarik emas sebagai aset safe haven. Kondisi ini membuat margin laba dari divisi pemurnian logam mulia Antam diprediksi akan sangat kuat pada tahun 2026.

Di sisi lain, regulasi terkait pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik juga bakal mempengaruhi kinerja Antam. Pasalnya, Antam juga berfokus pada bisnis nikel maupun feronikel yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Selain itu, melalui Indonesia Battery Corporation (IBC), Antam turut bekerja sama dengan CATL dan LG Energy Solution untuk mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Bahkan lanjutnya, kebijakan pemerintah yang semakin ketat terhadap ekspor bahan mentah justru menguntungkan Antam, karena mereka sudah memiliki infrastruktur pengolahan (smelter feronikel) yang mapan.

Bukan hanya itu, Nafan juga melihat fenomena peningkatan minat masyarakat terhadap program cicil emas bakal memberikan dampak positif yang nyata bagi Antam. Sebagai produsen emas batangan Logam Mulia terbesar di Indonesia yang memiliki sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA), Antam jelas punya modal kuat baik dari sisi hulu maupun hilir.

“Banyak institusi perbankan, pegadaian, maupun platform digital yang menyediakan layanan cicil emas menyerap pasokan emas batangan mereka langsung dari Antam untuk menjaga standar kualitas dan kepercayaan nasabah. Ini tentu memperluas basis pasar ritel domestik Antam,” kata Nafan.

Senada, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi menyebutkan, Antam masih memiliki fundamental solid mengingat diversifikasi emas, nikel, dan alumina menjadi keunggulan struktural bagi perusahaan. Keputusan pembagian dividen tunai yang mencapai Rp 5,04 triliun mencerminkan arus kas perusahaan yang sehat.

“Prospek masih positif. Katalisnya berasal dari harga emas yang masih di atas US$ 4.000, proyek SGAR beroperasi, dan pelemahan rupiah menguntungkan emiten dengan pendapatan dolar AS,” ungkap Wafi.

Wafi juga menilai, program Cicil Emas akan berdampak langsung terhadap Antam. Sebab, Antam berpotensi memperoleh margin lebih tinggi dari volume penjualan lewat program tersebut. Ditambah lagi, kontribusi segmen emas mencapai lebih dari 60% terhadap total pendapatan Antam.

Tak hanya itu, Antam juga masih berstatus sebagai proxy saham emas di pasar Indonesia. Emiten ini memiliki keunggulan sebagai BUMN dengan porsi pangsa pasar emas terbesar di Indonesia, baik sebagai produsen di sektor hulu maupun penjual emas batangan di sektor hilir.

“Ya, (Antam) proxy emas terbaik di BEI. Lebih dari 60% pendapatan dari emas. Segmen nikel dan alumina juga menjadi buffer tambahan saat emas koreksi,” imbuh dia.

Untuk ke depannya, Wafi bilang Antam perlu memastikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dapat disetujui, produksi berjalan sesuai rencana, melakukan lindung nilai (hedging) sebagian pendapatan saat harga tinggi, serta mengefisiensikan All In Sustaining Cost (AISC). Bagi investor pemegang saham Antam, mereka juga perlu memantau perkembangan harga emas dunia dan kurs rupiah.

(dpu/dpu)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bank Dunia Soroti Isu MSCI di Pasar Modal RI, Ini Penjelasannya

Bank Dunia Soroti Isu MSCI di Pasar Modal RI, Ini Penjelasannya

June 12, 2026
PT Timah Jajaki Kerja Sama dengan ‘Raksasa dari China’

PT Timah Jajaki Kerja Sama dengan ‘Raksasa dari China’

June 12, 2026
Cadangan Menipis, PT Timah Bakal Nambang hingga Kedalaman 80 Meter

Cadangan Menipis, PT Timah Bakal Nambang hingga Kedalaman 80 Meter

June 12, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .