• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Sesi I Menghijau Naik 0,64%

IHSG Sesi I Menghijau Naik 0,64%

September 23, 2026
BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank

BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank

September 23, 2026
Volume Transaksi Digital RI Tembus Angka 6 Miliar, QRIS Jadi Andalan!

Volume Transaksi Digital RI Tembus Angka 6 Miliar, QRIS Jadi Andalan!

September 23, 2026
Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!

Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!

September 23, 2026
Dolar AS Kini Rp17.855, BI Beri Penjelasan & Ramal Situasi ke Depan

Dolar AS Kini Rp17.855, BI Beri Penjelasan & Ramal Situasi ke Depan

September 23, 2026
Breaking News! BI Rate Tetap 5,75%

Breaking News! BI Rate Tetap 5,75%

September 23, 2026
Bos Sekuritas Ungkap Efek BEI Hapus Batas Harga Saham Rp 50

Bos Sekuritas Ungkap Efek BEI Hapus Batas Harga Saham Rp 50

September 23, 2026
Investor Dunia Serbu RI, Inflow US$ 400 Juta 21 September 2026

Investor Dunia Serbu RI, Inflow US$ 400 Juta 21 September 2026

September 23, 2026
Bos BI Ramal Fed Fund Rate Bakal Naik Lagi

Bos BI Ramal Fed Fund Rate Bakal Naik Lagi

September 23, 2026
BI Anggap Ekonomi Dunia Masih Akan Suram

BI Anggap Ekonomi Dunia Masih Akan Suram

September 23, 2026
Asing Net Sell Rp335 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Sell Rp335 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

September 23, 2026
Jelang Delisting, PLAS Buyback 1,18 Miliar Saham Rp60,4 Miliar

Jelang Delisting, PLAS Buyback 1,18 Miliar Saham Rp60,4 Miliar

September 23, 2026
Video: Nego Iran – AS, Harga Minyak Merosot ke Bawah USD 100 per Barel

Video: Nego Iran – AS, Harga Minyak Merosot ke Bawah USD 100 per Barel

September 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Sesi I Menghijau Naik 0,64%

2 hours ago
in Market
IHSG Sesi I Menghijau Naik 0,64%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona hijau pada sesi I perdagangan siang ini, Rabu (23/9/2023). Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG pada pembukaan perdagangan naik 40,42 poin atau 0,64% ke level 6.317,46.

Pada awal perdagangan, indeks dibuka di level 6.446,90 dan sempat menguat hingga mencapai level tertinggi harian 6.451,33. Namun, tekanan jual kemudian membawa IHSG berbalik melemah hingga menyentuh level terendah di 6.381,57.

Dari pergerakan intraday, IHSG sempat bergerak di kisaran 6.420-an setelah mengalami tekanan pada awal perdagangan. Indeks kemudian kembali menguat dan mendekati level 6.430, tetapi penguatan tersebut tidak mampu bertahan hingga akhir sesi. Menjelang penutupan, IHSG kembali mengalami tekanan dan bergerak turun menuju level 6.380-an.

Penguatan IHSG hari ini didorong oleh sektor konsumer kritikal yang naik 3,5%, disusul oleh material dasar naik 1,7%, dan sektor energi naik 1,1%.

Sebanyak 416 saham menguat, 224 saham melemah, dan 323 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp 6,04 triliun, dengan volume perdagangan 17,92 miiar saham, dan saham yang berpindah tangan 1,10 juta kali.

Mengutip data Stockbit, pasar reguler mendominasi aktivitas transaksi. Pada pasar reguler tercatat volume perdagangan sebanyak 239,41 juta lot, dengan nilai transaksi mencapai Rp10,21 triliun dan frekuensi sekitar 1,82 juta transaksi.

Sementara itu, transaksi melalui pasar negosiasi tercatat sebanyak 28,54 juta lot, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,58 triliun dan frekuensi sebanyak 448 transaksi. Adapun transaksi pada pasar tunai tercatat relatif kecil, yakni sebanyak 2 lot dengan nilai Rp25,20 ribu dari 2 transaksi.

Pasar keuangan Indonesia pada Rabu (23/9/2026) akan mencermati keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan perkembangan perang di Timur Tengah.

Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan keputusan suku bunga acuan pada Rabu (23/9/2026), setelah menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) selama dua hari. Pengumuman ini menjadi yang pertama bagi Destry Damayanti sejak dilantik sebagai Gubernur BI definitif pada 2 September.

RDG ini digelar di tengah ketidakpastian global dan lonjakan inflasi yang membuat era bunga tinggi kembali. Setidaknya ada sembilan bank sentral yang sudah mengerek suku bunga, termasuk The Fed dan bank sentral Jepang (BoJ).

Hasil polling CNBC Indonesia terhadap 11 institusi dan lembaga menunjukkan delapan responden memperkirakan BI Rate tetap di level 5,75%. Tiga responden lainnya memproyeksikan kenaikan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,00%. Suku bunga deposit facility dan lending facility diperkirakan tetap, masing-masing sebesar 4,75% dan 6,5%.

Jika BI mempertahankan bunga, keputusan itu akan menjadi yang ketiga berturut-turut setelah BI Rate ditahan pada Juli dan Agustus. Sebelumnya, BI telah menaikkan suku bunga secara kumulatif sebesar 100 bps sepanjang Mei-Juni 2026, dari 4,75% menjadi 5,75%.

Inflasi masih berada dalam sasaran BI sebesar 1,5%-3,5%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Agustus sebesar 3,19% secara tahunan, naik dari 2,88% pada Juli.

Di sisi lain, rupiah ditutup melemah di posisi Rp17.850/US$ pada Selasa (22/9/2026), sementara bank sentral AS atau The Federal Reserve telah menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps pada pekan lalu.

Dalam RDG Agustus, Destry yang saat itu masih menjabat sebagai Pejabat sementara Gubernur BI mengatakan keputusan menahan bunga sejalan dengan upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah gejolak global akibat perang di Timur Tengah.

BI juga mempertimbangkan sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026 dan 2027 serta pertumbuhan ekonomi.

Selain melalui suku bunga, BI sebelumnya menyatakan akan memperluas kebijakan insentif untuk mendorong aliran modal asing dan menjaga stabilitas rupiah. Kebijakan makroprudensial longgar juga tetap diarahkan untuk mendukung kredit dan pembiayaan ke sektor riil.

Sementara itu, harga minyak jatuh lima hari beruntun. Pada Selasa (22/9/2026), harga minyak brent jatuh ke bawah US$ 100 untuk pertama kalinya sejak 8 September 2029. Pada Selasa (22/9/2026), harga minyak brent jatuh 1,09% ke US$ 99,25 per barel sedangkan WTI ambles ke US$ 94,5 per barel atau turun 1,3%.

Dalam lima hari terakhir, harga minyak sudah jatuh 8,7% sedangkan WTI ambles 10,6%. Melemahnya harga minyak belum mampu meredam keganasan dolar. Indeks dolar malah menguat ke 100,601 pada Selasa, dari 100,429 pada Senin.

Imbal hasil US Treasury juga menanjak ke 4,967% dari 4,963%. Penguatan imbal hasil US Treasury dan indeks dolar ini menjadi kabar buruk bagi rupiah. Pasalnya, kondisi ini bisa memicu outflow dan menekan rupiah.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank

BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank

September 23, 2026
Volume Transaksi Digital RI Tembus Angka 6 Miliar, QRIS Jadi Andalan!

Volume Transaksi Digital RI Tembus Angka 6 Miliar, QRIS Jadi Andalan!

September 23, 2026
Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!

Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!

September 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .