• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
SUCOFINDO Sorot Dua Isu Strategis RI, Ada Program Prabowo

SUCOFINDO Sorot Dua Isu Strategis RI, Ada Program Prabowo

September 21, 2026
BI Pilih Jalur Ini Saat Dunia Gonjang Ganjing, Keluarkan Jurus Jitu!

BI Pilih Jalur Ini Saat Dunia Gonjang Ganjing, Keluarkan Jurus Jitu!

September 23, 2026
Ekonomi AS, Eropa-Jepang Tertekan Konflik, RI Malah Ketiban Cuan

Ekonomi AS, Eropa-Jepang Tertekan Konflik, RI Malah Ketiban Cuan

September 23, 2026
Video: Bos Sekuritas Soal Rebalancing MSCI

Video: Bos Sekuritas Soal Rebalancing MSCI

September 23, 2026
IHSG Melesat 1% di Sesi II, Ini Penyebabnya

IHSG Melesat 1% di Sesi II, Ini Penyebabnya

September 23, 2026
KKI Baru ‘Seumur Jagung’, Sudah 32.457 Kartu Diterbitkan Bank

KKI Baru ‘Seumur Jagung’, Sudah 32.457 Kartu Diterbitkan Bank

September 23, 2026
Astra (ASII) Bakal Fokus ke 3 Segmen Penghasil Cuan Utama

Astra (ASII) Bakal Fokus ke 3 Segmen Penghasil Cuan Utama

September 23, 2026
BI Perbesar Diskon Swap Lindung Nilai, Tenor 12 Bulan Dapat 25%

BI Perbesar Diskon Swap Lindung Nilai, Tenor 12 Bulan Dapat 25%

September 23, 2026
Heboh Kolektor Cari Rupiah Tanda Tangan Purbaya-Perry, BI Buka Suara!

Heboh Kolektor Cari Rupiah Tanda Tangan Purbaya-Perry, BI Buka Suara!

September 23, 2026
Breaking! IHSG Melesat 1% Lebih Usai BI Tahan Suku Bunga

Breaking! IHSG Melesat 1% Lebih Usai BI Tahan Suku Bunga

September 23, 2026
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS

BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS

September 23, 2026
BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026

BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026

September 23, 2026
Jadi Menteri Keuangan, Suahasil Lepas Kursi Wakil Komisaris PLN

Jadi Menteri Keuangan, Suahasil Lepas Kursi Wakil Komisaris PLN

September 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

SUCOFINDO Sorot Dua Isu Strategis RI, Ada Program Prabowo

2 days ago
in News
SUCOFINDO Sorot Dua Isu Strategis RI, Ada Program Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang survey, PT SUCOFINDO (PERSERO) mendorong penguatan inovasi yang dapat memberikan dampak lebih luas bagi keberlanjutan bisnis dan ketahanan masyarakat. Dua isu strategis yang menjadi perhatian utama tahun ini adalah pengembangan pasar karbon dan penguatan ketahanan rantai pasok pangan.

Senior Researcher Korea Research Institute on Climate Change (KRIC), Bonn Choi, menyampaikan bahwa implementasi Artikel 6 Perjanjian Paris (Paris Agreement) membuka peluang pengembangan mekanisme pasar karbon sebagai salah satu instrument efektif pengurangan emisi.

Dalam paparannya bertajuk “Operationalizing Article 6 of the Paris Agreement: Carbon Market Mechanisms and Lessons from Northeast Asia for ASEAN’s Sustainable Business Transitions”, Bonn menjelaskan bahwa investasi pada teknologi inovatif dan fasilitas rendah emisi dapat menghasilkan reduksi emisi gas rumah kaca yang bernilai ekonomi melalui mekanisme pasar karbon sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pengurangan emisi dapat memberikan dua manfaat utama, yaitu mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) sekaligus membuka peluang pendapatan baru melalui transaksi perdagangan karbon,” ujar Bonn, seperti dikutip Senin (21/9/2026).

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan proyek pengurangan emisi di berbagai sektor, mulai dari energi, efisiensi energi rumah tangga, pengelolaan limbah, pertanian berkelanjutan, kehutanan, hingga teknologi Carbon Capture and Storage/Carbon Capture, Utilization and Storage (CCS/CCUS). Karena itu, akselerasi pasar karbon perlu didukung identifikasi sektor prioritas, penguatan regulasi, dan integrasi berbagai sumber pengurangan emisi ke dalam Emissions Trading System (ETS).

“Dengan mengidentifikasi sektor prioritas, Indonesia dapat mengarahkan investasi karbon secara terukur pada proyek-proyek yang memiliki dampak lingkungan riil, manfaat ekonomi nyata, dan kontribusi pembangunan yang lebih besar,” jelasnya.

Selain pasar karbon, pihaknya juga mendorong perhatian terhadap ketahanan rantai pasok pangan sebagai fondasi ketahanan nasional. Asisten Deputi Logistik Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Ridky Irfan Wirautama, menyampaikan bahwa sektor pertanian dan pangan menjadi salah satu prioritas pemerintah. Namun, ketahanan pangan

menghadapi tantangan multidimensi, mulai dari perubahan iklim, dinamika ekonomi global, gejolak harga pangan, bencana alam, kesiapan infrastruktur logistik hingga penyusutan lahan produktif.

“Di tengah berbagai tantangan tersebut, inovasi menjadi salah satu solusi kunci. Transformasi pengelolaan sampah, termasuk pengolahan sampah menjadi energi listrik, menunjukkan bagaimana persoalan lingkungan dapat dialihfungsikan menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus bagian dari solusi energi,” kata Ridky.

Pemerintah juga terus memperluas penerapan ekonomi sirkular pangan serta memitigasi dampak fenomena iklim ekstrem. Pada aspek logistik maritim, pengembangan pelabuhan hijau dan cerdas (green and smart port) digalakkan dengan memadukan digitalisasi, tata kelola modern, budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) serta prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).

Pengembangan ekonomi biru (blue economy) turut menjadi pilar penguatan ketahanan pangan sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru kawasan pesisir, melalui pemenuhan kebutuhan pangan berprotein, penciptaan lapangan kerja, dan peluang investasi.

“Pada 2026, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dicanangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir yang mengintegrasikan rantai nilai dari hulu ke hilir, mulai dari produksi penangkapan, pengolahan, fasilitas pendingin dan penyimpanan, hingga jaringan distribusi pasar,” ujar Ridky.

Ridky menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan penyelarasan kebijakan agar rantai pasok dan logistik komoditas pangan dapat berjalan efektif serta menjangkau seluruh wilayah Indonesia yang juga merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Melalui kolaborasi dan penyelarasan arah kebijakan pangan lintas sektor, kita dapat memastikan kelancaran sekaligus memperkuat rantai pasok dan logistik komoditas pangan agar dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” tutup Ridky.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BI Pilih Jalur Ini Saat Dunia Gonjang Ganjing, Keluarkan Jurus Jitu!

BI Pilih Jalur Ini Saat Dunia Gonjang Ganjing, Keluarkan Jurus Jitu!

September 23, 2026
Ekonomi AS, Eropa-Jepang Tertekan Konflik, RI Malah Ketiban Cuan

Ekonomi AS, Eropa-Jepang Tertekan Konflik, RI Malah Ketiban Cuan

September 23, 2026
Video: Bos Sekuritas Soal Rebalancing MSCI

Video: Bos Sekuritas Soal Rebalancing MSCI

September 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .