• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dulu Raja Sawit Dunia, Negara Ini Sekarang Belajar dari Malaysia

Dulu Raja Sawit Dunia, Negara Ini Sekarang Belajar dari Malaysia

August 8, 2026
Saat Raja Ritel Indonesia Tumbang, Diambil Alih Keluarga Konglomerat

Saat Raja Ritel Indonesia Tumbang, Diambil Alih Keluarga Konglomerat

August 8, 2026
Jurus Bank Jatim Agar Sinergi KUB Saling Menguntungkan BPD

Jurus Bank Jatim Agar Sinergi KUB Saling Menguntungkan BPD

August 8, 2026
Setelah Resign dan Bantu Ibu Jaga Warung, Kini Pemilik 23.000 Toko

Setelah Resign dan Bantu Ibu Jaga Warung, Kini Pemilik 23.000 Toko

August 8, 2026
Danantara Siapkan Rp44,5 Triliun untuk Garap Bisnis Daging Asia

Danantara Siapkan Rp44,5 Triliun untuk Garap Bisnis Daging Asia

August 8, 2026
Ingin Anak Seperti Warren Buffett, Orang Tua China Siapkan Rp34 Juta

Ingin Anak Seperti Warren Buffett, Orang Tua China Siapkan Rp34 Juta

August 8, 2026
Pendatang China Ini Jualan Kopi, Berubah Jadi Orang Terkaya RI

Pendatang China Ini Jualan Kopi, Berubah Jadi Orang Terkaya RI

August 8, 2026
Konglomerat RI Ini Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Begini Kisahnya

Konglomerat RI Ini Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Begini Kisahnya

August 8, 2026
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Bank BRI-Mandiri-BNI per Agustus 2026

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Bank BRI-Mandiri-BNI per Agustus 2026

August 8, 2026
Prabowo Mau Perbaiki Buku SD-SMA, Malaysia-Kamboja Jadi Pembanding

Prabowo Mau Perbaiki Buku SD-SMA, Malaysia-Kamboja Jadi Pembanding

August 7, 2026
Prabowo Lagi Perbaiki Buku SD-SMA, Malaysia-Kamboja Jadi Pembanding

Prabowo Lagi Perbaiki Buku SD-SMA, Malaysia-Kamboja Jadi Pembanding

August 7, 2026
Unilever Sabet ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI

Unilever Sabet ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI

August 7, 2026
Video: Iran Tuding Trump Lakukan "Diplomasi Teater" – Rupiah Perkasa

Video: Iran Tuding Trump Lakukan "Diplomasi Teater" – Rupiah Perkasa

August 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, August 8, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Dulu Raja Sawit Dunia, Negara Ini Sekarang Belajar dari Malaysia

5 hours ago
in News
Dulu Raja Sawit Dunia, Negara Ini Sekarang Belajar dari Malaysia
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nigeria, negara di Afrika Barat yang menjadi tempat asal tanaman kelapa sawit, kini harus menelan kenyataan pahit. Wilayah yang dahulu mendominasi pasar minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) global tersebut kini kehilangan taji dan berubah status menjadi importir demi memenuhi kebutuhan dalam negerinya.

Melansir data BusinessDay Nigeria, Nigeria pernah menguasai pangsa pasar dengan memasok sekitar 43% minyak sawit dunia. Kontribusi Nigeria terhadap pasokan CPO global merosot drastis hingga kini hanya tersisa sekitar 2%.

Laju produksi lokal gagal mengejar pesatnya lonjakan konsumsi domestik yang didorong oleh pertumbuhan penduduk dan ekspansi industri pangan.

Presiden Oil Palm Growers Association of Nigeria (OPGAN), Joe Onyiuke, mengungkapkan bahwa penurunan tajam ini memperlihatkan ketimpangan serius antara kapasitas produksi nasional dan tingginya permintaan pasar dalam negeri. Kondisi tersebut memaksa sang mantan raja sawit dunia bergantung pada pasokan impor dari negara lain.

Menurut data yang dikutip BusinessDay Nigeria, kebutuhan minyak sawit Nigeria mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun. Produksi nasional baru berada di kisaran 1,5 juta ton. Selisih lebih dari satu juta ton tersebut dipenuhi melalui impor dari Malaysia, Indonesia, dan negara produsen lainnya.

UN Comtrade melaporkan Nigeria menghabiskan sekitar US$155 juta untuk mengimpor minyak sawit sepanjang 2024. Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri ikut menambah tekanan terhadap devisa sekaligus biaya pangan di negara itu.

Pelaku industri menilai persoalan utama bukan berada pada luas lahan semata. Joe Onyiuke menyebut produktivitas kebun masih rendah akibat minimnya inovasi, penggunaan teknologi, keterbatasan pembiayaan, kebijakan pemerintah yang berubah-ubah, hingga belum adanya program peremajaan tanaman secara nasional.

Sekitar 80% produksi sawit Nigeria masih berasal dari petani kecil yang mengelola tanaman semi-liar dengan metode panen dan pengolahan tradisional.

Saat Nigeria menghadapi persoalan tersebut, Malaysia melaju menjadi salah satu pemain utama industri sawit dunia. Melansir BusinessDay Nigeria yang mengutip Malaysian Palm Oil Council (MPOC), Malaysia memproduksi sekitar 20,28 juta ton minyak sawit pada 2025 dan mengekspornya ke lebih dari 150 negara.

Industri sawit menyumbang sekitar US$27,5 miliar devisa ekspor Malaysia pada 2025 atau sekitar 3% terhadap produk domestik bruto (PDB) negara tersebut. Sektor ini juga menopang sekitar tiga juta lapangan kerja melalui perkebunan, industri pengolahan, logistik, hingga produk hilir berbasis sawit.

Pertumbuhan tersebut dibangun melalui investasi jangka panjang.

Pemerintah Malaysia mengembangkan riset varietas unggul, menjalankan program replanting, memperluas pabrik pengolahan terpadu, memperkuat petani kecil, serta mendorong hilirisasi ke produk bernilai tambah seperti oleokimia dan bioenergi. Sistem ketertelusuran dan standar keberlanjutan kemudian memperkuat daya saing sawit Malaysia di pasar ekspor.

Malaysia kini mulai membawa pengalaman tersebut ke Nigeria. Dalam ajang Malaysia Market Connect di Lagos, Chief Executive Officer MPOC Belvinder Sron mengatakan Malaysia siap membantu Nigeria melalui penyediaan bibit unggul, kerja sama penelitian, transfer teknologi, hingga investasi di sektor sawit. MPOC juga membuka kantor perwakilan di Lagos untuk memperluas kerja sama dengan pelaku industri setempat.

Menurut MPOC, Malaysia telah mengekspor sekitar 300 ribu ton minyak sawit dan produk turunannya ke Nigeria dalam satu tahun terakhir. Angka tersebut menggambarkan besarnya pasar Nigeria yang masih mengalami defisit pasokan minyak sawit.

Bagi Nigeria, kerja sama tersebut menjadi salah satu peluang mempercepat peningkatan produksi dalam negeri. Sementara bagi Malaysia, Afrika berkembang menjadi pasar strategis sekaligus pintu untuk memperluas pengaruh industri sawitnya melalui investasi, transfer teknologi, dan penguatan rantai pasok.

(pgr/pgr)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Saat Raja Ritel Indonesia Tumbang, Diambil Alih Keluarga Konglomerat

Saat Raja Ritel Indonesia Tumbang, Diambil Alih Keluarga Konglomerat

August 8, 2026
Jurus Bank Jatim Agar Sinergi KUB Saling Menguntungkan BPD

Jurus Bank Jatim Agar Sinergi KUB Saling Menguntungkan BPD

August 8, 2026
Setelah Resign dan Bantu Ibu Jaga Warung, Kini Pemilik 23.000 Toko

Setelah Resign dan Bantu Ibu Jaga Warung, Kini Pemilik 23.000 Toko

August 8, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .