Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak-banyaknya 2,44 miliar saham baru.
Jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut setara maksimal 10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan yang mencapai 24,47 miliar saham. Saham baru yang diterbitkan memiliki nilai nominal Rp20 per saham.
“Melalui PMTHMETD IV, Perseroan diharapkan untuk mendapatkan alternatif sumber pendanaan untuk kepentingan Perseroan,” sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat, (19/6/2026).
Jika diasumsikan seluruh 2.447.298.377 saham baru diterbitkan pada harga Rp2.860 per saham (harga penutupan MDKA kemarin), maka potensi dana yang dihimpun sekitar Rp 7 triliun.
Dana hasil private placement nantinya akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja perseroan dan grup usaha. Alokasi untuk kebutuhan tersebut mencapai sekitar 30% dari total dana yang diperoleh dari aksi korporasi.
Sementara itu, sisa dana akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan dan grup. Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui belanja modal, pembelian saham, pembelian aset, penyertaan modal, maupun bentuk transaksi lainnya.
Meski demikian, hingga keterbukaan informasi ini diterbitkan, MDKA menyatakan belum memiliki perjanjian maupun kesepakatan terkait penggunaan dana hasil PMTHMETD serta belum menentukan perusahaan yang akan menerima penyertaan modal dari dana tersebut. Perseroan juga belum menetapkan calon investor yang akan menyerap saham baru hasil PMTHMETD IV.
Pelaksanaan PMTHMETD IV akan terlebih dahulu meminta persetujuan pemegang saham independen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Sesuai ketentuan yang berlaku, aksi korporasi tersebut harus direalisasikan dalam jangka waktu maksimal dua tahun sejak memperoleh persetujuan pemegang saham.
Dari sisi dampak, MDKA memperkirakan penerbitan saham baru akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan serta memperkuat struktur permodalan untuk mendukung pengembangan bisnis. Namun, pemegang saham eksisting berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 9,091% apabila seluruh saham baru diterbitkan.
Perseroan menegaskan tidak akan terjadi perubahan pengendalian setelah PMTHMETD IV direalisasikan.
(mkh/mkh)
Add
as a preferred
source on Google



















