• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Saham Masih Disuspensi, NICK Buka-bukaan Soal Kondisi Bisnis

Saham Masih Disuspensi, NICK Buka-bukaan Soal Kondisi Bisnis

September 24, 2026
Suku Bunga The Fed Berpeluang Naik Lagi, IHSG & Rupiah Ambruk

Suku Bunga The Fed Berpeluang Naik Lagi, IHSG & Rupiah Ambruk

September 25, 2026
Low Tuck Kwong Naik Jadi Juara, Ini Daftar 5 Orang Terkaya RI Terbaru

Low Tuck Kwong Naik Jadi Juara, Ini Daftar 5 Orang Terkaya RI Terbaru

September 25, 2026
IHSG Sesi I Parkir di Zona Merah, Turun 0,5% ke Level 6.263

IHSG Sesi I Parkir di Zona Merah, Turun 0,5% ke Level 6.263

September 25, 2026
Cuma 5 Hari Jabat Komisaris BUMN, Ini Profil Silfester Matutina

Cuma 5 Hari Jabat Komisaris BUMN, Ini Profil Silfester Matutina

September 25, 2026
Tak Sampai Sepekan Jabat Komisaris, Ini Profil Silfester Matutina

Tak Sampai Sepekan Jabat Komisaris, Ini Profil Silfester Matutina

September 25, 2026
BI & BCTL Teken MoU, QRIS Siap Diperluas hingga ke Timor Leste

BI & BCTL Teken MoU, QRIS Siap Diperluas hingga ke Timor Leste

September 25, 2026
Rupiah Tanda Tangan Purbaya-Perry Baru Dicetak, Bos BI: Kolektor Mau?

Rupiah Tanda Tangan Purbaya-Perry Baru Dicetak, Bos BI: Kolektor Mau?

September 25, 2026
Sebulan Naik Nyaris 90%, BEI Pantau Ketat Saham Inter-Delta (INTD)

Sebulan Naik Nyaris 90%, BEI Pantau Ketat Saham Inter-Delta (INTD)

September 25, 2026
Harga Saham Bergerak Liar, BEI Gembok Perdagangan 4 Emiten Ini

Harga Saham Bergerak Liar, BEI Gembok Perdagangan 4 Emiten Ini

September 25, 2026
Waskita Karya (WSKT) Gagal Bayar Pokok Obligasi Rp 722 Miliar

Waskita Karya (WSKT) Gagal Bayar Pokok Obligasi Rp 722 Miliar

September 25, 2026
Siloam Rampungkan Akuisisi 5 RS Milik First REIT Rp 3,47 Triliun

Siloam Rampungkan Akuisisi 5 RS Milik First REIT Rp 3,47 Triliun

September 25, 2026
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,27% ke Level 6.315

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,27% ke Level 6.315

September 25, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, September 25, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Saham Masih Disuspensi, NICK Buka-bukaan Soal Kondisi Bisnis

1 day ago
in Lifestyle
Saham Masih Disuspensi, NICK Buka-bukaan Soal Kondisi Bisnis
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Perdagangan saham PT Charnic Capital Tbk (NICK) buka suara terkait arah dan kondisi bisnis perusahaan setelah perdagangan sahamnya dihentikan sementara (suspensi) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham NICK resmi disuspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai berlaku efektif sejak perdagangan Senin 21 September 2026 dan masih belum dibuka pada perdagangan hari ini, Kamis 24 September 2026. Adapun saham NICK mengalami suspensi usai naik nyaris 200% dalam tiga bulan terakhir.

Sebelumnya sebagai bentuk perlindungan investor, Bursa telah mengimbau para pihak berkepentingan untuk terus memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan selama masa suspensi berlangsung.

Charnic Capital Jawab Permintaan Penjelasan Bursa

Menindaklanjuti permintaan Bursa, manajemen Charnic Capital menjelaskan kegiatan usaha grup terbagi ke beberapa lini: penyewaan aset properti perkantoran milik langsung perseroan, portofolio investasi saham di Bursa, serta tiga anak usaha yakni PT Charnic Land Investment (penyewaan aset properti), PT Energindo Nusantara (kelistrikan), dan PT Okansa Pacific (green mobility). Strategi 2026 perseroan disebut berfokus pada pengembangan bisnis hijau lewat penyewaan kendaraan listrik (EV) melalui Okansa Pacific.

Menjawab pertanyaan spesifik Bursa mengenai penyebab pergerakan harga saham, manajemen menilai kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya kegiatan usaha dua anak perusahaan, yakni PT Okansa Pacific dan PT Energindo Nusantara.

Perseroan juga mengungkapkan sejumlah data keuangan sebagai bagian dari klarifikasi. Kerugian investasi portofolio efek yang mencapai Rp33 miliar per 30 Juni 2026 disebut berasal dari kerugian yang belum direalisasi akibat metode mark to market dalam penyajian laporan keuangan, dan dinilai bersifat sementara. Sementara itu, penjualan barang dan jasa sebesar Rp24,9 miliar serta beban pokok pendapatan Rp10,8 miliar per periode yang sama merupakan hasil konsolidasi dari Energindo Nusantara, dengan PLN, PT Norgantara Energy Engineering, PT Wibon Kreasi Mandiri, dan PT Berkat Jaya Elektro sebagai pelanggan terbesar.

Manajemen menegaskan tidak ada kontrak atau sumber pendapatan baru yang material, tidak ada perkara hukum yang sedang dihadapi perseroan, anak usaha, maupun jajaran direksi dan komisaris, serta tidak ada informasi material di media massa maupun fakta material lain yang belum diungkapkan kepada Bursa.

Terkait kondisi makroekonomi, perseroan mengakui pelemahan IHSG sepanjang 2026 akibat situasi geopolitik dan perubahan kebijakan turut berdampak pada nilai portofolio saham perseroan, namun manajemen meyakini saham-saham blue chip dalam portofolionya akan pulih dan memberikan keuntungan jangka panjang. Perseroan juga menilai kondisi keuangannya cukup kuat dengan rasio permodalan tinggi dan arus kas yang konsisten dari dividen, pendapatan sewa properti, serta arus kas anak usaha, tanpa pergeseran pangsa pasar maupun kendala operasional signifikan sepanjang tahun ini.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Suku Bunga The Fed Berpeluang Naik Lagi, IHSG & Rupiah Ambruk

Suku Bunga The Fed Berpeluang Naik Lagi, IHSG & Rupiah Ambruk

September 25, 2026
Low Tuck Kwong Naik Jadi Juara, Ini Daftar 5 Orang Terkaya RI Terbaru

Low Tuck Kwong Naik Jadi Juara, Ini Daftar 5 Orang Terkaya RI Terbaru

September 25, 2026
IHSG Sesi I Parkir di Zona Merah, Turun 0,5% ke Level 6.263

IHSG Sesi I Parkir di Zona Merah, Turun 0,5% ke Level 6.263

September 25, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .