• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bursa Asia Kompak Menguat, IHSG Melemah Sendirian

Bursa Asia Kompak Menguat, IHSG Melemah Sendirian

October 16, 2026
OJK Sanksi Pihak Terkait DSSA, CUAN dan BREN, Ini Pelanggarannya

OJK Sanksi Pihak Terkait DSSA, CUAN dan BREN, Ini Pelanggarannya

October 16, 2026
BP BUMN Mau Kembangkan 12 Kota Masa Depan, Ini Penjelasan Dony Oskaria

BP BUMN Mau Kembangkan 12 Kota Masa Depan, Ini Penjelasan Dony Oskaria

October 16, 2026
BRIS Mau Gelar RUPSLB, Bahas Rights Issue

BRIS Mau Gelar RUPSLB, Bahas Rights Issue

October 16, 2026
BRIS Mau Gelar RUPSLB, Bahas Rights Issue

BRIS Mau Gelar RUPSLB, Bahas Rights Issue

October 16, 2026
Tidak Campur Aduk! Ini Pembagian Tugas OJK dan Kemenkeu soal Kripto

Tidak Campur Aduk! Ini Pembagian Tugas OJK dan Kemenkeu soal Kripto

October 16, 2026
Pernyataan Dasco, OJK, Hingga Danantara Tanggapi MSCI

Pernyataan Dasco, OJK, Hingga Danantara Tanggapi MSCI

October 16, 2026
Sebelum RI, MSCI Ancam Turki Turun Kelas

Sebelum RI, MSCI Ancam Turki Turun Kelas

October 16, 2026
Bisnis Mie Instan Hijau di Tengah Tekanan Konsumsi & Daya Beli

Bisnis Mie Instan Hijau di Tengah Tekanan Konsumsi & Daya Beli

October 16, 2026
Dasco Minta BEI Tindaklanjuti Masukan Lembaga Rating, Termasuk MSCI

Dasco Minta BEI Tindaklanjuti Masukan Lembaga Rating, Termasuk MSCI

October 16, 2026
Ada Pidana Pasar Modal, Saham CUAN, BREN dan DSSA Kompak ARB

Ada Pidana Pasar Modal, Saham CUAN, BREN dan DSSA Kompak ARB

October 16, 2026
Dradjad Klaim Daya Beli RI Masih Kuat, Buktinya Ada di Sini!

Dradjad Klaim Daya Beli RI Masih Kuat, Buktinya Ada di Sini!

October 16, 2026
Danantara Siap ‘Serok’ Saham RI yang Rontok Usai Isu MSCI

Danantara Siap ‘Serok’ Saham RI yang Rontok Usai Isu MSCI

October 16, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 16, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Bursa Asia Kompak Menguat, IHSG Melemah Sendirian

13 hours ago
in News
Bursa Asia Kompak Menguat, IHSG Melemah Sendirian
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Jumat (16/10/2026), mengikuti penguatan Wall Street pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat.

Melansir CNBC, Indeks Nikkei 225 Jepang naik lebih dari 1%, sementara Topix menguat 1,14%.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 1,22% saat pembukaan perdagangan, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq menguat 1,28%. Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik 0,83%.

Penguatan bursa Asia terjadi setelah tiga indeks utama Wall Street kompak ditutup di zona hijau pada perdagangan Kamis. Investor beralih dari sejumlah saham teknologi unggulan ke sektor lain, sehingga indeks Dow Jones Industrial Average memimpin penguatan dengan melonjak lebih dari 500 poin atau sekitar 1,1%.

Indeks S&P 500 naik sekitar 0,3%, sedangkan Nasdaq Composite hanya menguat sekitar 0,1%. Penguatan tersebut sekaligus mengakhiri tren penurunan selama tiga hari berturut-turut bagi S&P 500 dan Nasdaq Composite.

Meski demikian, saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya produsen cip memori, masih tertekan sepanjang pekan ini. Kekhawatiran terhadap persaingan dari China menjadi salah satu faktor yang membebani saham-saham tersebut.

Saham Micron Technology ditutup menguat pada perdagangan Kamis, tetapi masih berada di jalur penurunan lebih dari 9% sepanjang pekan ini. Sementara itu, saham Seagate Technology dan Western Digital juga diperkirakan mencatatkan kerugian mingguan.

Tekanan terhadap saham teknologi juga dipicu kekhawatiran investor mengenai besarnya utang yang digunakan perusahaan untuk membiayai pembangunan infrastruktur AI. Saham perusahaan penyedia layanan komputasi awan khusus AI atau neocloud, CoreWeave, diperkirakan merosot sekitar 15% sepanjang pekan ini meskipun berhasil pulih pada perdagangan Kamis setelah anjlok tajam sehari sebelumnya.

Di sisi lain, perusahaan AI Anthropic mengungkapkan kepada investor bahwa pendapatannya pada kuartal III mencapai US$16,8 miliar. Informasi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar yang tengah menilai apakah pertumbuhan bisnis AI cukup kuat untuk menopang kenaikan harga saham perusahaan produsen cip.

Saham Nvidia dan Broadcom, dua perusahaan yang menjadi pemain utama dalam industri cip AI, masih berada di zona merah sepanjang pekan ini. Kondisi tersebut turut menambah tekanan terhadap indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite.

Secara mingguan, indeks S&P 500 tercatat turun hampir 1%, sedangkan Nasdaq Composite merosot lebih dari 2%. Sebaliknya, Dow Jones berada di jalur kenaikan sekitar 1% sepanjang pekan ini.

Managing Partner Notable Capital Jeff Richards menilai salah satu tantangan utama dalam industri AI dan teknologi selama enam hingga 12 bulan terakhir adalah terbatasnya informasi mengenai perusahaan-perusahaan yang masih berstatus privat. Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam wawancara dengan CNBC pada Kamis waktu setempat.

Menurut Richards, penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) oleh perusahaan AI seperti Anthropic dan OpenAI dapat membantu mengurangi kekhawatiran investor. Dengan semakin banyaknya informasi yang tersedia bagi publik, termasuk riset analis dan data operasional utama perusahaan, ketidakpastian pasar diperkirakan dapat mereda.

“Once we get more of the information out there – analyst coverage, detailed information on core metrics – into the market over the course of ’27, I think a lot of those fears will ease,” ujar Richards.

Di luar sektor teknologi, investor juga mencermati data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan, di tengah kenaikan harga energi setelah perang AS-Iran. Inflasi di tingkat produsen pada September mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak 2022, sementara inflasi konsumen masih berada jauh di atas target Federal Reserve sebesar 2%.

Kondisi tersebut menambah tantangan bagi pasar keuangan karena tekanan inflasi dapat memengaruhi arah kebijakan moneter bank sentral AS. Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan sebelum pembukaan perdagangan Wall Street pada Jumat, termasuk perusahaan asuransi Travelers dan bank Citizens Financial.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok tajam langsung pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026). Indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu dibuka di level 5.393,92, turun 469,86 poin atau 8,01% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level 5.863,78.
Adapun total volume perdagangan tercatat 53,6 juta lot dengan nilai transaksi Rp922,33 miliar.

Pasar keuangan Indonesia masih akan dibayangi sejumlah sentimen negatif dari luar negeri, mulai dari pengumuman terbaru MSCI, memanasnya inflasi AS hingga perang.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Sanksi Pihak Terkait DSSA, CUAN dan BREN, Ini Pelanggarannya

OJK Sanksi Pihak Terkait DSSA, CUAN dan BREN, Ini Pelanggarannya

October 16, 2026
BP BUMN Mau Kembangkan 12 Kota Masa Depan, Ini Penjelasan Dony Oskaria

BP BUMN Mau Kembangkan 12 Kota Masa Depan, Ini Penjelasan Dony Oskaria

October 16, 2026
BRIS Mau Gelar RUPSLB, Bahas Rights Issue

BRIS Mau Gelar RUPSLB, Bahas Rights Issue

October 16, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .