• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
4 Calon Emiten Antre IPO, 2 Diantaranya Perusahaan Besar

4 Calon Emiten Antre IPO, 2 Diantaranya Perusahaan Besar

July 13, 2026
Gurita Bisnis Tan Kian, Raja Properti RI yang Jadi Saksi Kasus Febrie

Gurita Bisnis Tan Kian, Raja Properti RI yang Jadi Saksi Kasus Febrie

July 13, 2026
Emiten Konglomerat Happy Hapsoro (RAJA) Stock Split 1:5, Ini Jadwalnya

Emiten Konglomerat Happy Hapsoro (RAJA) Stock Split 1:5, Ini Jadwalnya

July 13, 2026
DSSA Beli Saham Pengendali EXCL Senilai Rp 8,54 Triliun

DSSA Beli Saham Pengendali EXCL Senilai Rp 8,54 Triliun

July 13, 2026
Penyeragaman Kemasan Rokok Sebabkan Pendarahan Fiskal dan PHK Massal

Penyeragaman Kemasan Rokok Sebabkan Pendarahan Fiskal dan PHK Massal

July 13, 2026
Anak Hashim Keponakan Prabowo Datang ke IKN, Beri Respons Tak Terduga

Anak Hashim Keponakan Prabowo Datang ke IKN, Beri Respons Tak Terduga

July 13, 2026
Penampakan Kelab Malam Ibu Kota yang Terbakar Habis, 27 Orang Tewas

Penampakan Kelab Malam Ibu Kota yang Terbakar Habis, 27 Orang Tewas

July 13, 2026
Baru 5 Hari Melantai, Saham JELI Anjlok 14,72% dan Sentuh ARB

Baru 5 Hari Melantai, Saham JELI Anjlok 14,72% dan Sentuh ARB

July 13, 2026
Iran-AS Panas Lagi! Harga Minyak Melonjak 4,29%, Nyaris Tembus US

Iran-AS Panas Lagi! Harga Minyak Melonjak 4,29%, Nyaris Tembus US$80

July 13, 2026
Dikaitkan dengan Kaesang, Panca Mitra Multiperdana (PMMP) Buka Suara

Dikaitkan dengan Kaesang, Panca Mitra Multiperdana (PMMP) Buka Suara

July 13, 2026
Breaking News! Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Breaking News! Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS

July 13, 2026
IHSG Dibuka Naik 0,17%, Tapi Langsung Balik Arah ke Zona Merah

IHSG Dibuka Naik 0,17%, Tapi Langsung Balik Arah ke Zona Merah

July 13, 2026
Breaking News! Dolar AS Dekati Rp18.100/ US$

Breaking News! Dolar AS Dekati Rp18.100/ US$

July 13, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, July 13, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

4 Calon Emiten Antre IPO, 2 Diantaranya Perusahaan Besar

2 hours ago
in Market
4 Calon Emiten Antre IPO, 2 Diantaranya Perusahaan Besar
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, hingga saat ini masih ada 4 perusahaan yang akan mencatatkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Direktur Penilaian Perusahan BEI Saidu Solihin menyebutkan, 4 calon emiten tersebut bergerak material dasar, konsumer non kritikal, hingga sektor kesehatan.

“Hingga saat ini, terdapat 4 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026).

Adapun 4 calon emiten tersebut terdiri dari 2 perusahaan aset berskala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar, dan 2 perusahaan dengan aset berskala besar senilai di atas Rp 250 miliar.

Seperti diketahui, hingga 10 Juli 2026 telah tercatat 7 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp 2,16 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai berlanjutnya aktivitas Initial Public Offering (IPO) menjadi salah satu indikator positif terjaganya kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal nasional.

Momentum IPO kali ini menjadi istimewa karena merupakan IPO kedua di Indonesia pada tahun 2026 yang berlangsung di tengah dinamika pasar saham yang cukup tinggi. Meski demikian, berlanjutnya aktivitas IPO turut mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek perekonomian nasional yang tetap terjaga.

Pada triwulan I tahun 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61%, menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah dinamika ekonomi global. Kinerja positif tersebut didukung oleh konsumsi domestik yang tetap terjaga, meningkatnya aktivitas investasi, serta berbagai reformasi yang terus dilakukan Pemerintah untuk memperkuat iklim usaha.

“Selamat dan pecah telur bagi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru, ini IPO pertama kali (sejak menjabat),” ujar Airlangga Hartarto di Gedung BEI di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Salah satu sektor yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi adalah industri makanan dan minuman. Pada triwulan I tahun 2026, sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 7,31% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 7,20%.

Industri makanan dan minuman juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,04%, yang didorong oleh meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dari sisi investasi, industri makanan dan minuman terus menunjukkan kinerja yang positif. Pada triwulan I tahun 2026, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor tersebut mencapai Rp10,48 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp16,34 triliun.

Capaian tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap sektor riil sekaligus menunjukkan bahwa pasar domestik Indonesia tetap bergairah, daya beli masyarakat terjaga, dan iklim investasi nasional berada pada jalur yang tepat.

Pemerintah juga terus melanjutkan reformasi di sektor pasar modal guna menjaga kepercayaan investor dan meningkatkan daya saing pasar keuangan nasional. Keputusan lembaga penyedia indeks global MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada evaluasi Juni 2026 menjadi cerminan kuatnya fundamental ekonomi nasional sekaligus meningkatnya kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.

Berlanjutnya aktivitas IPO di pasar modal diharapkan semakin memperkuat fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. Melalui dana yang dihimpun dari publik, perusahaan dapat mempercepat ekspansi usaha, meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi, serta membuka lebih banyak lapangan kerja, sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia akan terus memperkuat reformasi pasar modal melalui peningkatan transparansi, tata kelola, dan perlindungan investor. Langkah tersebut diharapkan semakin memperdalam pasar modal Indonesia, memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, serta memperkuat kontribusi sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

(ayh/ayh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Gurita Bisnis Tan Kian, Raja Properti RI yang Jadi Saksi Kasus Febrie

Gurita Bisnis Tan Kian, Raja Properti RI yang Jadi Saksi Kasus Febrie

July 13, 2026
Emiten Konglomerat Happy Hapsoro (RAJA) Stock Split 1:5, Ini Jadwalnya

Emiten Konglomerat Happy Hapsoro (RAJA) Stock Split 1:5, Ini Jadwalnya

July 13, 2026
DSSA Beli Saham Pengendali EXCL Senilai Rp 8,54 Triliun

DSSA Beli Saham Pengendali EXCL Senilai Rp 8,54 Triliun

July 13, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .