
Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Direktur PT Panin Asset Management, Ridwan Soetedja menuturkan bahwa investor perlu mencari peluang baru di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian seperti sekarang ini. Terlebih, tensi geopolitik semakin meningkat yang menyebabkan harga berbagai komoditas semakin meningkat.
“Kita punya kepercayaan bahwa prinsip investasi yakni diversifikasi itu penting dalam kondisi seperti ini. Kita tahu bahwa pasar modal dan pasar saham mengalami koreksi. kita tahu harga IHSG koreksi dan harga obligasi mengalami koreksi,” ungkap dia dalam Road to CNBC Awards 2025 ‘Best Securities and Fund Management’, Rabu (30/9/2026).
Untuk itu lanjut dia Panin Asset Management menghadirkan berbagai produk investasi baik di pasar modal Amerika Serikat maupun di pasar modal Indonesia. Hal ini menjadi prinsip bahwa diversifikasi sangat penting dalam investasi.
“Produk kita Panin Global Sharia Equity Fund. Produk ini investasi di market global. Kita luncurkan sejak Desember 2022. Sekarang NAB per unit mencapai 1,9993. Sejak awal diluncurkan 1 dolar,” terang Ridwan.
Diketahui komposisi investasi Panin Global Sharia Equity Fund minimum 80% dan maksimum 100% dari Nilai Aktiva Bersih di tempatkan pada Efek Syariah bersifat ekuitas yang diperdagangkan baik di dalam maupun di luar negeri.
Dia mengatakan, pertumbuhan NAB produk tersebut sebesar dua kali lipat sejak diluncurkan dengan total dana kelolaan sebesar US$ 22 juta atau Rp 400 miliar.
“Ini kita investasi tidak di Indonesia. Ini memberikan tingkat risiko yang berbeda. Kalau IHSG turun, portofolio kita tidak terdampak dan hasil investasi ternyata lebih baik dibandingkan market kita,” pungkas Ridwan.
(dpu/dpu)


















