• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
BEI Buka Short Seling 1 Oktober, Investor Harus Punya Modal Rp 50 Juta

BEI Buka Short Seling 1 Oktober, Investor Harus Punya Modal Rp 50 Juta

September 29, 2026
Dua Petinggi Erajaya Borong Saham Lewat Program MESOP

Dua Petinggi Erajaya Borong Saham Lewat Program MESOP

October 2, 2026
JPFA Jual Anak di India dan Vietnam Rp1,8 Triliun, Ini Pembelinya

JPFA Jual Anak di India dan Vietnam Rp1,8 Triliun, Ini Pembelinya

October 2, 2026
ADB Gelontorkan Rp11,66 Triliun Bantu Likuiditas Pasar Keuangan RI

ADB Gelontorkan Rp11,66 Triliun Bantu Likuiditas Pasar Keuangan RI

October 2, 2026
Hashim Djojohadikusumo Mundur Dari Komut, Saham WIFI Anjlok 9%

Hashim Djojohadikusumo Mundur Dari Komut, Saham WIFI Anjlok 9%

October 2, 2026
Hashim Djojohadikusumo Mundur Dari Komut WIFI, Sahamnya Anjlok 9%

Hashim Djojohadikusumo Mundur Dari Komut WIFI, Sahamnya Anjlok 9%

October 2, 2026
Emiten Plastik RI Ini Mau Rights Issue Jumbo di Harga Rp685

Emiten Plastik RI Ini Mau Rights Issue Jumbo di Harga Rp685

October 2, 2026
Wamenkeu Juda Agung Blak-blakan Soal Rencana Pembatasan Pertalite

Wamenkeu Juda Agung Blak-blakan Soal Rencana Pembatasan Pertalite

October 2, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925

October 2, 2026
Hashim S. Djojohadikusumo Mundur Dari Kursi Komisaris Utama WIFI

Hashim S. Djojohadikusumo Mundur Dari Kursi Komisaris Utama WIFI

October 2, 2026
Awal Sesi I, IHSG Menguat 0,39%

Awal Sesi I, IHSG Menguat 0,39%

October 2, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 1,02%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

IHSG Ditutup Anjlok 1,02%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

October 2, 2026
Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah

Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah

October 2, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 2, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

BEI Buka Short Seling 1 Oktober, Investor Harus Punya Modal Rp 50 Juta

2 days ago
in News
BEI Buka Short Seling 1 Oktober, Investor Harus Punya Modal Rp 50 Juta
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memberlakukan kebijakan short selling mulai besok, 1 Oktober 2026. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan, investor yang ingin melakukan transaksi dengan skema ini wajib memiliki modal awal minimal Rp 50 juta.

“Sesuai dengan peraturan demikian (modal Rp 50 juta),” ujarnya dikutip Rabu (30/9/2026).

Selain itu, Jeffrey menyampaikan, investor yang ingin menggunakan skema short selling harus terlebih dahulu mendaftarkan diri ke perusahaan sekuritas atau Anggota Bursa (AB) yang menyediakan layanan tersebut.

Bahkan, investor wajib memiliki rekening reguler sekurang-kurangnya selama 6 bulan sebelum bisa menggunakan skema short selling.

Ketentuannya tersebut sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 6 Tahun 2024 tentang Pembiayaan Transaksi Efek oleh Perusahaan Efek bagi Nasabah dan Transaksi Short Selling oleh Perusahaan Efek.

Jeffrey mengingatkan, short selling memiliki risiko yang cukup tinggi. Sehingga, jika ingin melakukan transaksi ini perlu memiliki pengalaman dan memahami risiko dalam menggunakan skema tersebut.

“Jadi ini short selling adalah salah satu fitur yang bisa digunakan oleh investor sebagai sarana untuk mendukung strategi investasinya. Tetapi ini adalah sesuatu yang mengandung risiko, oleh karena itu tentu diharapkan adalah investor yang sudah berpengalaman yang menggunakan short selling sebagai bagian dari strategi investasi mereka,” jelasnya.

Jeffrey mengungkapkan, saat ini ada lima saham yang dapat diperdagangkan dengan skema short selling. Adapun saham-saham yang dapat ditransaksikan mencakup lima saham, yakni PT. Astra International Tbk. (ASII), PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT. Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT. Bumi Resources Tbk. (BUMI), dan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF).

Sementara itu, baru dua perusahaan sekuritas yang menyediakan layanan tersebut, yakni Semesta Indovest Sekuritas dan Ajaib Sekuritas.

Lewat pemberlakuan short selling ini, BEI membidik potensi kenaikan likuiditas pasar modal hingga sebesar 17%. Namun, besaran realisasi pertumbuhan likuiditas tersebut nantinya akan sangat bergantung pada jumlah saham serta Anggota Bursa yang mengantongi izin resmi short selling.

Jeffrey meminta pelaku pasar tidak mengaitkan pembebasan batas harga minimum tersebut dengan kekhawatiran atas aksi short selling. Pasalnya, saham-saham yang masuk dalam skema short selling memiliki kriteria ketat dan dipastikan berasal dari jajaran konstituen indeks LQ45.

“Jadi, kemungkinan besar, tidak mungkin saham-saham yang sekarang harga Rp50 itu boleh di short sell,” ungkap Jeffrey kepada wartawan, dikutip Kamis (17/9/2026).

Dengan kata lain, berbagai pembatasan serta aturan rinci dipasang untuk mencegah terjadinya tekanan masif yang berpotensi merugikan kelompok investor tertentu.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Dua Petinggi Erajaya Borong Saham Lewat Program MESOP

Dua Petinggi Erajaya Borong Saham Lewat Program MESOP

October 2, 2026
JPFA Jual Anak di India dan Vietnam Rp1,8 Triliun, Ini Pembelinya

JPFA Jual Anak di India dan Vietnam Rp1,8 Triliun, Ini Pembelinya

October 2, 2026
ADB Gelontorkan Rp11,66 Triliun Bantu Likuiditas Pasar Keuangan RI

ADB Gelontorkan Rp11,66 Triliun Bantu Likuiditas Pasar Keuangan RI

October 2, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .