• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp18.020 Pagi Ini

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp18.020 Pagi Ini

October 22, 2026
RI Kehilangan Rp 100 T Jika Jatuh ke Standalone Market

RI Kehilangan Rp 100 T Jika Jatuh ke Standalone Market

October 22, 2026
Danantara Targetkan RI Kantongi Rp270 T Investasi di NAF 2026

Danantara Targetkan RI Kantongi Rp270 T Investasi di NAF 2026

October 22, 2026
Kejari Indramayu Serahkan Hasil Sita BPR Bangkrut Rp2,78 M ke LPS

Kejari Indramayu Serahkan Hasil Sita BPR Bangkrut Rp2,78 M ke LPS

October 22, 2026
Kejari Indramayu Serahkan Hasil Sita Lelang BPR Bangkrut Rp2,78 ke LPS

Kejari Indramayu Serahkan Hasil Sita Lelang BPR Bangkrut Rp2,78 ke LPS

October 22, 2026
Mantap! UNVR Catat Pertumbuhan selama Lima Kuartal Berturut-turut

Mantap! UNVR Catat Pertumbuhan selama Lima Kuartal Berturut-turut

October 22, 2026
Grup Bakrie (UNSP) Dirikan Anak Usaha Bidang Perdagangan Minyak

Grup Bakrie (UNSP) Dirikan Anak Usaha Bidang Perdagangan Minyak

October 22, 2026
Prospek Saham Aneka Tambang (ANTM) di Tengah Badai MSCI

Prospek Saham Aneka Tambang (ANTM) di Tengah Badai MSCI

October 22, 2026
Siapa GIC dan Temasek, Diduga Pengaruhi MSCI Turunkan Kasta RI?

Siapa GIC dan Temasek, Diduga Pengaruhi MSCI Turunkan Kasta RI?

October 22, 2026
Harga Minyak Brent Dekati USD 110 Hingga Harga Emas Tertekan

Harga Minyak Brent Dekati USD 110 Hingga Harga Emas Tertekan

October 22, 2026
Dana Asing Kabur Rp576,7 M di Sesi I, Saham BCA Paling Banyak Dibuang

Dana Asing Kabur Rp576,7 M di Sesi I, Saham BCA Paling Banyak Dibuang

October 22, 2026
Dana Asing Kabur Rp576,7 M di Sesi I, Saham BBCA Paling Banyak Dibuang

Dana Asing Kabur Rp576,7 M di Sesi I, Saham BBCA Paling Banyak Dibuang

October 22, 2026
Kredit Baru Q4-2026 Diramal Naik, Bank Mulai Longgar

Kredit Baru Q4-2026 Diramal Naik, Bank Mulai Longgar

October 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 22, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp18.020 Pagi Ini

2 hours ago
in Lifestyle
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp18.020 Pagi Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah kembali kehilangan tenaga terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Kamis (22/10/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,11% ke posisi Rp18.020/US$. Pelemahan tersebut melanjutkan pergerakan pada Rabu (21/10/2026), ketika rupiah ditutup turun 0,11% di level Rp18.000/US$ setelah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,06% ke posisi 101,716.


Pergerakan rupiah sepanjang hari ini diperkirakan masih dipengaruhi sentimen dari dalam dan luar negeri.

Dari eksternal, koreksi indeks dolar AS sebenarnya membuka ruang bagi rupiah untuk menguat. Penurunan DXY menunjukkan permintaan terhadap dolar AS sedang berkurang, meski kondisi tersebut belum cukup membawa rupiah ke zona hijau pada pembukaan perdagangan.

Pelaku pasar tengah menimbang risiko kenaikan inflasi akibat tingginya harga minyak sekaligus menantikan keputusan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) pada pekan depan.

Pasar hanya memperkirakan peluang kecil bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang. Kenaikan berikutnya diperkirakan baru terjadi pada Desember.

Pasar juga akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga AS. Ketidakpastian mengenai waktu kenaikan bunga berikutnya membuat pergerakan dolar cenderung terbatas.

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih mencermati langkah BI dalam menjaga rupiah sekaligus menarik kembali dana asing setelah perkembangan terbaru terkait MSCI.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan bank sentral terus memantau arus modal keluar dari pasar keuangan Indonesia. Meski rupiah masih tertekan, BI menilai pergerakannya relatif sejalan dengan kondisi mata uang negara-negara kawasan.

“Kami melihat bahwa tekanan masih dalam relatif normal karena regional tidak baik. Kami waspadai di capital market kita, kami monitor outflow sepanjang pergerakan yang terjadi setelah MSCI,” ujar Destry.

BI menempatkan stabilitas pasar keuangan sebagai prioritas utama. Bank sentral juga menyiapkan sejumlah langkah yang lebih terarah untuk menarik kembali aliran modal asing ke aset keuangan domestik.

Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui pemberian insentif pada transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Insentif itu dapat memangkas biaya lindung nilai atau hedging investor hingga 45%.

BI berharap penyesuaian harga pada Surat Berharga Negara (SBN), ditambah peningkatan insentif, dapat membuat selisih imbal hasil aset domestik terhadap aset berdenominasi dolar AS kembali menarik.

“Harapan bahwa pasar domestik kita terjadi repricing di SBN, kemudian ditambah insentif diperbesar, akan membuat spread aset domestik dengan USD menjadi menarik. Kami fokus dan targeted mendatangkan inflow,” jelas Destry.

Selain menarik kembali dana asing, BI turut mengoptimalkan kebijakan likuiditas untuk mendukung kegiatan ekonomi. Penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 2% diperkirakan menambah likuiditas perbankan sekitar Rp190 triliun.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
RI Kehilangan Rp 100 T Jika Jatuh ke Standalone Market

RI Kehilangan Rp 100 T Jika Jatuh ke Standalone Market

October 22, 2026
Danantara Targetkan RI Kantongi Rp270 T Investasi di NAF 2026

Danantara Targetkan RI Kantongi Rp270 T Investasi di NAF 2026

October 22, 2026
Kejari Indramayu Serahkan Hasil Sita BPR Bangkrut Rp2,78 M ke LPS

Kejari Indramayu Serahkan Hasil Sita BPR Bangkrut Rp2,78 M ke LPS

October 22, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .