
Jakarta, CNBC Indonesia – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali turun dan menyentuh batas bawah harga alias auto rejection bawah (ARB) untuk dua hari berturut-turut.
Pada perdagangan pagi ini, saham GOTO kembali melemah 6 poin (13,95%) ke level Rp37. Sementara pada perdagangan Senin, saham GOTO tercatat diperdagangkan di level Rp43, turun 14%.
Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merespons dinamika harga saham menyusul pemberlakuan kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang resmi menurunkan batas bawah harga saham (floor price) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dari Rp50 menjadi Rp1 per saham, mulai Senin 28 September 2026.
Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny menegaskan harga saham perseroan pada hari pertama pemberlakuan kebijakan baru ini tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat.
“Harga saham hari ini lebih dipengaruhi aspek teknis menyusul aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menetapkan harga batas bawah harga saham tidak lagi di Rp50,” katanya dalam keterangan resmi Senin (28/9/2026).
Dia menjelaskan, kinerja bisnis GoTo terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada kuartal II-2026, perseroan kembali mencetak laba bersih sebesar Rp252 miliar, atau mencatatkan laba selama dua kuartal berturut-turut. Pendapatan bersih tercatat sebesar Rp5,7 triliun, sementara adjusted EBITDA mencapai lebih dari Rp1 triliun.
“Kami juga tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai panduan EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun. Kami tetap fokus memperkuat kinerja bisnis, yang kami yakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” katanya.
Sebelumnya, GoTo juga sudah menyampaikan salah satu komitmen untuk meningkatkan nilai pemegang saham, perusahaan berencana membatalkan lebih dari 32 miliar saham treasury atau setara dengan kurang lebih 2,7% dari total saham beredar.
Dalam melakukan pembatalan saham treasury, Perseroan akan mematuhi ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan meminta persetujuan dari para pemegang saham dalam RUPSLB 14 Oktober mendatang.
(ayh/ayh)


















