• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Saham Blue Chip & Perbankan Jadi Beban IHSG Tahun Ini, Kenapa?

Saham Blue Chip & Perbankan Jadi Beban IHSG Tahun Ini, Kenapa?

July 3, 2025
Kisah Rakesh Jhunjhunwala, Sukses Ubah Rp975 Ribu Jadi Rp94 Triliun

Kisah Rakesh Jhunjhunwala, Sukses Ubah Rp975 Ribu Jadi Rp94 Triliun

May 17, 2026
Dosen Matematika Jadi Kaya Raya Usai Praktekan Ilmunya di Investasi

Dosen Matematika Jadi Kaya Raya Usai Praktekan Ilmunya di Investasi

May 17, 2026
Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru, Berlaku 17 Mei 2026

Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru, Berlaku 17 Mei 2026

May 17, 2026
Benarkah Tuyul Tak Bisa Curi Uang di Bank? Ini Penjelasannya

Benarkah Tuyul Tak Bisa Curi Uang di Bank? Ini Penjelasannya

May 16, 2026
Mulanya Jualan Kembang Api, Sosok Ini Sekarang Jadi Raja Rokok RI

Mulanya Jualan Kembang Api, Sosok Ini Sekarang Jadi Raja Rokok RI

May 16, 2026
Dulu Calo Tiket di Bandara, Sosok Ini Sekarang Pemilik Lion Air

Dulu Calo Tiket di Bandara, Sosok Ini Sekarang Pemilik Lion Air

May 16, 2026
Ada Peran Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI

Ada Peran Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI

May 16, 2026
Penawar Misterius Bayar Rp158 M Buat Makan Malam Bareng Warren Buffett

Penawar Misterius Bayar Rp158 M Buat Makan Malam Bareng Warren Buffett

May 16, 2026
Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih di Jawa Timur

Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih di Jawa Timur

May 16, 2026
Salurkan Gas ke Pelosok, Bisnis Perkapalan Perlu Kontrak Pasti

Salurkan Gas ke Pelosok, Bisnis Perkapalan Perlu Kontrak Pasti

May 16, 2026
Bakal Kena Pajak Rp129 T, Taipan Ini Beri Jawaban Tak Terduga

Bakal Kena Pajak Rp129 T, Taipan Ini Beri Jawaban Tak Terduga

May 16, 2026
Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026

Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026

May 16, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, May 17, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Saham Blue Chip & Perbankan Jadi Beban IHSG Tahun Ini, Kenapa?

11 months ago
in News
Saham Blue Chip & Perbankan Jadi Beban IHSG Tahun Ini, Kenapa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia telah resmi memasuki paruh kedua. Dalam enam bulan perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami koreksi 2,15% ke 6.927,68 pada penutupan perdagangan Senin, 30 Juni 2025. Sebelumnya akhir tahun lalu IHSG ditutup di level 7.079,91.

Adapun biang kerok utama IHSG yang masih tertekan terjadi karena koreksi dalam yang dialami oleh sejumlah perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar jumbo, termasuk bank-bank raksasa di Indonesia. Selain itu sejumlah sentimen negatif yang membayangi perekonomian global ikut menjadi tantangan berat.

Tahun ini IHSG mengalami banyak tekanan, khususnya dari sentimen yang datang dari global. Tarif dan perang dagang yang diusung Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi tantangan terberat yang mana pada level terendah indeks sempat terkoreksi 15,71% akibat ketakutan investor akan dampak atas perang dagang ke ekonomi global. Selain itu sejumlah sentimen lain, seperti perang di Timur Tengah hingga kebijakan moneter dan fiskal dalam negeri ikut memainkan peran penting atas pergerakan IHSG tahun ini.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia, Barito Renewables Energy (BREN) menjadi laggard utama IHSG tahun ini yang berkontribusi atas pelemahan 131 indeks poin. Emiten milik Prajogo Pangestu yang pernah menjadi perusahaan paling berharga di BEI ini diketahui melemah 36,66% hingga paruh pertama tahun ini.

Selanjutnya ada trio emiten perbankan raksasa RI yakni Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang ikut menekan secara signifikan kinerja IHSG. BMRI hingga tengah tahun turun 14,39% dan memangkas 73 indeks poin, BBCA turun 10,34% yang menghapus 65 indeks poin serta BBRI melemah 8,33% dengan sumbangsih pelemahan 52 indeks poin.

Direktur Panin Asset Management (Panin AM), Rudiyanto menilai kinerja laporan keuangan perbankan menjadi alasan utama saham emiten perbankan blue chip tersungkur tahun ini.

“4 Bank besar selain BBCA, mengalami stagnasi atau penurunan (kinerja keuangan) seiring dengan kualitas kredit yang kurang baik dan atau perlambatan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Rudiyanto kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (3/7/2025).

Dirinya menambahkan, reaksi asing terhadap beberapa kebijakan pemerintah juga kurang positif sehingga mengakibatkan investor asing mengurangi bobot Indonesia.

“Hal ini terlihat dari arus modal asing keluar dari RI (net sell) yang deras,” jelasnya.

Panin AM memproyeksi IHSG dapat menyentuh level 7.400 di akhir tahun, namun hal tersebut sangat tergantung pada kinerja keuangan pada dua kuartal ke depan, setelah IHSG cenderung stagnan dan turun pada semester pertama tahun ini.

Dirinya menyebut ada sejumlah sentimen positif yang mampu mengerek harga IHSG akhir tahun ini, termasuk terkait kebijakan fiskal dan moneter.

“Dari pemerintah, tampak ada beberapa revisi kebijakan seperti blokir anggaran yang sudah dibuka kembali, tapi proses ke masyarakat dan ekonomi riil masih butuh waktu. Sementara itu, Penurunan suku bunga bisa menjadi sentimen positif, tapi makro secara internal juga mesti mendukung, kalau tidak, kenaikannya bersifat sementara,” terang Rudiyanto.

Senada, Nafan Aji Gusta, Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas mengungkapkan Pertumbuhan kredit perbankan saat ini rata-rata masih satu digit masih menjadi tantangan utama emiten yang bergerak di sektor perbankan.

Meski demikian, dia menyebut ada harapan bahwa kebijakan pelonggaran moneter dari Bank Indonesia dapat meningkatkan likuiditas pasar, sehingga mendorong ekspansi kredit berkualitas. Ini akan menjadi hal baik bagi perbankan, mengingat sektor-sektor lain juga akan berekspansi dan membutuhkan pasokan kredit untuk investasi.

Meski tantangan masih banyak, Nafan mengaku investor setidaknya dapat optimis salah satunya didorong oleh perbaikan harga komoditas di paruh kedua tahun ini.

” di semester kedua nanti otomatis komoditas membaik, seharusnya selling price mereka akan membaik dan kita harus optimis,” ungkap Nafan kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (3/7/2024).

Sementara itu emiten lain yang ikut membebani kinerja IHSG tahun ini termasuk GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), Sumber Alfaria Trijaya (AMRT), Pantai Indah Kapuk Dua (PANI), Astra International (ASII), United Tractors (UNTR) dan Alamtri Resources Indonesia (ADRO).

IHSG saat ini masih dalam posisi rebound untuk kembali mengejar rekor tertinggi yang dicatatkan nyaris setahun lalu yang mana pada 19 September 2025, IHSG mencatatkan rekor penutupan tertinggi di 7.905,39 atau nyaris menembus level psikologis baru di 8.000.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Alasan di Balik Amblesnya Saham Big Banks




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kisah Rakesh Jhunjhunwala, Sukses Ubah Rp975 Ribu Jadi Rp94 Triliun

Kisah Rakesh Jhunjhunwala, Sukses Ubah Rp975 Ribu Jadi Rp94 Triliun

May 17, 2026
Dosen Matematika Jadi Kaya Raya Usai Praktekan Ilmunya di Investasi

Dosen Matematika Jadi Kaya Raya Usai Praktekan Ilmunya di Investasi

May 17, 2026
Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru, Berlaku 17 Mei 2026

Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru, Berlaku 17 Mei 2026

May 17, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .