Jakarta, CNBC Indonesia – Deputi Gubernur BI Destry Damayanti mengungkapkan aliran modal asing ke Tanah Air terus masuk minggu ini. Hal ini sejalan dengan bauran kebijakan diperkuat oleh bank sentral, termasuk kenaikan suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) dalam sebulan terakhir.
Selain itu, BI memperkuat struktur suku bunga SRBI, memberikan insentif hedging swap bagi investor asing, dan membuka akses repo untuk mendukung likuiditas perbankan, serta peningkatan intensitas operasi moneter rupiah dan valuta asing.
“Pasca kenaikan BI Rate, aliran masuk modal asing mengalami perkembangan positif, didukung oleh daya tarik instrumen keuangan domestik,” paparnya dalam pernyataan resmi, Jumat (12/8/2026).
Adapun, Destry mengungkapkan tingginya minat investor global tecermin dari peningkatan inflows transaksi SRBI nonresiden dan SBN yang pada tanggal 10 dan 11 Juni 2026 masing-masing tercatat sebesar Rp15,11 triliun dan Rp3,91 triliun.
Aliran dana asing ini turut memperkuat posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup terapresiasi 0,61% ke posisi Rp17.865/US$. Posisi ini membuat rupiah semakin menjauh dari level psikologis Rp18.000/US$ dan mulai mendekati area Rp17.800/US$.
“Perkembangan ini mencerminkan respons positif pasar terhadap bauran kebijakan Bank Indonesia,” tegas Destry.
(haa/haa)
Add
as a preferred
source on Google

















