• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.970

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.970

September 29, 2026
Emiten Grup Djarum Rencanakan Buyback, TOWR Siapkan Dana Rp 500 Miliar

Emiten Grup Djarum Rencanakan Buyback, TOWR Siapkan Dana Rp 500 Miliar

September 30, 2026
Tekan Impor LPG, Danantara Minta Pertagas Kembangkan Jargas Nasional

Tekan Impor LPG, Danantara Minta Pertagas Kembangkan Jargas Nasional

September 30, 2026
Harga Minyak Kembali Naik & Batu Bara Bertahan di Level Tinggi

Harga Minyak Kembali Naik & Batu Bara Bertahan di Level Tinggi

September 30, 2026
Video: Sinyal Hawkish The Fed – Rupiah Menguat dan IHSG Dekati 6.200-an

Video: Sinyal Hawkish The Fed – Rupiah Menguat dan IHSG Dekati 6.200-an

September 30, 2026
Breaking! Rupiah Menguat 0,53%, Dolar AS Turun ke Rp17.865

Breaking! Rupiah Menguat 0,53%, Dolar AS Turun ke Rp17.865

September 30, 2026
BSI (BRIS) Mau Rights Issue, Terbitkan 6,8 Miliar Saham

BSI (BRIS) Mau Rights Issue, Terbitkan 6,8 Miliar Saham

September 30, 2026
BTN (BBTN) Terbitkan Obligasi Sosial Rp2 Triliun, Kupon hingga 7,25%

BTN (BBTN) Terbitkan Obligasi Sosial Rp2 Triliun, Kupon hingga 7,25%

September 30, 2026
Hendro Martowardojo Borong 707 Ribu Saham DGIK di Harga Rp135-136

Hendro Martowardojo Borong 707 Ribu Saham DGIK di Harga Rp135-136

September 30, 2026
Tok! LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Bank di 3,75%

Tok! LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Bank di 3,75%

September 30, 2026
Ada Akuisisi 35% Saham, KETR Umumkan Pengendali Baru

Ada Akuisisi 35% Saham, KETR Umumkan Pengendali Baru

September 30, 2026
IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya

September 30, 2026
IHSG Naik 1% di Sesi I, Ini Penyebabnya

IHSG Naik 1% di Sesi I, Ini Penyebabnya

September 30, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 30, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.970

1 day ago
in Lifestyle
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.970
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (29/9/2026). Mata uang Garuda melanjutkan pelemahan tajam yang terjadi sehari sebelumnya.

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pelemahan tipis 0,03% ke posisi Rp17.970/US$ atau semakin mendekati level psikologisnya di Rp18.000/US$.

Pelemahan tersebut melanjutkan pergerakan pada Senin (28/9/2026), ketika rupiah terdepresiasi 0,48% dan mengakhiri perdagangan di level Rp17.965/US$. 

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,01% ke posisi 101,209.

Penguatan tersebut melanjutkan kenaikan DXY sebesar 0,22% pada penutupan perdagangan sebelumnya.


Tekanan terhadap rupiah terjadi ketika dolar AS masih bergerak kuat di pasar global. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan pentingnya sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Dari sisi moneter, BI melakukan stabilisasi rupiah melalui intervensi di pasar spot, non-deliverable forward (NDF), dan domestic non-deliverable forward (DNDF).

BI kini mengurangi porsi intervensi melalui pasar spot karena transaksi tersebut dilakukan dengan menjual dolar secara langsung sehingga dapat mengurangi cadangan devisa. Porsi intervensi spot saat ini hanya sekitar 30% dari keseluruhan intervensi BI.

“Jumlahnya sekitar 30% dari total intervensi yang kami lakukan. Intervensi ada di DNDF, NDF, dan spot,” ujar Destry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (28/9/2026).

Sebelumnya, intervensi BI lebih banyak dilakukan melalui pasar spot. Namun, pengembangan pasar DNDF dan NDF membuat kedua instrumen tersebut kini dinilai lebih efektif untuk meredam tekanan terhadap rupiah tanpa terlalu membebani cadangan devisa.

Kendati demikian, Destry mengakui tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari pergerakan pasar keuangan. Terdapat persoalan fundamental dan struktural yang memerlukan koordinasi dengan pemerintah, terutama melalui Kementerian Keuangan dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Karena itu, stabilisasi rupiah perlu dibarengi dengan penguatan ekspor barang dan jasa serta peningkatan investasi. Langkah tersebut diperlukan untuk memperbesar pasokan valuta asing di dalam negeri.

BI bersama pemerintah juga terus membahas berbagai program untuk meningkatkan ekspor dan menarik investasi, baik investasi langsung maupun investasi portofolio. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat stabilitas rupiah di tengah tingginya tekanan dari dolar AS.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Grup Djarum Rencanakan Buyback, TOWR Siapkan Dana Rp 500 Miliar

Emiten Grup Djarum Rencanakan Buyback, TOWR Siapkan Dana Rp 500 Miliar

September 30, 2026
Tekan Impor LPG, Danantara Minta Pertagas Kembangkan Jargas Nasional

Tekan Impor LPG, Danantara Minta Pertagas Kembangkan Jargas Nasional

September 30, 2026
Harga Minyak Kembali Naik & Batu Bara Bertahan di Level Tinggi

Harga Minyak Kembali Naik & Batu Bara Bertahan di Level Tinggi

September 30, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .