• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Airlangga, DPR, OJK, Danantara Ungkap Fokus Bursa RI Usai Geger MSCI

Airlangga, DPR, OJK, Danantara Ungkap Fokus Bursa RI Usai Geger MSCI

October 18, 2026
Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

October 19, 2026
BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

October 19, 2026
Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

October 19, 2026
IHSG Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi, Ini Kata Menko Airlangga

IHSG Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi, Ini Kata Menko Airlangga

October 19, 2026
PP Presisi Bubarkan dan Likuidasi Entitas Usaha

PP Presisi Bubarkan dan Likuidasi Entitas Usaha

October 19, 2026
Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini

Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini

October 19, 2026
ADB Siap Guyur US0 Juta Buat Reformasi Pasar Keuangan RI

ADB Siap Guyur US$650 Juta Buat Reformasi Pasar Keuangan RI

October 19, 2026
Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

October 19, 2026
Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

October 19, 2026
Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

October 19, 2026
Jawab MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

Jawab MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

October 19, 2026
Lanjuti Permintaan Komisaris, Jasa Marga Gelar RUPSLB 25 November

Lanjuti Permintaan Komisaris, Jasa Marga Gelar RUPSLB 25 November

October 19, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 19, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Airlangga, DPR, OJK, Danantara Ungkap Fokus Bursa RI Usai Geger MSCI

1 day ago
in Market
Airlangga, DPR, OJK, Danantara Ungkap Fokus Bursa RI Usai Geger MSCI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pernyataan mengenai rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market menuai respons dari berbagai pihak.

Hal ini ramai dan menjadi sorotan setelah MSCI mengumumkan periode konsultasi pada 15 Oktober 2026. Lembaga keuangan asal Amerika Serikat ini kembali menyampaikan acknowledgement atas pelaksanaan inisiatif-inisiatif reformasi pasar modal Indonesia yang telah berjalan, termasuk publikasi kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan granularitas klasifikasi investor, pengumuman High Shareholding Concentration (MSC), dan kebijakan baru mengenai kenaikan batas minimum free float.

Kemudian rencana itu memicu kekhawatiran investor terhadap pasar domestik. Imbasnya, Jumat (16/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok 11,57%, dan menjadi salah satu penurunan harian paling dalama sejak krisis keuangan 1998.

Meskipun begitu, pengumuman MSCI kemarin belum menjadi keputusan final. Masih ada periode konsultasi yang berlangsung hingga 30 April 2027, dan keputusan final yang rilis paling lambat pada 30 Juni 2027.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa akan menghormati pandangan dari MSCI dan terus melakukan pembenahan dan tindak lanjut atas berbagai masukan yang diberikan.

Selain itu OJK juga akan menghormati independensi lembaga penyedia indeks global, termasuk MSCI serta menghargai setiap masukan yang diberikan. Meski begitu, menurutnya pasar modal Indonesia dinilai tetap prospektif dan menarik.

“Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif,” kata Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (18/10/2026).

Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa masukan yang disampaikan MSCI dalam pengumuman ini juga sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia, termasuk dalam aspek penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“OJK berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum di sektor pasar modal dalam upaya menegakkan integritas pasar, dengan koordinasi dan sinergi yang efektif bersama seluruh pihak terkait,” kata Hasan.

Ke depan, OJK bersama SRO terus melanjutkan engagement yang konstruktif dengan lembaga-lembaga penyedia indeks maupun investor institusi global.

Menurutnya, engagement yang berkesinambungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa otoritas Indonesia dapat mengkomunikasikan progress terkini reformasi pasar modal Indonesia, serta memperoleh masukan dan rekomendasi kebijakan untuk penyempurnaan yang berkelanjutan.

Tanda Tanya Besar Buat MSCI

Terpisah, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku heran atas pengumuman MSCI atas status pasar modal Indonesia. Menurutnya ini merupakan tanda tanya yang besar, khususnya dari waktu penyampaian pengumuman tersebut.

Belum lagi sebelumnya, pihak Indonesia juga telah melakukan dengan sejumlah pejabat MSCI di Bangkok, Thailand.

“Ini kan ada tanda tanya besar. Kemarin di Thailand kenapa (MSCI) nggak ngomong yang ini. Padahal yang kemarin itu seminggu juga belum,” ujar Airlangga saat ditemui wartawan, Jumat (16/10/2026).

Meski demikian, Airlangga menegaskan pemerintah tidak ingin terburu-buru berprasangka negatif terhadap pihak tertentu di balik pengumuman tersebut.

“Ya tentu kita lihat aja, tapi kita tidak boleh suudzon,” katanya.

Menurut Airlangga, hal yang perlu menjadi perhatian utama saat ini adalah implementasi aturan serta langkah aksi yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Dia menyebut, salah satu perhatian MSCI berkaitan dengan periode pelaksanaan reformasi pasar modal Indonesia yang dinilai relatif lebih panjang dibandingkan negara lain.

“Concern paling utama implementing regulation. Implementing langkah action dari bursa,” ujarnya.

Airlangga juga menjelaskan bahwa klasifikasi standalone market yang menjadi perhatian dalam pengumuman MSCI berada di antara kategori frontier market dan emerging market.

Pemerintah, lanjutnya, akan mencermati perkembangan tersebut sembari menilai dampaknya terhadap pasar keuangan domestik.

Airlangga mengatakan, pengumuman terbaru MSCI juga memberikan kepastian mengenai tenggat waktu pelaksanaan langkah-langkah yang menjadi perhatian penyedia indeks tersebut.

Menurut dia, tenggat yang sebelumnya dikaitkan dengan November kini mundur hingga Juni tahun depan.

“Yang hari ini diberikan kan sebetulnya kepastian terhadap langkah-langkah dan mereka memastikan bahwa deadline-nya itu bukan bulan November, tapi mundur ke tahun depan di bulan Juni,” kata Airlangga.

Adapun, pergeseran tenggat tersebut menjadi salah satu aspek yang akan dicermati pemerintah, terutama dalam kaitannya dengan agenda reformasi pasar modal yang tengah berjalan.

Respons DPR RI – Danantara

Perdagangan di pasar modal Indonesia menjadi sorotan pasca pengumuman MSCI. Perdagangan IHSG terus merosot, aktivitas investor asing terus melakukan aksi jual, nilai kapitalisasi pasar modal juga terus menguap.

Saat itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco bersama CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung berkunjung ke Gedung Bursa Efek Indonesia. Guna mengecek pembenahan di pasar modal.

“Kami datang untuk mengecek langsung pembenahan pasar modal dan memastikan perbaikan itu terus berjalan,” ungkap Dasco, Jumat (16/10/2026).

Pihaknya di DPR RI mengaku terus mencermati perkembangan bursa. Kami juga meminta bursa menindaklanjuti masukan dan catatan dari lembaga indeks global.

Menurut Dasco, DPR dalam menjalankan fungsi pengawasan, senantiasa mengawasi peristiwa-peristiwa yang selama ini ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia pun memastikan DPR telah meminta kepada otoritas bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam rangka juga mengakomodasi pendapat-pendapat dari lembaga rating internasional.

“Termasuk MSCI yang harusnya baru akan melakukan review konsultasi pada November tapi kemudian pada dini hari tadi itu kemudian sudah mengeluarkan semacam review. Bertepatan dengan sebenarnya bursa juga sudah melakukan proses-proses dalam rangka mengakomodasi review-review yang sebenarnya baru akan di bulan November,” ujar Dasco.

Dalam hal ini, menurut dia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI sudah melakukan proses-proses tersebut.

“Dan pada hari ini tadi kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan Ibu Kiki (Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi) dan Pak Hasan (Komisioner OJK Hasan Fawzi) dari OJK, Pak Rosan (CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani) dan Pak Dony (Dony Oskaria) dari Danantara dan tadi kami juga meminta Kapolri (Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto) untuk hadir, untuk kemudian nanti semua pihak akan memberikan keterangan sesuai porsi masing-masing,” kata Dasco.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

October 19, 2026
BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

October 19, 2026
Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

October 19, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .