• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Turun 0,64% ke Level 8.212 Jelang Libur Panjang Imlek

IHSG Turun 0,64% ke Level 8.212 Jelang Libur Panjang Imlek

February 13, 2026
PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

October 12, 2026
Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

October 12, 2026
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

October 12, 2026
China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

October 12, 2026
Emiten Sepeda Listrik Akuisisi Tambang Batu Bara, Sahamnya ARA

Emiten Sepeda Listrik Akuisisi Tambang Batu Bara, Sahamnya ARA

October 12, 2026
Saham Prajogo Kompak Berguguran, BREN-CUAN Ambles Hampir 13%

Saham Prajogo Kompak Berguguran, BREN-CUAN Ambles Hampir 13%

October 12, 2026
Dulu Dicap Investasi Ceroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

Dulu Dicap Investasi Ceroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

October 12, 2026
Dulu Dicap InvestasiCeroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

Dulu Dicap InvestasiCeroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

October 12, 2026
Investor Asing Diam-diam Net Sell Rp166 Miliar Sepanjang Sesi I

Investor Asing Diam-diam Net Sell Rp166 Miliar Sepanjang Sesi I

October 12, 2026
Video: Produksi AS Terganggu, Harga Minyak Menguat

Video: Produksi AS Terganggu, Harga Minyak Menguat

October 12, 2026
IHSG Anjlok 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 12, 2026
IHSG Jatuh 2% Siang Ini, Analis Ungkap Sentimennya

IHSG Jatuh 2% Siang Ini, Analis Ungkap Sentimennya

October 12, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 12, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Turun 0,64% ke Level 8.212 Jelang Libur Panjang Imlek

8 months ago
in Market
IHSG Turun 0,64% ke Level 8.212 Jelang Libur Panjang Imlek
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini, Jumat (13/. Pada penutupan perdagangan, indeks turun 0,64% menyentuh level 8.212,27. Meski demikian, IHSG mampu memangkas pelemahan setelah sempat merosot sebesar 1,02% pada sesi pertama.

Sebanyak 267 saham turun, 408 naik, dan 148 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 24,41 triliun, melibatkan 49,40 miliar saham dalam 2,86 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun kembali merosot jadi Rp 14.918 triliun.

Berdasarkan data pasar, Bank Central Asia (BBCA) dan Bumi Resources (BUMI) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar di pasar reguler, lalu diikuti oleh saham DEWA, BMRI dan PTRO.

Nyaris seluruh sektor perdagangan melemah, dengan koreksi paling dalam dicatatkan oleh sektor barang baku, infrastruktur dan teknologi.

Sejumlah saham yang menjadi pemberat utama kinerja IHSG hari ini adalah BBCA, TLKM, AMMN, BREN dan ASII.

Adapun pada perdagangan hari ini, pelaku pasar perlu mewaspadai libur panjang Tahun Baru Imlek, mengingat pasar baru akan dibuka kembali pada Rabu pekan depan.

Selain itu, Danantara akan menggelar Indonesia Economic Outlook. Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Doni Oskaria, mengungkapkan, Presiden RI Prabowo Subianto akan hadir dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026.

Menarik ditunggu apa saja yang akan disampaikan presiden mengenai perkembangan terbaru dari ekonomi Indonesia serta downgrade outlook rating Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk menjawab penilaian Moody’s itu dengan menggelar acara Indonesia Economic Outlook pada Jumat (13/1/2026).

Dalam perkembangan domestik lain, Kementerian ESDM menegaskan bahwa kebijakan pemangkasan kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 tidak akan diberlakukan secara merata kepada seluruh pelaku usaha pertambangan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, menjelaskan bahwa terdapat pengecualian khusus bagi perusahaan pemegang PKP2B Generasi Pertama serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dengan demikian, emiten besar seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dipastikan tidak terdampak oleh restriksi produksi ini.

Kebijakan afirmatif ini didasari oleh pertimbangan besarnya kontribusi penerimaan negara dari kelompok tersebut, yang meliputi kewajiban royalti sebesar 19% serta setoran bagi hasil keuntungan bersih sebesar 10% kepada pemerintah pusat dan daerah.

Selain pertimbangan fiskal, pengecualian ini juga didorong oleh urgensi ketahanan energi nasional. Pemerintah telah menginstruksikan pemegang PKP2B Generasi Pertama untuk mempercepat pemenuhan kewajiban pasok dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) sebesar 30% guna mengamankan pasokan listrik negara.

Meskipun strategi makro pemerintah saat ini berfokus pada pengendalian suplai untuk meredam oversupply global dan menjaga stabilitas harga, entitas strategis seperti PT Arutmin Indonesia, PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Kideco Jaya Agung (Indika Energy), dan PT Berau Coal tetap diberikan fleksibilitas produksi mengingat peran vital mereka dalam struktur penerimaan negara dan energi domestik.

Dari eksternal, Eskalasi ketegangan di Timur Tengah terus meningkat seiring dengan langkah Amerika Serikat memperkuat posisi militernya di kawasan tersebut. Berdasarkan analisis citra satelit terbaru, militer AS telah menempatkan sistem pertahanan rudal Patriot pada peluncur bergerak di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar.

Penggunaan Truk Taktis Mobilitas Berat (HEMTT) untuk sistem Patriot ini memberikan keunggulan mobilitas yang signifikan dibandingkan peluncur statis, memungkinkan relokasi aset pertahanan secara cepat dalam situasi darurat.

Selain itu, peningkatan jumlah pesawat tempur dan peralatan militer juga terpantau di pangkalan udara Muwaffaq di Yordania dan Pangkalan Pangeran Sultan di Arab Saudi.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap ancaman yang muncul dari Iran terkait program nuklir dan rudal balistiknya, serta dukungan Teheran terhadap kelompok sekutu di kawasan.

Presiden AS Donald Trump, meskipun tetap membuka opsi diplomasi, telah menegaskan kesiapan militernya jika negosiasi menemui jalan buntu. Di sisi lain, Iran telah memperingatkan akan membalas setiap serangan ke wilayahnya dengan menargetkan pangkalan AS.

Teheran dikabarkan memiliki kompleks rudal bawah tanah dan telah menyiagakan kapal induk drone di sekitar Bandar Abbas, menambah kompleksitas situasi keamanan di Teluk Persia.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

October 12, 2026
Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

October 12, 2026
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

October 12, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .