• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign

Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign

July 7, 2026
OJK Terima 22.206 Aduan Keuangan Ilegal, 951 Pinjol Ditutup

OJK Terima 22.206 Aduan Keuangan Ilegal, 951 Pinjol Ditutup

July 7, 2026
Kasus Penipuan Berkedok Investasi di Bank Mantap, OJK Panggil Direksi

Kasus Penipuan Berkedok Investasi di Bank Mantap, OJK Panggil Direksi

July 7, 2026
OJK Catat Transaksi Aset Kripto per Mei Tembus Rp 23 Triliun

OJK Catat Transaksi Aset Kripto per Mei Tembus Rp 23 Triliun

July 7, 2026
OJK Respons Suntikan Rp400 T dari Purbaya: Likuiditas Bank Makin Kuat

OJK Respons Suntikan Rp400 T dari Purbaya: Likuiditas Bank Makin Kuat

July 7, 2026
Eks Bos PTPN XI Tersangka Korupsi Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes!

Eks Bos PTPN XI Tersangka Korupsi Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes!

July 7, 2026
Tantangan Industri Nikel Wujudkan Ambisi RI Jadi Pusat Baterai

Tantangan Industri Nikel Wujudkan Ambisi RI Jadi Pusat Baterai

July 7, 2026
Daya Beli Tertekan, Bisnis Jual Beli Mobil Bekas Masih Cuan?

Daya Beli Tertekan, Bisnis Jual Beli Mobil Bekas Masih Cuan?

July 7, 2026
IHSG Belum Pulih tapi Ada 11 Perusahaan Antre IPO

IHSG Belum Pulih tapi Ada 11 Perusahaan Antre IPO

July 7, 2026
Penyebab IHSG Ditutup Naik 1,19% Hari Ini

Penyebab IHSG Ditutup Naik 1,19% Hari Ini

July 7, 2026
Kasus Debt Collector Toyota Astra Finance, Ini Teguran dari OJK

Kasus Debt Collector Toyota Astra Finance, Ini Teguran dari OJK

July 7, 2026
Multifinance Seret, Pinjol Melambat, Pegadaian Melesat 58%

Multifinance Seret, Pinjol Melambat, Pegadaian Melesat 58%

July 7, 2026
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 T di Mei 2026

Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 T di Mei 2026

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign

3 hours ago
in Lifestyle
Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten udang yang terafiliasi Kaesang Pangarep, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) tengah menghadapi tekanan keuangan berat. Produsen udang beku tersebut kini hanya mengoperasikan satu pabrik akibat kekurangan modal kerja, sementara restrukturisasi utang dengan sejumlah kreditur masih berlangsung.

Di tengah kondisi tersebut, PT Bank Permata Tbk (BNLI) menjadi kreditur dengan eksposur terbesar kepada PMMP. Berdasarkan jawaban perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), outstanding kredit PMMP di Bank Permata mencapai US$53,12 juta ditambah fasilitas dalam rupiah sebesar Rp5,49 miliar. Dengan asumsi kurs Rp18.027 per dolar AS, total eksposur Bank Permata mencapai sekitar Rp963 miliar atau nyaris Rp1 triliun.

Tak hanya Bank Permata, PMMP juga masih memiliki pinjaman kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank SMBC Indonesia Tbk, PT Bank Maspion Indonesia Tbk, serta PT Bank Resona Perdania.

Perseroan menyebut restrukturisasi dengan Bank Permata telah memiliki perjanjian kredit, sementara restrukturisasi dengan kreditur lainnya masih menunggu hasil komite masing-masing bank.

Sementara itu kondisi operasional PMMP juga menunjukkan tekanan yang tidak ringan. Dalam penjelasannya kepada BEI, manajemen mengungkapkan saat ini hanya satu unit pabrik di Situbondo yang masih beroperasi.

Kendala terbesar perusahaan adalah keterbatasan modal kerja, dengan kebutuhan tambahan modal kerja diperkirakan mencapai US$15 juta agar kegiatan operasional dapat berjalan optimal.

Efisiensi telah dilakukan melalui pengurangan tenaga kerja. Sejak 2024 hingga saat ini, perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 37 karyawan staf dan 79 karyawan harian, sementara 82 staf lain mengundurkan diri.

Tekanan tersebut tercermin dalam laporan keuangan perseroan per 30 September 2025. PMMP membukukan rugi bersih US$38,02 juta, membengkak dibanding rugi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$15,26 juta. Akumulasi defisit pun meningkat menjadi sekitar US$117,24 juta.

Di sisi neraca, total liabilitas PMMP mencapai sekitar US$257,13 juta, melampaui total aset sebesar US$220,73 juta. Kondisi tersebut membuat perseroan mencatat defisiensi modal (ekuitas negatif) sekitar US$36,40 juta, yang mencerminkan kewajiban perusahaan telah melebihi nilai aset yang dimiliki.

Likuiditas perusahaan juga berada di bawah tekanan. Saldo kas dan bank pada akhir September 2025 hanya sekitar US$188.703, sementara pinjaman bank jangka pendek mencapai US$193,35 juta.

Sebagai upaya memperbaiki kondisi keuangan, PMMP berencana melakukan rights issue serta mengonversi sebagian utang menjadi saham guna mengembalikan struktur permodalan menjadi positif.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Direktur Pemasaran PMMP Patrick Djuanda juga telah mengundurkan diri jabatannya. Surat permohonan pengunduran diri Patrick disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan terhitung efektif sejak tanggal 25 Februari 2026.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk bekerja dan berkembang di PT. Panca Mitra Multiperdana Tbk selama 12 tahun terakhir,” tulisnya, Rabu (25/2/2026).

Patrick mengungkapkan bahwa dirinya telah mempertimbangkan dengan matang keputusannya tersebut dengan alasan pribadi yang tidak dapat disebutkan.

“Saya telah mempertimbangkan keputusan ini dengan matang dan mengundurkan diri karena alasan pribadi. Saya berharap PT. Panca Mitra Multiperdana Tbk. dapat terus maju dan sukses di masa yang akan datang. Saya akan menyelesaikan semua tanggung jawab dan kewajiban terkait handover pekerjaan sesuai dengan kebijakan perusahaan hingga tanggal efektif pengunduran diri saya,” tutupnya.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Maret 2026 penerima manfaat terakhir PMMP adalah Soesilo Soebardjo. Secara langsung dia menggenggam saham PMMP sebesar 22,41% dan melalui PT Tiga Makin Jaya 34,7%.

Selain itu PT Harapan Bangsa Kita tercatat memiliki 7,27%. Harapan Bangsa Kita atau dikenal dengan GK Hebat merupakan perusahaan milik Kaesang Pangarep.

(ayh/ayh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Terima 22.206 Aduan Keuangan Ilegal, 951 Pinjol Ditutup

OJK Terima 22.206 Aduan Keuangan Ilegal, 951 Pinjol Ditutup

July 7, 2026
Kasus Penipuan Berkedok Investasi di Bank Mantap, OJK Panggil Direksi

Kasus Penipuan Berkedok Investasi di Bank Mantap, OJK Panggil Direksi

July 7, 2026
OJK Catat Transaksi Aset Kripto per Mei Tembus Rp 23 Triliun

OJK Catat Transaksi Aset Kripto per Mei Tembus Rp 23 Triliun

July 7, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .