• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Garap ‘Harta Karun’ di Gabon, Perminas Gandeng Raksasa Mineral UEA

Garap ‘Harta Karun’ di Gabon, Perminas Gandeng Raksasa Mineral UEA

February 18, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

October 9, 2026
Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

October 9, 2026
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 9, 2026
Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

October 9, 2026
IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

October 9, 2026
Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

October 9, 2026
Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

October 8, 2026
Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

October 8, 2026
Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

October 8, 2026
Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

October 8, 2026
Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen

Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen

October 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 9, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Garap ‘Harta Karun’ di Gabon, Perminas Gandeng Raksasa Mineral UEA

8 months ago
in ENTREPRENEUR
Garap ‘Harta Karun’ di Gabon, Perminas Gandeng Raksasa Mineral UEA
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyampaikan dukungannya terhadap kerja sama antara PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas dan raksasa mineral yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab yakni, New Energy Metals Holdings Ltd (NEM) untuk pengembangan sektor mineral kritis.

Kerja sama antara Perminas dan NEM dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang menetapkan kerangka kerja untuk mengevaluasi potensi kolaborasi strategis terkait. Hal itu meliputi sumber daya niobium dan rare earth elements (REE) Maboumine di Republik Gabon dan potensi inisiatif rantai nilai hilir rare earth di Republik Indonesia.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat integrasi hulu-hilir serta
membangun rantai pasok rare earth yang tangguh dan berdaya saing global yang mencakup pengembangan sumber daya, pemrosesan, dan manufaktur lanjutan.

Ia menuturkan, sebagai platform investasi strategis nasional Indonesia, Danantara Indonesia berperan memastikan kerja sama ini selaras dengan agenda hilirisasi, penguatan rantai pasok mineral kritis, serta pengembangan kapabilitas pemrosesan dan manufaktur lanjutan melalui potensi pembiayaan dan partisipasi investasi strategis bersama PERMINAS, guna mendorong integrasi hulu-hilir yang berdaya saing global.

“Fase berikutnya pertumbuhan industri Indonesia membutuhkan akses yang tangguh terhadap input strategis serta kemampuan untuk mengonversi input tersebut menjadi produk hilir yang berdaya saing global. Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut dan mendukung pengembangan rantai nilai mineral kritis strategis yang berorientasi masa depan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (18/2/2026).

Kemudian, Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto turut menambahkan, kerja sama ini menandai fase baru dalam keterlibatan Indonesia di industri mineral kritis, termasuk rare earth elements.

“Kolaborasi dengan NEM mencerminkan meningkatnya kapasitas industri Indonesia serta kepercayaan mitra internasional terhadap potensi mineral kritis Indonesia. Melalui kemitraan ini, Indonesia bertujuan mendorong pengembangan industri dalam negeri sekaligus memperkuat partisipasinya dalam pasar
mineral kritis global,” tuturnya.

MoU ini menetapkan kerangka kerja bagi para pihak untuk mengevaluasi keterkaitan hulu-hilir, termasuk potensi Indonesia berperan sebagai platform pemrosesan hilir, manufaktur, dan integrasi industri, sejalan dengan mandat PERMINAS, prioritas industri nasional, serta ketentuan regulasi yang berlaku.

Sedangkan President Director (CEO) PERMINAS Gilarsi Wahju Setijono mengatakan, pihaknya berkomitmen mendorong pencapaian tujuan strategis Indonesia di sektor mineral kritis dan industrialisasi hilir.

“MoU ini menciptakan jalur yang terstruktur untuk menilai peluang yang menghubungkan potensi sumber daya hulu dengan penciptaan nilai hilir, selaras dengan tata kelola
yang kuat dan prioritas nasional jangka panjang,” jelasnya.

Sebagai informasi, material kritis seperti niobium (Nb) dan rare earth elements termasuk neodymium (Nd) dan praseodymium (Pr), yang merupakan input utama untuk magnet permanen berkinerja tinggi, serta
heavy rare earth elements seperti dysprosium dan terbium yang meningkatkan performa magnet pada suhu tinggi, semakin esensial bagi industri modern dan ketahanan nasional.

Material-material ini menjadi komponen kunci bagi kendaraan listrik (EV) dan elektrifikasi yang lebih luas, energi terbarukan (termasuk turbin angin dan infrastruktur jaringan listrik), aplikasi kedirgantaraan dan pertahanan tingkat lanjut, serta berbagai penggunaan industri bernilai tinggi yang bergantung pada akses yang aman terhadap input kritis.

MoU ini membentuk Joint Working Group dengan mandat untuk menjalankan program kerja sama yang terstruktur dan dipercepat, termasuk pertukaran informasi secara segera, lokakarya teknis bersama, serta asesmen komersial yang terkoordinasi.

Para pihak akan mengembangkan jalur pengembangan hulu dan hilir di sepanjang rantai nilai rare earth, termasuk pemisahan, pemurnian, produksi logam/paduan, dan manufaktur magnet permanen, dengan tujuan bersama menciptakan rantai pasok yang terintegrasi dan kompetitif dari sumber daya hingga produk magnet jadi.

Seiring dengan jalur kerja teknis tersebut, para pihak akan memulai negosiasi jalur cepat terkait potensi pembiayaan dan investasi strategis, termasuk partisipasi ekuitas dan/atau utang oleh PERMINAS dan/atau Danantara Indonesia di tambang Maboumine dan entitas proyek terkait, untuk menangkap manfaat penuh dari integrasi vertikal.

Progres ini akan didukung oleh proses uji tuntas yang dipercepat serta tunduk pada persetujuan internal, ketentuan regulasi, dan negosiasi serta penandatanganan perjanjian definitif.

Sementara President New Energy Metals Holdings Ltd Abduljabbar Alsayegh mengapresiasi visi nasional Indonesia dalam memajukan rantai nilai mineral kritis dan rare earth strategis, sebuah agenda yang semakin penting bagi transisi energi global, kepemimpinan teknologi, dan ketahanan pasokan.

“Kami antusias bergabung dengan PERMINAS untuk memulai kolaborasi yang memperkuat dan mendiversifikasi rantai pasok rare earth global yang kritis,” tutupnya.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

October 9, 2026
Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

October 9, 2026
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .