• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Masih Tertekan, Awali Sesi Terkoreksi 0,38% ke Level 6.416

IHSG Masih Tertekan, Awali Sesi Terkoreksi 0,38% ke Level 6.416

September 21, 2026
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS

BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS

September 23, 2026
BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026

BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026

September 23, 2026
Jadi Menteri Keuangan, Suahasil Lepas Kursi Wakil Komisaris PLN

Jadi Menteri Keuangan, Suahasil Lepas Kursi Wakil Komisaris PLN

September 23, 2026
Petinggi Bayan Ini Jual saham Lagi dengan Nilai Fantastis

Petinggi Bayan Ini Jual saham Lagi dengan Nilai Fantastis

September 23, 2026
BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank

BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank

September 23, 2026
Volume Transaksi Digital RI Tembus Angka 6 Miliar, QRIS Jadi Andalan!

Volume Transaksi Digital RI Tembus Angka 6 Miliar, QRIS Jadi Andalan!

September 23, 2026
Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!

Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!

September 23, 2026
Dolar AS Kini Rp17.855, BI Beri Penjelasan & Ramal Situasi ke Depan

Dolar AS Kini Rp17.855, BI Beri Penjelasan & Ramal Situasi ke Depan

September 23, 2026
Breaking News! BI Rate Tetap 5,75%

Breaking News! BI Rate Tetap 5,75%

September 23, 2026
Bos Sekuritas Ungkap Efek BEI Hapus Batas Harga Saham Rp 50

Bos Sekuritas Ungkap Efek BEI Hapus Batas Harga Saham Rp 50

September 23, 2026
Investor Dunia Serbu RI, Inflow US$ 400 Juta 21 September 2026

Investor Dunia Serbu RI, Inflow US$ 400 Juta 21 September 2026

September 23, 2026
Bos BI Ramal Fed Fund Rate Bakal Naik Lagi

Bos BI Ramal Fed Fund Rate Bakal Naik Lagi

September 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

IHSG Masih Tertekan, Awali Sesi Terkoreksi 0,38% ke Level 6.416

2 days ago
in News
IHSG Masih Tertekan, Awali Sesi Terkoreksi 0,38% ke Level 6.416
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (21/9/2026), namun tak lama setelah pasar buka IHSG malah langsung berbalik arah ke zona merah

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG pada pembukaan perdagangan naik tipis 5,74 poin atau 0,09% ke level 6.446,89. Beberapa menit setelah pasar  buka IHSG terkoreksi hingga 0,38% ke level 6.416. Indeks diketahui bergerak pada rentang terendah 6.409 dan tertinggi 6.451 pada awal perdagangan pagi ini.

Sebanyak 220 saham menguat, 89 saham melemah, dan 344 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp 141,62 miliar, dengan volume perdagangan 268,37 juta saham yang berpindah tangan 33.914 kali.

Pergerakan pasar keuangan pada pekan ini akan dibayangi ketegangan di Timur Tengah, keputusan suku bunga sejumlah bank sentral, serta rilis data ekonomi dari dalam dan luar negeri.

Pasar akan mencermati konflik Houthi dan Arab Saudi, kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ), serta keputusan China mempertahankan Loan Prime Rate. Dari dalam negeri, perhatian utama tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dan perkembangan uang beredar.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dijadwalkan merilis data pesanan barang tahan lama pada akhir pekan.

Sementara itu, bursa saham Asia bergerak beragam pada perdagangan Senin (21/9/2026), dengan investor mencermati perkembangan ekonomi global dan agenda pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping pekan ini.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,85% saat pembukaan, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq menguat 0,43%.

Di Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 melemah 0,49% pada awal perdagangan. Sementara itu, pasar saham Jepang ditutup karena libur nasional sehingga tidak terdapat perdagangan pada hari ini.

Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter AS dan tingginya harga komoditas energi. Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada pekan lalu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun ketika AS masih menghadapi inflasi yang sulit turun dan imbal hasil obligasi yang berada di level tinggi.

Harga minyak saat ini masih berada di sekitar US$100 per barel, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga bertahan di dekat level 5%. Kondisi tersebut menjadi perhatian investor karena dapat meningkatkan tekanan terhadap inflasi sekaligus memengaruhi arah kebijakan moneter global.

Di tengah kondisi tersebut, pertemuan Trump dan Xi menjadi salah satu agenda yang menjadi perhatian pasar pada pekan ini. Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah isu ekonomi, termasuk tarif perdagangan, mineral kritis, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta berbagai persoalan ekonomi lainnya.

Menjelang pertemuan tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng. Pertemuan Bessent dan He dilakukan sebagai bagian dari pembicaraan awal sebelum kunjungan dan pertemuan Trump dengan Xi.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS

BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS

September 23, 2026
BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026

BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026

September 23, 2026
Jadi Menteri Keuangan, Suahasil Lepas Kursi Wakil Komisaris PLN

Jadi Menteri Keuangan, Suahasil Lepas Kursi Wakil Komisaris PLN

September 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .