
Jakarta, CNBC Indonesia- Bank Indonesia kembali dihadapkan pada dua kepentingan. Menjaga stabilitas Rupiah di tengah tekanan global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. BI pun memilih menahan suku bunga acuan, namun tetap memperkuat insentif likuiditas. Lalu, bagaimana arah kebijakan ini? Apa implikasinya bagi bisnis perbankan serta prospek ekonomi ke depan?
Simak paparan Andi Shalini, selengkapnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia (Kamis, 22/10/2026) berikut ini.



















