• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Terkoreksi 0,38% ke Level 8.259, Ini Biang Keroknya

IHSG Terkoreksi 0,38% ke Level 8.259, Ini Biang Keroknya

February 12, 2026
Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

October 9, 2026
Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

October 8, 2026
Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

October 8, 2026
Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

October 8, 2026
Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

October 8, 2026
Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen

Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen

October 8, 2026
Dampaknya ke Pasar RI Kini Terbatas

Dampaknya ke Pasar RI Kini Terbatas

October 8, 2026
Tiket MotoGP 90% Terjual, BP BUMN: Dorong Industri Wisata Mandalika

Tiket MotoGP 90% Terjual, BP BUMN: Dorong Industri Wisata Mandalika

October 8, 2026
Rawan Digoreng, OJK Pelototi Saham Terkonsentrasi Tinggi

Rawan Digoreng, OJK Pelototi Saham Terkonsentrasi Tinggi

October 8, 2026
Akhiri Perdagangan Hari Ini, IHSG Anjlok 1,88% ke Level 6.031

Akhiri Perdagangan Hari Ini, IHSG Anjlok 1,88% ke Level 6.031

October 8, 2026
OJK Sebut Status RI dari FTSE Jadi Bukti Kepercayaan Investor Global

OJK Sebut Status RI dari FTSE Jadi Bukti Kepercayaan Investor Global

October 8, 2026
OJK Sebut Status RI dari FTSE Jadi Bukti Kepercayan Investor Global

OJK Sebut Status RI dari FTSE Jadi Bukti Kepercayan Investor Global

October 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 9, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Terkoreksi 0,38% ke Level 8.259, Ini Biang Keroknya

8 months ago
in Lifestyle
IHSG Terkoreksi 0,38% ke Level 8.259, Ini Biang Keroknya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (12/2/2026). IHSG terkoreksi 32 poin atau 0,38% ke level 8.259,16.

Sebanyak 281 saham naik, 369 turun, dan 168 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 14,48 triliun, melibatkan 27,26 miliar saham dalam 1,92 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar turun menjadi Rp 15.003 triliun.

Berdasarkan data pasar, Bumi Resources (BUMI) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, yakni Rp 3,2 triliun. Saham-saham lain yang juga ramai ditransaksikan hari ini termasuk Petrosea (PTRO), Bank Central Asia (BBCA), Rukun Raharja (RAJA) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI).

Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona merah. Infrastruktur memimpin dengan pelemahan 2,75%. Lalu diikuti kesehatan 0,88% dan properti 0,72%.

Sementara itu saham konglomerat yang beberapa hari kebelakang menjadi penggerak IHSG, hari ini menjadi beban utama kinerja indeks acuan saham domestik.

Empat emiten pemberat utama kinerja IHSG hari ini masing-masing adalah Barito Renewables Energi (BREN), Bank Central Asia (BBCA), Amman Mineral Internasional (AMMN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA).

Adapun perhatian utama para pelaku pasar hari ini tertuju pada upaya pemulihan kepercayaan investor global menyusul serangkaian tekanan terhadap integritas pasar modal serta penyesuaian pandangan lembaga pemeringkat internasional terhadap prospek utang Indonesia.

Bursa Efek Indonesia atau BEI kembali mengambil langkah proaktif dengan mengadakan pertemuan lanjutan bersama penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International atau MSCI, pada Rabu (11/2/2026).

Pertemuan ini menjadi sangat krusial mengingat status pasar modal Indonesia yang tengah mengalami pembekuan penyesuaian indeks oleh MSCI akibat isu transparansi.

Dalam diskusi tertutup tersebut, Direktur Pengembangan Bisnis BEI, Jeffrey Hendrik, memaparkan detail dari tiga rencana aksi utama yang dirancang untuk menjawab kekhawatiran investor global. Tujuan utama dari rencana tersebut adalah peningkatan keterbukaan informasi mengenai struktur kepemilikan saham emiten.

Salah satu inisiatif penting yang dibahas adalah rencana penerbitan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pola kepemilikan terkonsentrasi.

Mekanisme ini mengadopsi praktik yang telah diterapkan di bursa saham Hong Kong, di mana tujuannya adalah memberikan peringatan dini kepada publik mengenai saham-saham dengan porsi kepemilikan publik yang terbatas.

BEI menargetkan data pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen akan mulai dipublikasikan pada akhir Februari atau awal Maret mendatang, bersamaan dengan peluncuran daftar risiko konsentrasi pemegang saham tersebut.

Selain itu, BEI juga menyampaikan progres penyediaan data investor yang lebih terperinci atau granular, yang direncanakan dapat diakses pada akhir Maret. Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa pertemuan dengan MSCI ini memang bersifat tertutup karena masih banyak detail teknis yang perlu diselaraskan.

Namun, seluruh proposal perbaikan yang disampaikan kepada MSCI nantinya juga akan didistribusikan kepada penyedia indeks global lainnya serta kepada publik.

Langkah ini diharapkan dapat memulihkan integritas pasar dan memastikan implementasi aturan free float sebesar 15% dapat berjalan efektif guna meningkatkan kualitas pasar modal domestik.

Beralih ke sektor fiskal, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap laporan terbaru dari lembaga pemeringkat Moody’s yang menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari Stabil menjadi Negatif.

Sebagai respons cepat, Presiden memerintahkan jajaran menteri ekonominya untuk menggelar acara “Indonesia Economic Outlook” pada Jumat (13/2/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa forum ini ditujukan untuk memberikan klarifikasi menyeluruh kepada lembaga pemeringkat internasional, termasuk Moody’s, Fitch, dan S&P, mengenai fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya.

Dalam forum tersebut, pemerintah berencana memaparkan strategi konkret terkait penerimaan negara yang diproyeksikan akan meningkat, serta menjelaskan rencana pembentukan dan operasional Danantara.

Penjelasan mengenai Danantara dianggap penting karena lembaga ini diharapkan menjadi motor baru dalam pengelolaan aset negara yang dapat mendukung ketahanan fiskal jangka panjang.

Airlangga menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjawab keraguan pasar dan lembaga pemeringkat terhadap kemampuan pemerintah dalam mengelola risiko fiskal dan menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

October 9, 2026
Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

October 8, 2026
Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

October 8, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .