Jakarta, CNBC Indonesia – PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) telah merombak susunan pengurusnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Emiten pengolahan nikel itu kedatangan dua direksi baru.
Pemegang saham menyetujui pengangkatan James Nicholas dan Ashutosh Srivastava Fausimm sebagai Direktur MBMA, efektif sejak ditutupnya RUPST. James Nicholas menjabat sebagai Chief Financial Officer, sementara Ashutosh Srivastava Fausimm sebagai Direktur Operasional.
RUPST juga menyetujui pengunduran diri Anthony Kartono Tan dari jabatannya sebagai Direktur. MBMA menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan dedikasi Anthony selama menjabat.
“Penguatan susunan Direksi diharapkan dapat mendukung fokus MBMA pada disiplin keuangan, eksekusi operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang seiring pengembangan posisi Perseroan dalam rantai nilai bahan baku baterai,” ujar Presiden Direktur MBMA Teddy Nuryanto Oetomo dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Selain itu, RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2025 dan mengesahkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Rapat itu juga menyepakati sejumlah keputusan strategis untuk mendukung agenda pertumbuhan MBMA ke depan.
Sepanjang 2025, MBMA membukukan pendapatan sekitar US$1,435 miliar dan EBITDA sebesar US$219 juta, didukung oleh peningkatan volume produksi nikel, kontribusi yang lebih baik dari operasi hilir, serta disiplin biaya yang berkelanjutan di sepanjang rantai nilai.
Tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral menjadi salah satu pendorong utama, dengan produksi 7,0 juta wet metric tonnes (wmt) bijih saprolit dan 14,7 juta wmt bijih limonit pada 2025. Operasi hilir juga memberikan kontribusi terhadap kinerja Perseroan, dengan produksi Nickel Pig Iron (NPI) sebesar 73.871 ton, High-Grade Nickel Matte (HGNM) sekitar 19.998 ton, serta Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sekitar 25.994 ton.
Memasuki 2026, MBMA menargetkan pertumbuhan di seluruh lini operasi. Perseroan menargetkan produksi bijih saprolit sebesar 8,0 juta hingga 10,0 juta wmt dan produksi bijih limonit sebesar 20,0 juta hingga 25,0 juta wmt. Di sektor hilir nikel, MBMA menargetkan produksi NPI sebesar 70.000 hingga 80.000 ton dan HGNM sebesar 44.000 hingga 48.000 ton.
Cucu usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) ini juga terus memajukan sejumlah proyek strategis untuk meningkatkan integrasi dan efisiensi. MBMA telah mulai mengoperasikan Feed Preparation Plant (FPP) untuk mengirimkan slurry limonit melalui jalur pipa dari tambang SCM ke fasilitas HPAL yang dioperasikan oleh PT ESG New Energy Material. Proyek HPAL SLNC, yang memiliki kapasitas terpasang 90.000 ton nikel per tahun, terus berjalan sesuai rencana, dengan commissioning lini pertama ditargetkan pada semester kedua 2026.
Dengan berakhirnya RUPST tersebut, susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:
Presiden Komisaris : Winato Kartono
Komisaris : Michael W.P. Soeryadjaya
Komisaris Independen : Prof. Dr. Didi Achjari
Presiden Direktur : Teddy Nuryanto Oetomo
Direktur : Titien Supeno
Direktur : James Nicholas
Direktur : Ashutosh Srivastava Fausimm
(ayh/ayh)
Add
as a preferred
source on Google



















