• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Makin Terseok-seok, Cerita Dolar Balik Rp16.000 Mustahil

Rupiah Makin Terseok-seok, Cerita Dolar Balik Rp16.000 Mustahil

September 30, 2026
Emiten Nagita Slavina (VISI) Caplok Perusahaan Ini Senilai Rp319 M

Emiten Nagita Slavina (VISI) Caplok Perusahaan Ini Senilai Rp319 M

September 30, 2026
Konglomerat Dato Sri Tahir Jual 2,5 Juta Saham MPRO, Ini Alasannya

Konglomerat Dato Sri Tahir Jual 2,5 Juta Saham MPRO, Ini Alasannya

September 30, 2026
Emiten Nagita Slavina (VISI) Caplok Perusahaah Ini Senilai Rp319 M

Emiten Nagita Slavina (VISI) Caplok Perusahaah Ini Senilai Rp319 M

September 30, 2026
Emiten Bus Listrik Bakrie (VKTR) Rights Issue, Cari Duit Rp3 Triliun

Emiten Bus Listrik Bakrie (VKTR) Rights Issue, Cari Duit Rp3 Triliun

September 30, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.910 Pagi Ini

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.910 Pagi Ini

September 30, 2026
Awal Sesi I IHSG Naik 0,27%

Awal Sesi I IHSG Naik 0,27%

September 30, 2026
Dipimpin Nikkei, Bursa Asia Berbalik Hijau Hari Ini

Dipimpin Nikkei, Bursa Asia Berbalik Hijau Hari Ini

September 30, 2026
IHSG Dibuka Hijau, Naik 0,27%

IHSG Dibuka Hijau, Naik 0,27%

September 30, 2026
IHSG Ditutup 0,43%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Ditutup 0,43%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

September 30, 2026
Asing Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

Asing Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

September 30, 2026
IHSG Sempat Terjun 2%, 10 Saham Ini Dibuang Asing

IHSG Sempat Terjun 2%, 10 Saham Ini Dibuang Asing

September 30, 2026
BEI Buka Short Seling 1 Oktober, Investor Harus Punya Modal Rp 50 Juta

BEI Buka Short Seling 1 Oktober, Investor Harus Punya Modal Rp 50 Juta

September 29, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 30, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Makin Terseok-seok, Cerita Dolar Balik Rp16.000 Mustahil

2 hours ago
in Market
Rupiah Makin Terseok-seok, Cerita Dolar Balik Rp16.000 Mustahil
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia-Tekanan terhadap nilai tukar rupiah semakin besar. Perlahan namun pasti, dolar Amerika Serikat (AS) kini sudah bertengger lagi pada level Rp18.000.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan melemahnya rupiah disebabkan oleh kekhawatiran atas tekanan inflasi global dan risiko fiskal. Di samping itu, harga minyak naik hingga di atas US$108 per barel karena belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz.

“Hal ini mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat lebih lanjut, sehingga _yield_ UST tenor 10 tahun kembali naik ke level 5,23%, tertinggi sejak 2007,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Pelemahan rupiah juga didorong oleh peningkatan kebutuhan valuta asing oleh importir menjelang akhir kuartal III-2026. “Arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan yield obligasi,” ujarnya.

Meski demikian, pergerakan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan pelemahan terbatas secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,67%. Cadangan devisa tercatat meningkat ke level USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.

BI, kata Erwin terus hadir di pasar memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga sesuai fundamentalnya.

“Selain itu, Bank Indonesia mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan penguatan strategi operasi moneter pro-market,” terang Erwin.

Efektivitas stabilisasi nilai tukar juga diperkuat dan kecukupan likuiditas dijaga dengan meningkatkan insentif untuk instrumen Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai kepada Bank Indonesia dalam rangka pendanaan luar negeri.

“Intervensi akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif.”

Outlook Rupiah

Chief Economist Bank Permata Josua Pardede mengatakan rupiah berpeluang besar menembus level Rp 18.200-an per dolar Amerika Serikat (AS) jika tekanan global masih cukup kuat.

“Rupiah masih bisa menuju Rp 18.200/US$, meski hal tersebut diperlakukan sebagai skenario tekanan. Karena dari Rp 18.000 ke Rp 18.200 hanya sekitar 1% ebih lemah, sehingga level tersebut dapat tersentuh, jika tekanan global masih menghantui,” kata Josua kepada CNBC Indonesia.

Adapun menurutnya, ada tiga hal yang dapat membuat rupiah makin melemah. Pertama yakni harga minyak global yang masih bertahan di level US$ 100 per barel, dan imbal hasil (yield), obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang bertahan di atas 5%, dan adanya outflow investor asing.

“Ada 3 kondisi yang jika terjadi bersamaan, pelemahan rupiah bisa semakin dalam, yakni harga minyak bertahan di atas US$ 100 per barel, yield obligasi AS tenor 10 tahun tetap di atas 5%, dan arus modal bergerak negatif secara bersamaan” terang Josua.

Sementara itu, Kepala Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M. Rizal Taufikurahman mengatakan peluang rupiah menyentuh level Rp 18.200-an per dolar AS terbuka lebar.

“Potensi rupiah menembus Rp18.200 per dolar AS terbuka dalam beberapa pekan mendatang,” kata Rizal.

Apalagi, jarak dari Rp 18.000 ke Rp 18.200 sangat tipis yakni hanya 1,1%, sehingga level tersebut merupakan skenario risiko yang perlu diantisipasi.

“Potensi rupiah menembus level tersebut terbuka lebar jika penguatan dolar, arus modal keluar, dan kebutuhan valas terus berlanjut,” ujar Rizal.

(chd/mij)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Nagita Slavina (VISI) Caplok Perusahaan Ini Senilai Rp319 M

Emiten Nagita Slavina (VISI) Caplok Perusahaan Ini Senilai Rp319 M

September 30, 2026
Konglomerat Dato Sri Tahir Jual 2,5 Juta Saham MPRO, Ini Alasannya

Konglomerat Dato Sri Tahir Jual 2,5 Juta Saham MPRO, Ini Alasannya

September 30, 2026
Emiten Nagita Slavina (VISI) Caplok Perusahaah Ini Senilai Rp319 M

Emiten Nagita Slavina (VISI) Caplok Perusahaah Ini Senilai Rp319 M

September 30, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .