• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)

IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)

August 19, 2026
Laba Emiten Bioskop XXI (CNMA) Anjlok 40%, Ada Apa?

Laba Emiten Bioskop XXI (CNMA) Anjlok 40%, Ada Apa?

August 20, 2026
BEI Siap Hapus Batas Rp50, Saham Bisa Diperdagangkan Mulai Rp1

BEI Siap Hapus Batas Rp50, Saham Bisa Diperdagangkan Mulai Rp1

August 20, 2026
CBDK Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Rp 250 Miliar

CBDK Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Rp 250 Miliar

August 20, 2026
IHSG Lompat 1,68% Tembus Level Psikologis 6.500, OTW Reli Panjang?

IHSG Lompat 1,68% Tembus Level Psikologis 6.500, OTW Reli Panjang?

August 20, 2026
Purbaya Siapkan Jurus Baru Buat UMKM, PIP hingga LPEI Bakal Dikerahkan

Purbaya Siapkan Jurus Baru Buat UMKM, PIP hingga LPEI Bakal Dikerahkan

August 20, 2026
BEI Cecar Toba Pulp (INRU) Soal Korupsi Pajak Rp2 T, Ini Jawabannya

BEI Cecar Toba Pulp (INRU) Soal Korupsi Pajak Rp2 T, Ini Jawabannya

August 20, 2026
Telkom Rampingkan Anak Usaha, Dari 68 Jadi 18 Entitas

Telkom Rampingkan Anak Usaha, Dari 68 Jadi 18 Entitas

August 20, 2026
Bos BSI (BRIS) Ungkap Minat Garap Produk ETF Emas

Bos BSI (BRIS) Ungkap Minat Garap Produk ETF Emas

August 20, 2026
BSI (BRIS) Dorong Simpanan Emas Punya Penjaminan

BSI (BRIS) Dorong Simpanan Emas Punya Penjaminan

August 20, 2026
Rupiah Ditutup Melesat 0,48%, Dolar AS Turun ke Rp17.740

Rupiah Ditutup Melesat 0,48%, Dolar AS Turun ke Rp17.740

August 20, 2026
Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800

Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800

August 20, 2026
PGE Kejar Target 1 GW PLTP & Jadi Perusahaan Panas Bumi No 1 di 2028

PGE Kejar Target 1 GW PLTP & Jadi Perusahaan Panas Bumi No 1 di 2028

August 20, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, August 20, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)

1 day ago
in Market
IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Pelemahan terjadi setelah saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melemah signifikan usai memberikan klarifikasi terkait rumor aksi korporasi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada penutupan perdagangan hari ini turun 55,70 poin atau 0,86% ke level 6.394,12. IHSG dibuka di level 6.408,18 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.490 serta terendah 6.373.

Total transaksi hari ini mencapai Rp 14,27 triliun, yang melibatkan 36,01 miliar saham yang berpindah tangan 2,20 juta kali. Sebanyak 238 saham menguat, 363 melemah dan 188 stagnan.

Salah satu penekan utama indeks datang dari saham BYAN yang anjlok 9,41% ke level Rp 15.650. Padahal, pada perdagangan Selasa (18/8/2026), saham produsen batu bara tersebut ditutup melesat 19,97% ke Rp17.275 dan menjadi salah satu motor utama penguatan IHSG.

Koreksi BYAN terjadi setelah perseroan memberikan klarifikasi terkait rumor rencana pengambilalihan sekitar 62,2% saham perseroan oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Manajemen BYAN menyatakan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan atau akuisisi tersebut.

Tekanan juga terlihat pada mayoritas saham. Hingga pukul 09.03 WIB, sebanyak 293 saham melemah, sementara 154 saham menguat dan 516 saham lainnya stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp683,1 miliar, dengan volume perdagangan sebanyak 1,82 miliar saham dan frekuensi 129,5 ribu kali transaksi.

IHSG diperkirakan bergerak volatil pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Investor cenderung bersikap wait and see menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) serta mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS).

Dari domestik, perhatian utama tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar pada Selasa-Rabu (18-19 Agustus 2026). BI dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada hari ini.

Hasil polling CNBC Indonesia terhadap 14 institusi dan lembaga menunjukkan seluruh responden memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75%.

Jika terealisasi, BI akan mempertahankan suku bunga dalam dua pertemuan berturut-turut setelah sebelumnya menahan BI Rate di level 5,75% pada Juli 2026.

Investor juga akan mencermati pandangan BI mengenai kondisi ekonomi domestik, likuiditas perbankan, serta prospek pertumbuhan kredit hingga akhir tahun.

Pergerakan rupiah menjadi salah satu faktor utama yang membuat pelaku pasar memperkirakan BI belum akan kembali menaikkan suku bunga. Rupiah telah menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS dan bergerak di kisaran Rp17.800/US$ menjelang RDG Agustus.

Selain itu, dari dalam negeri, investor juga mencermati data utang luar negeri (ULN) Indonesia. Bank Indonesia mencatat posisi ULN pada kuartal II-2026 mencapai US$453,4 miliar atau sekitar Rp8.095,5 triliun, tumbuh 4,4% secara tahunan.

Dari jumlah tersebut, sekitar US$105,9 miliar atau Rp1.891,7 triliun akan jatuh tempo dalam waktu maksimal satu tahun.

Meski demikian, BI menilai struktur ULN Indonesia masih sehat. Rasio ULN terhadap PDB berada di level 30,6%, sementara sekitar 82,1% dari total ULN merupakan utang berjangka panjang.

Sementara itu, sentimen eksternal masih dibayangi ketegangan di Timur Tengah. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz terbuka untuk pelayaran berlawanan dengan pernyataan Iran yang menegaskan jalur strategis tersebut masih ditutup.

Ketidakpastian terkait negosiasi AS-Iran kembali mendorong harga minyak. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,4% pada Selasa menjadi US$85,26 per barel, sedangkan Brent menguat 0,17% ke US$91,02 per barel.

Harga Brent telah menguat 4,53% dalam tiga hari perdagangan terakhir, sementara WTI naik 3,5% dalam empat hari terakhir.

Gangguan pelayaran di Selat Hormuz juga masih terjadi. United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah kapal terkena proyektil tak dikenal saat keluar dari Selat Hormuz. Insiden tersebut merusak ruang mesin dan menyebabkan satu awak kapal menjadi korban.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Laba Emiten Bioskop XXI (CNMA) Anjlok 40%, Ada Apa?

Laba Emiten Bioskop XXI (CNMA) Anjlok 40%, Ada Apa?

August 20, 2026
BEI Siap Hapus Batas Rp50, Saham Bisa Diperdagangkan Mulai Rp1

BEI Siap Hapus Batas Rp50, Saham Bisa Diperdagangkan Mulai Rp1

August 20, 2026
CBDK Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Rp 250 Miliar

CBDK Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Rp 250 Miliar

August 20, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .