• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Utang Luar Negeri RI Tembus US3,4 M di Q2-2026, Tumbuh 4,4%

Utang Luar Negeri RI Tembus US$453,4 M di Q2-2026, Tumbuh 4,4%

August 18, 2026
IHSG Lompat 1,68% Tembus Level Psikologis 6.500, OTW Reli Panjang?

IHSG Lompat 1,68% Tembus Level Psikologis 6.500, OTW Reli Panjang?

August 20, 2026
Purbaya Siapkan Jurus Baru Buat UMKM, PIP hingga LPEI Bakal Dikerahkan

Purbaya Siapkan Jurus Baru Buat UMKM, PIP hingga LPEI Bakal Dikerahkan

August 20, 2026
BEI Cecar Toba Pulp (INRU) Soal Korupsi Pajak Rp2 T, Ini Jawabannya

BEI Cecar Toba Pulp (INRU) Soal Korupsi Pajak Rp2 T, Ini Jawabannya

August 20, 2026
Telkom Rampingkan Anak Usaha, Dari 68 Jadi 18 Entitas

Telkom Rampingkan Anak Usaha, Dari 68 Jadi 18 Entitas

August 20, 2026
Bos BSI (BRIS) Ungkap Minat Garap Produk ETF Emas

Bos BSI (BRIS) Ungkap Minat Garap Produk ETF Emas

August 20, 2026
BSI (BRIS) Dorong Simpanan Emas Punya Penjaminan

BSI (BRIS) Dorong Simpanan Emas Punya Penjaminan

August 20, 2026
Rupiah Ditutup Melesat 0,48%, Dolar AS Turun ke Rp17.740

Rupiah Ditutup Melesat 0,48%, Dolar AS Turun ke Rp17.740

August 20, 2026
Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800

Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800

August 20, 2026
PGE Kejar Target 1 GW PLTP & Jadi Perusahaan Panas Bumi No 1 di 2028

PGE Kejar Target 1 GW PLTP & Jadi Perusahaan Panas Bumi No 1 di 2028

August 20, 2026
Resmi Dibentuk, Asosiasi Bank Emas RI Mau Buat Gold Hub

Resmi Dibentuk, Asosiasi Bank Emas RI Mau Buat Gold Hub

August 20, 2026
IHSG Reli Lebih Dari 1% & Rupiah Menguat ke Rp 17.700 per USD

IHSG Reli Lebih Dari 1% & Rupiah Menguat ke Rp 17.700 per USD

August 20, 2026
IHSG Dekati 6.500! Asing Rebutan 10 Saham Ini, Gelontorkan Rp648 M

IHSG Dekati 6.500! Asing Rebutan 10 Saham Ini, Gelontorkan Rp648 M

August 20, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, August 20, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Utang Luar Negeri RI Tembus US$453,4 M di Q2-2026, Tumbuh 4,4%

2 days ago
in News
Utang Luar Negeri RI Tembus US3,4 M di Q2-2026, Tumbuh 4,4%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II-2026 tetap terjaga. Posisi ULN Indonesia tercatat sebesar US$453,4 miliar, atau secara tahunan tumbuh 4,4% (yoy).

Perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan ULN publik, baik dari pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang levelnya lebih rendah dibanding periode sebelumnya.

Posisi ULN pemerintah pada triwulan II 2026 tercatat sebesar US$216,3 miliar, atau tumbuh 2,9% (yoy) – melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I-2026 yang sebesar 3,8% (yoy).

BI menjelaskan, perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang terjaga.

“Pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden, terukur, dan fleksibel untuk mewujudkan pembiayaan yang efisien dan optimal,” tulis BI dalam rilisnya, Selasa (18/8/2026).

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN terus diarahkan mendukung pembiayaan sektor produktif dengan tetap memperhatikan aspek sustainabilitas pengelolaannya.

Rincian Pemanfaatan ULN Pemerintah per Sektor

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk:

  • Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial: 22,0% dari total ULN pemerintah
  • Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib: 20,6%
  • Jasa Pendidikan: 16,2%
  • Konstruksi: 11,5%
  • Transportasi dan Pergudangan: 8,5%

“Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang,” tegas BI.

Sementara itu, peningkatan ULN bank sentral terutama didorong oleh kenaikan kepemilikan investor non-residen terhadap instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), sejalan dengan operasi moneter pro-market dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang kembali meningkat.

ULN Swasta Masih Terkontraksi, Tapi Melambat

Di sisi lain, posisi ULN swasta pada triwulan II 2026 tercatat sebesar US$194,6 miliar, atau mengalami kontraksi 0,6% (yoy) – lebih rendah dibandingkan kontraksi 1,3% (yoy) pada triwulan I 2026.

Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi 3,4% (yoy), membaik dibandingkan kontraksi 6,3% (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Berdasarkan sektor ekonomi, posisi ULN swasta terutama berasal dari sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,4% dari total ULN swasta. ULN swasta tetap didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 75,7% terhadap total ULN swasta.

BI menegaskan struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 30,6% pada triwulan II 2026, serta didominasi ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 82,1% dari total ULN.

Dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Indonesia disebut akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, sembari meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Lompat 1,68% Tembus Level Psikologis 6.500, OTW Reli Panjang?

IHSG Lompat 1,68% Tembus Level Psikologis 6.500, OTW Reli Panjang?

August 20, 2026
Purbaya Siapkan Jurus Baru Buat UMKM, PIP hingga LPEI Bakal Dikerahkan

Purbaya Siapkan Jurus Baru Buat UMKM, PIP hingga LPEI Bakal Dikerahkan

August 20, 2026
BEI Cecar Toba Pulp (INRU) Soal Korupsi Pajak Rp2 T, Ini Jawabannya

BEI Cecar Toba Pulp (INRU) Soal Korupsi Pajak Rp2 T, Ini Jawabannya

August 20, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .